Duda&Janda

Duda&Janda
115 virus rumah tangga


__ADS_3

tapi Rico menahan tangan istrinya "biar aku Yang melihat nya, kamu di sini saja" ucap Rico mendudukkan istrinya kembali ke soal


"hheaah" dessis Naomi tidak suka


"ada apa nona Naomi?" ucap Nana yang mendengarnya


"aku pastikan Suami mu akan menjadi milik ku, dan secepat nya, kamu akan di tendang jauh dari hidup nya" ucap Naomi pada Nana yang secara terang-terangan ingin merebut suami nya


"heh kita lihat saja nanti" ucap Nana tersenyum meremehkan


"Anda itu cantik, Anda juga pintar, dan Anda juga kaya raya, masa sih nggak laku, sampai-sampai mau merebut suamiku.


aku tidak peduli jika kamu memperjuangkan apa yang kamu inginkan, karena suamiku bukan yang seharusnya kamu inginkan.


dunia ini tidak terlalu sempit, masih banyak orang yang bersedia menjadi pendamping mu. kenapa justru memilih seorang yang sudah menjadi pendamping hidup orang lain, seperti suami ku yang sudah menjadi pendamping hidup ku" ucap Nana panjang lebar


"karena apa yang aku mau, itu harus aku dapatkan" ucap Naomi tak mau kalah


"dan perlu aku ingat kan!! suamiku bukan orang yang gampang tergoda, apalagi hanya wanita seperti dirimu, yang dengan sukarela mengumbar aurat kemana-mana. ibaratnya, makanan kalau tidak di bungkus dengan benar, maka orang akan merasa enggan memakan nya, Sama seperti dirimu, Tubuh mu tidak di bungkus dengan benar, maka lelaki akan enggan untuk memiliki mu, kecuali Sama-sama murahan" ucap Nana


Naomi merasa sangat marah, karena secara tidak langsung Nana mengatainya murahan.


melihat Rico keluar dari kamar pribadi nya, Naomi langsung berdiri.


"pak Rico! istri Anda sudah sangat keterlaluan, dia bahkan menghina saya, dan saya tidak terima, saya akan meminta agar papa saya membatalkan kerja sama ini" ucap Naomi dengan emosi yang meledak-ledak dan langsung keluar dari ruangan Rico dan pergi dari kantor Rico


Nana yang mendengarnya pun merasa khawatir, dia takut perusahaan Suami nya akan terkena imbas buruk


melihat kekhawatiran istrinya, rico tersenyum dan langsung menghampiri Nana "kalau mereka membatalkan kerja sama nya, itu tidak akan mempengaruhi perusahaan kita, aku lebih khawatir kalau mereka Masih melanjutkan kerjasama, dan yang bertanggung jawab adalah nona Naomi, aku takut akan mempengaruhi rumah tangga kita" ucap Rico


"kenapa bisa begitu mas?" tanya Nana tidak paham


"aku takut terjadi kesalah pahaman antara kita sayang, aku tidak takut kehilangan harta, tapi aku tidak sanggup kalau kehilangan mu" ucap Rico menggenggam tangan Nana lalu mencium nya


Nana tersenyum mendengar perkataan suami nya


"oh iya, Abrisam nya belum bangun mas" tanya Nana

__ADS_1


"belum sayang, mungkin dia ingin papa dan mamanya bisa berduaan dulu" ucap Rico menarik tangan istrinya dan membawanya ke sofa lalu mendudukkan Nana dipangkuan nya


Nana bersemu merah "mas! nanti ada yang masuk loh" ucap Nana memukul dada suaminya


"tidak akan ada yang berani masuk sayang, kecuali mengetuk pintu dulu" ucap Rico lalu ******* bibir istrinya dengan rakus.


