
Entah ada acara apa, tiba-tiba saja Zidan ingin makan malam di luar bersama dengan Fiona.
"Bo, bolehkah aku tidak pergi?"tanya Fiona mulai gugup kembali karena dia takut Zidan akan marah.
"Lihat ini."Ucap Zidan memperlihatkan tangan nya yang tadi di gigit oleh Fiona.
"Aku,aku tidak melakukan nya dengan sengaja,kau lah yang membuat aku ketakutan makanya aku reflek mengigit mu."Ucap Fiona tanpa rasa bersalah.
"Baik lah, kalau begitu jangan menolak ku,ayo cepat siap-siap, jika kau tidak mau ikut aku akan melakukan apa yang kau lakukan tadi padaku."Tutur Zidan lagi.
"Apa kau akan mengigit ku juga?"Tanya Fiona kaget.
"Iya,itu jika kau tidak mau ikut makan malam dengan ku."Ucap Zidan lagi.
"Oke, oke, aku ikut,aku ikut."Ucap Fiona yang kemudian bergegas kembali ke kamar untuk bersiap-siap.
Singkat cerita, mereka pun kini sudah tiba di restoran yang cukup mewah.
Zidan dan Fiona di layani dengan cukup baik di restoran tersebut oleh beberapa pelayan.
"Boleh kah aku bertanya?"Tanya Fiona kelas Zidan.
__ADS_1
"Apa?"Tanya Zidan balik.
"Mengapa tiba-tiba saja ke sini?"Tutur Fiona lagi karena mereka seperti orang sedang ngedate saja.
"Hari ini, adalah hari ulang tahun ku, aku ingin kau menemaniku merayakan nya."Ucap Zidan sambil tersenyum hambar.
"Apa? Kau ulang tahun? Astaga, mengapa tidak bicara kepada ku dari tadi? Aku tidak menyiapkan kado apapun."Jelas Fiona merasa bersalah.
"Kau bisa memberikan nya lain waktu, ayo makan lah dulu."Ucap Zidan mempersilahkan Fiona untuk menikmati makan yang di hidangkan oleh pelayan restoran.
Terlihat tamu-tamu lain yang mengamati mereka cukup gemas, karena malam ini Zidan dan Fiona terlihat seperti pasangan suami istri yang baru menikah dan berbicara masih malu-malu.
Mereka pun akhirnya mulai menikmati diner malam itu.
"Tentu."Jawab Fiona sambil mengangguk kan kepala nya.
"Fio,kau masih saja seperti dulu, manja dan polos."Batin Zidan sambil menatap wajah wanita yang di cintai nya.
Sementara itu.
"Sayang, bagaimana? Restoran ini cukup mewah kan? Ramai juga pengunjung yang datang, ayo cepat masuk, sebelum kehabisan meja makan."Ucap Maya sambil menggandeng tangan Alfa.
__ADS_1
Alfa pun menuruti Maya dan terus berjalan hingga mereka berdiri di pintu masuk restoran.
"Maya, tunggu, lihat di sana."Ucap Alfa menujuk meja bulat besar yang seperti nya meja VIP restoran tersebut.
"Fiona? Em, kak Fiona? Bersama siapa dia? Mengapa mereka bisa duduk di meja itu?"Tanya Maya kaget.
Sementara Alfa seolah sangat merindukan Fiona, harinya lega setelah melihat Fiona.
"Kak Alfa, aku juga mau duduk di meja seperti itu."Ucap Maya merengek.
"Maya, apa kau tidak merindukan Fiona. Bagaimana jika kita menghampiri mereka? Kau tidak curiga dengan laki-laki yang bersama dengan nya?"ucap Alfa yang ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk bertemu Fiona.
"Benar juga ya, ayo!"Ucap Maya seketika langsung menarik Alfa menuju meja VIP Fiona dan Zidan.
Tidak butuh waktu lama, mereka pun tiba di hadapan Zidan dan Fiona.
"Kakak! Apa ini benar-benar kau? Astaga aku sangat merindukanmu kak."Ucap Maya dengan ekting nya yang murah.
"Fiona, siapa dia?"Tanya Alfa menatap Zidan.
Sementara itu Zidan yang sudah tau siapa mereka berdua pun hanya diam, dia menunggu Fiona anggat bicara, karena dia tau Fiona yang sekarang bukan lah Fiona yang lemah seperti kemarin lagi.
__ADS_1
Bersambung ....