Dua Pewaris Tunggal

Dua Pewaris Tunggal
Part 34


__ADS_3

"baik lah bi, terima kasih banyak sudah menjaga nya, sekarang kau boleh istirahat, aku akan membawa nya ke kamar."Ucap Zidan yang kemudian mengandong Fiona untuk di bawa ke kamar.


Sementara itu kepala pelayan kembali ke kamar nya untuk istirahat.


"Fiona, kau sudah mulai cinta pada ku ya? Sampai se khawatir ini aku tidak kembali."Ucap Zidan sambil merebahkan tubuh Fiona ke atas ranjang dalam kamar nya.


Sementara itu Fiona tidur begitu nyenyak sampai saat Zidan mencium bibir nya sekilas pun dia tidak menyadari nya.


"Maaf aku mencuri ciuman mu saat kau sedang tidur sayang, kau begitu cantik."Ucap Zidan sambil tersenyum.


Keesokan harinya.


"Huaaaam."Fiona menguap dan meregangkan otot tubuh nya sambil membuka mata.


Dia kaget melihat sekeliling ruangan tersebut yang ternyata di dalam kamar nya.


"Hah? Di kamar? Siapa yang membawa ku masuk kamar?"Batin Fiona karena setahunya dia tadi malam tidur di sofa ruang tengah karena menunggu Zidan.


Belum selesai berfikir tentang itu, sepasang tangan kini menarik Fiona ke dalam pelukan nya, membuat gadis itu hampir tidak bisa bergerak dan bernafas.

__ADS_1


Mata Fiona membelalak menatap laki-laki tampan yang saat ini tidur di samping nya.


"Zi, Zidan."Ucap Fiona menatap wajah Zidan yang masih tertidur dengan damai nya.


"Astaga, mengapa aku bisa tidur bersama nya?"Batin Fiona hendak melepaskan pelukan Zidan.


"Jangan bergerak,ini masih pagi, jika kau banyak bergerak adiku akan bangun dan aku tidak akan mengampuni mu."Tutur Zidan dengan mata yang masih tertutup dan suara berat nya.


"Em, adik? Adik apanya?"Tanya Fiona lagi.


"Sudah diam lah."Jawab Zidan yang kini malah semakin memperkuat pelukan nya.


Siang hari nya.


Kini Zidan dan Fiona sudah bangun, keduanya sudah selesai mandi dan berpakaian.


"Ada yang ingin aku bicarakan pada mu."Ucap Zidan kepada Fiona.


"Apa."Jawab Fiona cuek, dia masih Marah atas perilaku Zidan tadi pagi yang dengan enteng nya mencium dirinya saat hendak mandi.

__ADS_1


"Kau masih marah padaku? Semakin marah kau semakin cantik."Ucap Zidan sambil tersenyum.


"Makan saja sarapan mu, jangan mengoda ku terus menerus."Ucap Fiona.


"Fiona,kau harus tau sesuatu tentang mama mu."Ucap Zidan tiba-tiba membicarakan soal almarhum mama nya Fiona.


Fiona yang sedang menikmati sarapan pagi nya pun seketika berhenti mengunyah dan menatap wajah Zidan dengan tatapan serius.


"Mengapa kau tiba-tiba membicarakan soal mama ku, tau apa kau tentang mama?"Tanya Fiona penasaran.


"Fiona, kau harus tau, mama mu meningal bukan karena sakit, melainkan di bunuh oleh Dewi."Ucap Zidan dengan hati-hati agar Fiona tidak kaget.


"A,apa? Apa yang barusan kau katakan?"Tutur Fiona dengan mata muka berkaca-kaca.


"Ya, diam-diam aku meminta seorang anak buah handal untuk menyelidiki kasus kematian mama mu, dan dia mendapat kan beberapa bukti, dari rumah sakit tempat mama mu di rawat, Dewi dia memberikan obat berbahaya kepada mama mu saat dia merawat mama mu di rumah sakit, dan karena obat itu lah, nyawa mama mu melayang, ada juga bukti cctv rumah sakit pada saat kejadian, tapi mereka tidak berani bicara karena takut berurusan dengan polisi serta tidak ada nya kecurigaan dari pihak keluarga."Jelas Zidan panjang lebar.


Zidan pun mengeluarkan beberapa potret dari rekaman cctv rumah sakit, yang ada di ponsel nya dan menujukkan kepada Fiona.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2