
"ibu mah gitu!" ucap Rumi cemberut karena di tertawa kan oleh yang lain nya
"apakah nenek dan kakek memberikan adik setelah mama menangis Nek?" tanya Joli
"sebenarnya mereka mau memberikan adik untuk Mama mu, bahkan mereka sangat ingin mempunyai anak lagi, agar kelak Rumi yang manja nya minta ampun itu, ada yang menjaganya, tapi! mau bagaimana lagi, kalau Alloh SWT tidak menghendaki, maka kita yang hanya mahkluk ciptaan Nya (Alloh) pun bisa apa, selain bersyukur atas segala nikmat yang di berikan Alloh untuk kita" ucap Bu Sofia sekalian memberikan pengertian kepada Joli
"oh gitu ya nek? berarti Mama anak tunggal dong?" ucap Joli
"iya Jol! mangkanya Mama mu manja banget, aku sih heran aja, kenapa papa mu dan kamu bisa tahan dengan kemanjaan dan ke somplakan Rumi" ucap Dona
"ya karena mereka cinta dan sayang sama aku, dari pada kamu jom..." perkataan Rumi tertahan karena takut sahabat nya marah lagi pada nya
"jom apa mama Rumi?" tanya Tasya
"nggak! bukan apa-apa" jawab Rumi cepat
Rumi melirik Dona, sedangkan Dona membuang muka menghadap ke arah Nana dan tersenyum samar.
Nana pun tersenyum juga.
setelah makan malam, mereka berkumpul di ruang tengah.
"Tante Dona menginap di sini kan? Tante tidur dengan kita ya, kita cerita-cerita kaya yang tidur di hotel dulu" ucap aisyah antusias setelah tahu kalau Dona akan menginap di rumah nya
"iya sayang! Tante Dona akan tidur Sama kalian" ucap Dona tersenyum
"yey" teriak anak-anak gembira
tapi tak lama kemudian, pelayan mengatakan kalau ada tamu,
" maaf pak! Bu! diluar ada tamu" ucap pelayan
"tamu? siapa ?" tanya Rico
"katanya namanya Bram, dan dia mau menjemput Mbak Dona" ucap pelayan
"Bram? menjemputku?" tanya Dona
"iya mbak" jawab pelayan
lalu Dona pun keluar untuk menemui Bram
"mas Bram! kenapa kesini? aku kan sudah ijin sama ibu dan nenek, kalau aku akan menginap di rumah sahabat ku" ucap Dona, setelah mereka duduk di kursi di depan rumah Nana
"tidak bisa, Kamu harus pulang,nenek nggak mau jauh-jauh dari kamu" ucap Bram tak ingin di bantah
__ADS_1
"semalam saja ya mas? aku sudah janji pada anak-anak, kalau aku akan tidur Sama mereka, aku nggak mau mengingkari janji ku, dan membuat mereka bersedih" ucap Dona memohon agar di ijinkan menginap di rumah Nana
Bram tampaknya berpikir "kamu bawa saja mereka ke rumah, besok kan libur sekolah, jadi kamu bisa menepati janji mu pada mereka, sekalian kamu tidak perlu jauh-jauh dari nenek, besok kita antar mereka kembali ke sini, bagaimana?" ucap Bram
"tapi kalau orang tua mereka tidak mengijinkan mereka ikut aku, maka aku akan menginap di sini dan besok pagi aku akan kembali ke rumah mas Bram" ucap Dona
"baik, aku yang akan meminta ijin kepada orang tua mereka, ayo antar aku ke dalam" ucap Bram
Dona pun membawa Bram ke ruang tengah
"assalamualaikum" ucap Bram lalu bersalaman dengan Rico dan Ramzi serta menyatukan tangan untuk mengapa para wanita
"waalaikumsalam" jawab Rico dan yang lainnya
dan mereka pun mengobrol, setelah beberapa saat, Bram pun mengutarakan maksud nya
"begini mas Rico, mas Ramzi, saya mau minta ijin membawa adik-adik untuk menginap di rumah saya" ucap Bram
