
Saat ini, mereka berada dalam satu kamar di lantai atas villa itu.
"Mengapa harus satu kamar? Di sebelah sana, masih ada satu kamar kan?"Ucap Fiona.
"Kau ingin mama ku curiga dengan hubungan kita? Lagipula,kamar sebelah adalah kamar Romi, apa kau mau tidur dengan nya? Mama ku sangat menyayangi Romi kau tau? Itu adalah kamar yang mama siap kan untuk Romi setiap dia datang."Jelas Zidan kepada Fiona.
"Oh, em, baik lah, tidur sekamar tidak masalah, toh kita tidak satu ranjang kan."Jelas Fiona yang kemudian berjalan menuju kasur dan berbaring di atas nya.
"Jika kau mau itu boleh-boleh saja."Jawab Zidan sambil tersenyum miring.
"Apa-apaan?"Jawab Fiona dengan tatapan tajam.
"Masih saja, malu-malu, aku bahkan sudah melihat semuanya."Batin Zidan lagi.
Malam pun tiba.
Setelah selesai mandi dan ganti pakaian, Fiona pun turut ke bawah untuk menemui mama Lika.
Benar saja,di bawah terlihat mama Lika sedang menonton televisi di ruang tengah villa.
"Tante."pangil Fiona menghampiri mama Lika.
__ADS_1
"Ya, apa kau sudah mandi?"Tanya mama Lika dengan lembut.
"Ya, aku sudah mandi, boleh aku ikut menonton bersama Tante?"Tanya Fiona sebelum duduk di samping mama Lika.
"Sayang, kau ini sopan sekali, duduk saja."Ucap mama Lika memegang tangan Fiona.
Fiona pun kemudian duduk di sebelah mama Lika.
"Fiona, ada yang ingin Tante tanyakan kepada mu."
"Apa itu?"
"Kau dan Zidan? Apa kalian berpacaran?"
"Sejak kapan? Sudah berapa lama? Bagaimana kalian bisa kenal?"Begitu banyak pertanyaan yang keluar dari mulut mama Lika, sehingga Fiona kebingungan untuk menjawab nya.
"Ma, dia begitu gugup untuk menjawab pertanyaan dari mama yang begitu banyak, biar kan aku saja yang menjawab pertanyaan mama."Ucap Zidan yang saat itu tiba-tiba muncul di ruang tengah dan duduk berhadapan dengan mama dan juga Fiona.
Sungguh Fiona merasa terselamatkan atas kedatangan Zidan kali ini.
"Jawab lah,jika kau mau menjawab nya."Tegas mama Lika sambil menatap wajah putra nya.
__ADS_1
"Aku bertemu dengan nya di sebuah restoran, dan berkenalan, lalu saling jatuh cinta, dan kira-kira hubungan kami baru berjalan dua Minggu."Ucap Zidan asal-asalan.
"Apa? Semudah itu kah kau mendapatkan wanita secantik Fiona?"Bingung mama Lika seolah tidak percaya.
Sementara Fiona menepuk jidatnya kesal dengan alasan bodoh yang sudah di berikan oleh Zidan.
"Benar kan itu Fiona?" Mama Lika malah balik bertanya kepada Fiona.
Mau bagaimana lagi, Fiona terpaksa harus menjawab nya dengan jawaban iya.
"i,iya, Tante."
"Astaga, sangat unik ya, tapi kalian berdua terlihat sangat cocok."Ucap mama Lika tidak di sangka- sangka mendukung hubungan antara Zidan dan Fiona.
Mendengar jawaban itu, Fiona dan Zidan pun lega.
"Yasudah, kalau begitu, bagaimana jika kita makan malam, mama sudah lapar."Ucap mama Lika mengalihkan pembicaraan karena dia tau saat ini Fiona sangat gugup dan malu.
"Baik ma, ayo kita makan malam."Ucap Zidan sambil tersenyum.
Mereka pun sama-sama pergi ke ruang makan villa untuk segera menikmati makan malam bersama.
__ADS_1
Baru kali ini mama Lika terlihat sangat bahagia karena anak semata wayang nya sudah memiliki seorang kekasih, ini tentu kabar yang sangat dia tunggu sejak sekian lama.
Bersambung ....