
Kepala pelayan yang melihat itu hanya bisa menatap dengan wajah pucat,dia tidak pernah melihat Zidan semarah ini sebelum nya, ini adalah kemarahan yang luar biasa dari seorang tuan muda Zidan dari keluarga Argos.
Satu jam pun berlalu.
"Bagaimana keadaan nya?"Tanya Zidan kepada Artha.
"Zidan, dari mana kau mendapatkan wanita secantik ini? Dia seperti mirip dengan putri tuan Robert."Tutur Artha kepada sang sepupu.
Sedikit penjelasan, Artha (Laki-laki) adalah seorang dokter terkenal di kota itu, dan dia adalah anak dari adik mendiang papa nya Zidan,usia mereka sama, sayang nya sifat agak sedikit berbeda karena Artha sedikit lebih ramah dan banyak temannya.
"Hanya aku yang boleh mengatakan jika dia cantik Artha, katakan kepada ku apa yang terjadi dan bagaimana keadaan nya sekarang?"Tanya Zidan kepada Artha sambil menatap wajah damai Fiona yang masih dalam keadaan pingsan."Dan satu lagi, jangan pernah mengatakan nama Robert di hadapan ku."
"Kau terlihat benci dengan nya? Bukan kah dia adalah mantan calon mertua mu?"Tanya Artha yang tau semua soal sepupu nya itu.
Namun Zidan malah memberikan tatapan tajam kepada Artha yang begitu membuat emosi nya meningkat, tapi dia berusaha menahan nya karena kondisi Fiona yabg tidak baik-baik saja.
"Jangan begitu, menakutkan, dia hanya mengalami depresiasi,atau patah hati terlalu berat, dan aku lihat dia mengigit tangan nya sendiri, jika kau takut dia kenapa-kenapa kedepannya, jaga dia baik-baik, karena dia sedang mengalami taruma berat, tangan nya sudah aku obati, di nakas juga ada obat."Jelas Artha lagi.
"Baik lah, terimakasih atas bantuan mu, kau boleh pergi."ucap Zidan kepada Artha.
"Zidan, kau mengusir ku?"Tutur Artha lagi.
"Lalu apa kau ingin tinggal di mansion ku?"Jawab Artha.
"Ah sudah lah, aku permisi."Tutur Artha yang mengambil tas obat nya dan kemudian keluar dari kamar Fiona.
Di depan dia bertemu dengan Romi.
"Romi, aku ingin bicara dengan mu."Tutur Artha.
"Ya, silahkan tuan muda Artha."Ucap Romi kepada Artha.
__ADS_1
"Dari mana datangnya gadis cantik itu? Di mana Zidan menemukan nya."Ucap Artha kepada Romi.
"Dia adalah nona Fiona Alexia Robert tuan, dia putri tunggal dari keluarga Robert."Jelas Romi kepada Artha.
"Benar kah? Sial, ternyata benar, mengapa Zidan merahasiakan identitas nya dari ku?"Tanya Artha terlihat kesal.
"Itu karena boss muda tidak ingin nona Fiona tau tentang identitas boss muda Zidan tuan, aku pikir tuan muda Artha akan lebih tau dari aku soal ini."Jelas Romi.
Artha terlihat berfikir keras dengan ucapan Romi barusan, selang dua menit kemudian dia pun mulai mengerti dan mengangguk-ngangguk kan kepala nya.
"Ya, ya aku paham, jaga Zidan baik-baik Romi, katakan apapun yang terjadi kepada nya pada ku, aku tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk kepada Zidan, kalau begitu aku pergi dulu."Ucap Artha menepuk pundak Romi dan kemudian berjalan meningal kan Romi.
Artha pun keluar dari mansion Argos dan kembali ke rumah sakit nya.
"Tuan muda Artha masih saja seperti dulu, selalu peduli dengan boss mudah Zidan."Batin Romi sambil menggeleng kepala kagum akan kedua sepupu yang sering berkelahi namun saling melindungi.
Sementara itu di kamar Zidan.
"Fio, aku tidak menyangka kau akan memiliki trauma berat seperti ini, aku sangat khawatir."Batin Zidan yang saat ini duduk di kursi samping ranjang tempat tidur Fiona.
"Andai saja kau menerima perjodohan itu sejak dulu, hidup mu pasti akan baik-baik saja bersama ku, tapi sudah lah, lupakan saja, aku sudah kembali sekarang, tidak akan aku biar kan seorang pun menyakiti mu lagi."Tutur Zidan.
Sementara itu di sisi lain.
Jam sudah menunjukkan pukul 18:00 malam.
"Ma, aku keluar dulu ya."Ucap Maya kepada pao nya.
"Wah, anak mama terlihat sangat cantik."Tutur Dewi menatap Maya yang mengunakan dress pendek seperti kupu-kupu malam saja.
"Pakai lah pakaian yang sedikit lebih tertutup Maya."Tutur Robert yang saat itu sibuk dengan ponselnya.
__ADS_1
"Sudah lah mas, kau bicara sendiri, dia sudah berjalan pergi."Ucap Dewi yang duduk manja di samping papa Robert.
"Anak itu benar-benar!"Kesal papa Robert.
Seketika papa Robert kembali mengingat Fiona, biasa nya Fiona selalu mendengar kan ucapan nya, dia juga tidak pernah mengunakan pakaian pendek seperti itu dan selalu menggunakan dres lepas lutut.
"Aku sangat merindukanmu, di mana kau?"Batin papa Robert sudah merasa rindu akan anak kesayangan itu.
Ya salah sendiri anak tiri di sayang anak kandung di buat menderita.
Sementara itu di sisi lain.
Fiona baru saja membuka mata nya, rasanya dia sudah mati tapi hidup kembali.
Ia membuka mata nya dengan perlahan, menatap sekeliling ruangan kamar, tangan nya terasa begitu sakit, tenggorokan nya pun juga terasa kering.
Namun yang lebih membuat nya kaget adalah, Zidan yang tertidur lelap di samping nya dengan keadaan duduk dan tangan yang mengengam erat tangan Fiona.
"Apa yang terjadi?"Batin Fiona sambil menatap tangan nya yang saat ini sudah di baluti dengan perban.
Merasakan ada pergerakan dari Fiona, Zidan pun terbangun dari tidurnya.
"Kau sudah bangun?"Lirih Zidan sambil menatap wajah Fiona yang masih sedikit pucat.
"Apa yang terjadi kepada ku?"Tanya Fiona masih tidak ingat apa yang terjadi sebelum nya kepada nya.
"Apa kau melakukan nya tampa sadar?"Tanya Zidan penuh kelembutan.
Fiona tidak menjawab nya, dia malah mengeleg kan kepala dengan pelan.
"Kau mengigit tangan mu, menguci pintu kamar dari dalam, apa yang kau rasakan?"Lirih Zidan sama sekali tidak marah atas apa yang di lakukan oleh Fiona.
__ADS_1
Fiona mulai kembali mengingat apa yang sebenarnya terjadi kepada dirinya, dia ingat saat itu hati nya terlalu sakit melihat unggahan dari Maya, dan ia mulai mengigit tangan nya sendiri untuk mengurangi rasa sakit di hatinya karena ulah sang papa.
Bersambung ....