
Rico terus berjalan dengan cepat, sampai-sampai beberapa karyawan nya bingung karena biasanya sang bos tidak pernah buru-buru seperti itu , kecuali dulu sebelum mendiang istrinya masih ada,
"ehh pak Rico kenapa?" tanya salah satu karyawan
"entah!" jawab satunya lagi
"kenapa ya?"
dan mereka terus berbisik-bisik dan kebetulan asisten Dika lewat dan melihat karyawan nya yang berkerumunan
"heh kalian mau kerja apa mau gosip?" tegur asisten Dika pada karyawan yang bergosip ria
dan mereka yang mendengar teguran asisten Dika pun ngacir ke tempat masing-masing,
bisa gawat kalau mereka tidak mendengar kan nya
"heh benar-benar nggak ada kerjaan, memang nya mereka mau di pecat , heh aku paling tidak suka orang yang suka gosip" gerutu asisten Dika
"ehh tunggu, apa yang mereka bicarakan ya tadi? tanya nya pada dirinya sendiri
"aku tanyakan saja lah pada yang bergosip tadi,"
"Fara memang nya apa yang kamu bicarakan tadi?" tanya nya pada karyawan wanita yang tadi di sebut nya bergosip
"eh pak" Fara pun menghentikan langkahnya yang akan kembali ke meja nya
__ADS_1
"emmm tadi kami melihat pak Rico pergi buru-buru pak, terus ya pak dia sampai menabrak saya, dan yang lebih mencengangkan dia minta maaf sama saya pak ,biasanya kan nggak, terus biasanya kan, pak Rico nggak pernah buru-buru pergi nya selama ini, mungkin setelah meninggal nya nyonya Mahendra deh, apa mungkin ada nyonya Mahendra yang baru yaa?"jawab Fara panjang lebar sekaligus dengan pertanyaan nya
dan asisten Dika pergi Tampa mengatakan sepatah kata pun,yang membuat Fara kesel
"ih giliran nanya pengin nya di jawab. giliran di tanyain nggak jawab. kan Kessel!"ucap Fara sambil menghentakkan kakinya dan dia pun kembali ke mejanya
sedangkan Rico sudah sampai di sekolah Tasya dan melihat Nana yang lemas mungkin dia kelaparan
Rico pun menghampiri nya
"ehhhemmm" Rico ber dehem dan mengalihkan perhatian Nana
"eh pak Rico, katanya mau jemput nanti jam makan siang? ini kan masih jam sebelas pak" tanya Nana yang tak kunjung mendapat kan jawaban
bukan nya menjawab pertanyaan Nana Rico malah Balik nanya
"tidak pak"
"kamu sudah sarapan?"
Nana hanya menggeleng
Rico pun menghela nafas se banyak-banyak nya dan berkata. "lain kali jangan sampai lupa sarapan ya? dan maaf tadi saya lupa kasih kamu uang, ya sudah kita cari makan saja dulu"
"tapi pak , nanti kalau non Tasya keluar dari kelas gimana?"
__ADS_1
"Tasya nanti keluar jam satu, dan sekarang masih jam 11: 30, kita masih punya waktu.
ayo nanti kamu sakit lagi, aku nggak mau kalau kamu sakit, nanti tasya sedih lagi, ya sudah ayo
"iya pak, tapi jangan jauh-jauh ya!"
"iya ayo, kamu mau makan apa?"
"memang boleh saya yang pilih ?"
"boleh"bjawab Rico singkat
setelah mendengar jawaban Rico, Nana menghentikan langkahnya, setelah melihat ada yang jual bakso, dan Nana menghampiri nya. "saya mau makan bakso" nana pun langsung duduk di bangku milik mang bakso nya
"pak bakso satu ya"
" pak Rico mau makan juga kan?"
Rico hanya mengangguk karena Rico pikir pengin ngajak Nana makan di restoran.
"ya sudah lah, dari pada nggak makan" pikir Rico
Nana pun sudah mendapatkan baksonya, dan menambah kan saos, kecap,dan sambalnya yang banyak, dan langsung memakannya, kelihatan nya enak
"emang nggak panas nanti perutnya?" tanya Rico
__ADS_1
Nana hanya menggeleng saking enaknya mungkin.
setelah selesai makan, mereka pun kembali ke sekolah Tasya , karena memang tadi yang beli bakso hanya keluar dari gang sekolah Tasya