Nana pun ikut terbuai dan membalas ciuman suaminya.


saat mereka sedang menikmati manisnya bibir pasangan nya, tiba-tiba


(brak ) suara pintu terbuka


sontak membuat Rico dan Nana melepaskan tautan bibir nya. dan keduanya sama-sama melihat ke arah pintu, yang ternyata asisten Dika berdiri di dekat pintu dengan canggung, karena sudah melihat bos-nya dan istrinya tengah berciuman dengan panas


"Dika!! bisa nggak sih, kalau mau masuk itu ketuk pintu dulu" ucap Rico marah sekaligus malu


sedangkan Nana langsung masuk ke dalam kamar pribadi suaminya karena merasa malu


"maaf bos, saya tadi sudah mengetuk pintu nya sampai beberapa kali, tapi tidak ada jawaban, saya khawatir takut terjadi sesuatu, saya masuk saja, karena Tadi saya melihat Nana Naomi pergi dengan terbaru-buru " ucap Dika menunduk


"tapi ternyata benar-benar terjadi sesuatu" batin Dika menghela nafasnya


"emmm saya hanya ingin memberitahu bahwa 15 menit lagi bos ada meeting" ucap Dika


"baiklah, saya akan ke sana" ucap Rico


lalu menyuruh Dika keluar lebih dulu


setelah Dika keluar, Rico langsung masuk kedalam kamar pribadinya untuk memberi tahu pada Nana kalau dia akan pergi meeting


"sayang! aku akan...." ucapan Rico terhenti karena ada sebuah bantal yang melayang ke arah nya


"mas!! kau membuat ku malu, aku kan sudah bilang, nanti ada orang masuk, tapi kau tak menghiraukan aku" ucap Nana cemberut


"hahahaha hahaha tapi kau menikmati nya kan" Rico tertawa dan menggoda istrinya


"mas!!!" ucap Nana berteriak

__ADS_1


"sssssut 🤫 nanti Abrisam nya bangun loh, kalau kamu teriak-teriak terus" ucap Rico lalu memeluk Nana dari belakang, dan mencium lehernya


"mas! jangan menggodaku terus, aku bisa tidak tahan nanti" ucap Nana karena Rico mencium dan menjilati leher nya


"hehehehe hehehehe" Rico pun terkekeh


"mas tadi mau membicarakan apa?" tanya Nana


"oh iya, sampai lupa , aku mau meeting sebentar, aku hanya takut kamu nyariin aku, makanya aku mau kasih tau" ucap Rico percaya diri


"ih PD amat kalau aku akan nyariin kamu mas mas" ucap Nana


"tentu saja sayang" ucap Rico


"oh iya sayang, anak-anak pulang sekolah kesini nggak ya?" tanya Rico


"mungkin mereka akan langsung pulang ke rumah mas, soalnya tadi pagi aku sudah nanya Sama mereka, dan mereka bilang mau langsung pulang aja katanya" jawab Nana


"oh gitu. kamu nanti makan siangnya, mau makan di luar atau di sini? kalau di sini biar aku suruh Ina untuk pesan kan buat kita" tanya Rico


"nggak usah mas, nanti aku akan ke kantin bawah aja, aku akan memesan makanan di sana, kamu mau nya makan di sana atau di sini aja?" tanya Nana


"aku ikut kamu saja lah" jawab Rico


"ya udah deh, nanti kalau kamu sudah selesai meeting, dan aku tidak ada di sini, kamu langsung ke kantin bawah aja ya" ucap Nana


"oke! aku meeting dulu ya sayang" ucap Rico lalu mencium kening istrinya


Nana pun mengangguk


setelah kepergian suaminya, Nana merebahkan tubuhnya di dekat Abrisam yang sedang tertidur pulas, niat nya cuma mau rebahan, tapi tanpa sadar Nana malah terlelap.


sekitar satu setengah jam Rico telah menyelesaikan meeting nya, dan kembali ke ruangan nya, lalu mengecek anak dan istrinya di dalam kamar pribadi nya.


dan ternyata Abrisam sudah terbangun dari tidurnya dan sedang memainkan mainan mobil-mobilan nya, sedangkan mamanya tertidur pulas, anehnya Abrisam tidak menggangu mamanya yang sedang tertidur pulas


Rico yang melihat nya hanya menggeleng kan kepalanya, dan menghampiri putranya

__ADS_1


"gantian ya sayang, tadi Mama jagain kamu, sekarang giliran kamu yang jagain......


__ADS_2