Dua Pewaris Tunggal

Dua Pewaris Tunggal
Part 32


__ADS_3

"mas, mengapa kau diam saja? Ayo Jawab!"Ucap mama Dewi memaksa papa Robert untuk menjelaskan.


"Dia adalah seorang pewaris tunggal keluarga terkaya di kota ini, dan dia adalah orang paling berpengaruh."Jawab papa Robert.


"Astaga, pantas saja anak mu itu begitu sombong dengan kita, mas, kita tidak boleh tinggal diam, kita harus mendekati Fiona lagi, jika tidak dia pasti akan melakukan hal-hal buruk kepada keluarga kita mas."Ucap mama Dewi panik.


"Cukup Dewi, aku tidak ingin mendengar kan apapun yang kau katakan, dia adalah anak ku, putri kandung ku,aku sudah banyak berbuat kesalahan dengan nya, jadi wajar jika dia membenciku."Ucap papa Robert yang hatinya sudah pasrah dengan Fiona sekarang.


Tidak ingin mendengar ucapan mama Dewi lagi, papa Robert pun akhirnya berjalan meningal kan ruang tengah dan memilih untuk masuk ke dalam kamar nya saja, pikiran nya kini di penuhi rasa kesal dan rasa bersalah.


Melihat sorot kebencian di mata Fiona membuat papa Robert tersiksa.


"Arghh bodoh sekali laki-laki tua bangka itu! Benar-benar tidak ada gunanya!"Batin mama Dewi mulai kacau.


Maya yang melihat itu pun datang menghampiri sang mama.

__ADS_1


"Ma, ada apa lagi?"tanya Maya.


"Maya, kita harus segera melakukan sesuatu, jika sekarang Fiona memiliki seorang yang kuat di samping nya, itu akan membuat kita dalam bahaya, sekarang ini kita dalam bahaya."Ucap mama Dewi furstasi.


"Ma, tenang, mama tidak boleh gegabah, ayo jelas kan secara perlahan kepada ku, aku akan selalu berada di pihak mama."Ucap Maya lagi.


Beberapa menit kemudian, mama Dewi pun mulai tenang dan akhirnya mulai bicara tentang khawatiran nya kepada Maya.


"Maya, kita harus segera melakukan sesuatu, jika tidak, kita dalam bahaya, laki-laki yang bersama Fiona saat ini,bukan kah laki-laki sembarangan, mama yakin, diam-diam mereka pasti sedang merencanakan sesuatu untuk merebut semua kekayaan dari kita."Ucap mama Dewi memegang tangan Maya.


Secepat nya kita harus mengubah seluruh aset kekayaan tua Bangka itu menjadi nama kita, jika tidak kita akan hidup miskin setelah mereka bertindak, sebelum Fiona bertindak, sebaik nya kita dulu yang bertindak."Ucap mama Dewi kepada Maya.


"Baik ma, aku mengerti, aku akan membantu mama, kita akan memindahkan semua aset papa atas nama kita."Ucap Maya yang isi otak nya semua hanya tentang kekayaan semata.


"Iya, secepatnya semua aset harus dalam genggaman mama, dengan begitu, kita tidak perlu khawatir lagi soal Fiona yang akan merebut hak kita."Tutur mama Dewi.

__ADS_1


"Kapan kita akan melakukan nya ma?"Tanya Maya dengan tidak sabar.


"Nanti malam, mama akan mencari tempat di mana tua Bangka itu menyimpan sertifikat perusahaan dan juga mansion ini, intinya, semua kekayaan harus menjadi milik kita."Jelas mama Dewi.


"Baik ma, aku setuju."Jawab Maya lagi.


"Ingat, jangan sampai suami dan papa mu tau, hanya kau dan mama lah yang tau hal ini."Ucap mama Dewi lagi.


"Tapi ma, mas Alfa tentu akan berada di pihak kita, mengapa mama harus takut?"Tanya Maya lagi.


"Bodoh, jangan semabrangan percaya,biar bagaimanapun, Alfa memandang mu adalah sebagai wanita baik."Tutur mama Dewi.


"Maaf ma, aku tidak berfikir ke situ."Jawab Maya lagi.


Setelah berdiskusi cukup lama, mereka pun akhirnya sepakat untuk melakukan pemindahan nama aset kekayaan papa Robert secara rahasia dan perlahan.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2