"loh kenapa? bukan nya Dona mau menginap di sini?" tanya Nana
"karena aku harus kembali ke sana na! sedangkan aku sudah berjanji untuk tidur dengan mereka, jadi mas Bram menyarankan agar aku membawa mereka ikut dengan ku, bagaimana? boleh ya? aku janji besok siang akan mengantar mereka kembali ke sini lagi" ucap Dona memohon
Nana melirik suami nya meminta persetujuan, rico pun mengangguk setuju, karena Rico tahu Dona dan Bram tidak akan membiarkan anak-anak nya kenapa-kenapa, lalu Nana melirik Ramzi dan Rumi, keduanya pun mengangguk
"bagaimana anak-anak? kalian mau ikut Tante Dona dan Om Bram?" tanya Nana pada anak-anaknya
"ya kalau kalian mau, ya nggak apa-apa, tapi jangan nakal ya di rumah nya om Bram" ucap Nana memperingati anak-anak nya
"beneran boleh na?" ucap Dona kegirangan
Nana pun mengangguk
"aaaaaa aku senang sekali, terimakasih ya" ucap Dona begitu bahagia nya dan memeluk Nana saking bahagianya
lagi-lagi Nana hanya mengangguk dan tersenyum
"ayo anak-anak! Tante Dona bantuin kalian bersiap, ayo!" ucap Dona mengajak anak-anak untuk bersiap-siap untuk ikut dengan nya, pergi ke rumah majikannya
setelah beberapa saat kemudian. anak-anak dan Dona, sudah kembali ke ruang tengah
"Nana, mas Rico,mas Ramzi dan kamu rum! aku pinjam anak nya ya?" ucap Dona
lalu mereka pun pamit,
"kalau begitu saya permisi pak Rico, pak Ramzi" ucap Bram bersalaman
__ADS_1
"ingat!! aku titip anak-anak pada mu, kalau sampai terjadi sesuatu pada mereka, aku tidak akan membiarkan kau hidup tenang" ucap Rico menepuk pundak Bram
"pasti aku akan menjaga mereka" ucap Bram bersungguh sungguh
lalu Bram bersalaman dengan Ramzi
"aku titip anak-anak ya bro" ucap Ramzi
"pasti" jawab Bram
"aku pamit ya na, rum, Bu, Mbok" ucap Dona pamit pada semua nya
lalu memeluk nya secara bergantian
"ayo sayang!" ucap Dona mengajak anak-anak masuk ke dalam mobil Bram, setelah anak-anak pamit pada orang tuanya
saat di dalam mobil mereka mengobrol
"Om! apakah Om sudah menikah?" tanya tasya
"belum, kenapa sayang? apakah kamu mau menjadi istri ku, atau pacar juga boleh" ucap Bram menggoda tasya
"aku? pacaran atau menikah dengan om Bram? yang benar saja, jelas saja aku tidak mau om, aku ini sudah punya calon suami" ucap tasya sombong
"oh, benar kah?" tanya Bram
"iya benar, dia itu lebih tampan dari Om" ucap tasya mesem-mesem membayangkan Dika
"ooo hahaha" Bram tertawa
sedangkan aisyah yang melihat saudara mesem-mesem
pletak
"aw!! sakit kak " ucap tasya mengelus jidat nya yang di sentil oleh aisyah
"siapa suruh mesem-mesem, pasti kamu membayangkan asisten Dika kan? makanya aku menjitak kepalamu itu, biar kamu sadar ,kamu itu masih kecil, jadi jangan berpikiran macam-macam" ucap aisyah
"ck kak aisyah" tasya berdecak
setelah 30 menit, mereka pun sampai di rumah Bram
"ayo sayang! " ucap Bram membukakan pintu untuk anak-anak dan membantu mereka turun
"assalamualaikum" ucap anak-anak nyaring
__ADS_1
nenek, mama dan papanya Bram tengah berada di ruang tengah, mereka sedang mengobrol setelah makan malam tadi
"waalaikumsalam.....