Dua Pewaris Tunggal

Dua Pewaris Tunggal
Part 13


__ADS_3

Seketika itu, Romi pun tau ini adalah alasan yang di buat oleh Zidan untuk menutupi hal yang sebenarnya.


"Bukan kah aku sebelumnya meminta boss muda untuk jujur? Mengapa dia malah berbohong?"Batin Romi seketika malah jadi bingung dengan sikap dan tindakan boss nya itu.


"Mengapa kau diam?"Tanya Fiona lagi.


"Ah tidak, ada, benar, dia mungkin melihat nona seperti mendiang adik nya."Jelas Romi sambil tersenyum kecil sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Em tuan, boleh aku tau? Tadi dia ke mana?"Tanyakan Fiona mengalihkan pembicaraan karena dia melihat Romi yang saat itu sedang kebingungan.


"Tadi, oh itu, boss muda akan ke perusahaan nya, ini sudah biasa."Jelas Romi.


"Dia seorang CEO?"Tanya Fiona lagi.


"Ya, dia adalah seorang CEO, dan nona, aku adalah bawahan boss muda, pangil saja aku Romi jangan tuan."Jelas Romi merasa tidak enak di panggil tuan oleh Fiona.


"Baik lah, Romi."Jawab Fiona sambil tersenyum.


"Astaga, dia cantik sekali."Batin Romi ikut terkesima oleh kecantikan Fiona yang benar-benar alami.


"Tuan, em, maksud ku Romi, aku boleh kembali ke kamar?"Tanya Fiona lagi kepada Romi.


"Eh, iya nona, silahkan."Ucap Romi salah tingkah.

__ADS_1


Fiona pun berjalan dengan anggun nya masuk ke dalam masion meningal kan Romi di taman bunga belakang mansion tersebut.


"Astaga apa yang aku pikirkan? Romi ayo jangan terpesona dia adalah wanita boss mu, menyukai nya sama saja menempah kuburan."Ucap Romi yang kemudian ikut masuk ke dalam mansion.


Sementara itu Fiona masuk ke kamar nya, dia merasa bosan sangat bosan, sekarang dia bahkan tidak memiliki ponsel untuk di mainkan.


"Jika aku tidak melihat berita apapun, bagaimana aku tau perkembangan dua ular itu, aku butuh ponsel, tapi aku sangat malu untuk meminta nya kepada Romi atau Zidan."Batin Fiona yang saat ini duduk di tepi ranjang nya.


Namun di saat kebingungan seperti itu, Fiona melihat sebuah laptop yang terletak di atas meja kerja Zidan.


"Laptop? Boleh tidak aku meminjam nya sebentar ya?"Batin Fiona yang saat itu begitu ingin melihat bagaimana perkembangan tentang keluarga nya yang sudah membuang nya.


Dia ingin mengecek sosial media milik Maya, karena Maya pasti akan mengungkap kan sesuatu melalui sosial media itu.


Tok ... Tok ... Tok.


Suara ketukan di luar pintu kamar Fiona.


Fiona yang awalnya ingin mengambil laptop tersebut pun mengurungkan niat nya dan berjalan untuk membuka kan pintu kamar tersebut.


"Maaf menganggu anda nona, makan siang nya sudah siap."Ucap kepala pelayan kepada Fiona.


"Tapi sepertinya aku masih kenyang bi, jadi aku belum bisa makan lagi."Tutur Fiona kepada sang kepala pelayan.

__ADS_1


"Tapi nona, jika nona telat makan, tuan muda pasti akan membuat kami dalam masalah."Tutur kepala pelayan.


"Tenang saja, aku akan makan nanti, oh iya bi, aku boleh tidak minjam ponsel mu sebentar?"Tanya Fiona kepada sang kepala pelayan.


"Ponsel? Boleh nona, tapi nona harus berjanji, jangan telat makan, tugas kami adalah menjaga nona dengan baik."Tutur sang kepala pelayan yang sangat mematuhi perintah dari Zidan.


"Tenang saja bi, aku mengerti."Jelas Fiona sambil tersenyum.


Kepala pelayan pun mengeluarkan ponsel nya dan memberikan kepada Fiona.


"Ini nona, pakai lah dulu, aku akan kembali ke dapur untuk melakukan pekerjaan ku, nanti saat nona sudah selesai nona harus datang ke dapur dan makan siang sebelum tuan kuda kembali."Ucap kepala pelayan sambil tersenyum manis.


"Terima kasih, kau sangat baik, kepala pelayan."Tutur Fiona menampilkan senyum termanis nya hingga membuat kepala pelayan seperti ingin jantungan.


Fiona pun kembali masuk ke dalam kamar nya, sementara kepala pelayan berjalan pergi dari kamar tersebut dengan mengelus dada, dia tidak pernah melihat wanita secantik ini sebelum nya, pantas saja di jadikan ratu oleh sang tuan muda mereka.


"Huh, bagus lah kepala pelayan sangat baik ingin meminjam kan ponsel nya kepada ku, tapi mengapa dia sampai segitunya ya? Dia terlihat sangat takut kepada Zidan? Mengapa ya? Apa hanya karena aku mirip dengan adik nya? Jadi dia benar-benar membuat aku di hormati semua orang di mansion?"Ucap Fiona bingung.


Namun Fiona cepat-cepat menyingkirkan pikiran itu dan kemudian buru-buru membuka ponsel tersebut dan kemudian membuka sosial media.


Mencari akun milik Maya dan buru-buru mengecek nya.


Betapa kagetnya Fiona saat melihat unggahan dari sosial media milik Maya, dia melihat jika Maya mengucap kan sesuatu yang mampu membuat hati Fiona hancur sehancur, hancur nya.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2