
"waalaikumsalam!" jawab mamanya Bram
"anak kecil? siapa Ros malam-malam ada anak kecil" tanya Oma Mayang
"nggak tau ma" ucap mamanya Bram
"Mama! papa! oma" ucap Bram sambil menggandeng tangan aisyah, Tasya dan Joli.
sedangkan Dona masih di luar, dia masih mengambil tas anak-anak dan menyuruh Bram membawa anak-anak masuk ke dalam rumah terlebih dahulu
orang tua nya yang melihat Bram menggandeng anak kecil ke rumah nya merasa kaget, begitu pun dengan nenek nya.
lalu Mama dan papanya Bram menghampiri putranya
"Hai nenek! Hai kakek!" ucap anak-anak
lalu anak-anak Salim dan mencium punggung tangan orang tuannya Bram secara bergantian lalu menghampiri Oma yang duduk di kursi roda
"Hai nenek!" ucap aisyah lalu mengambil tangan Omanya Bram lalu menciumnya, diikuti oleh Joli dan Tasya
"hai sayang! " ucap Omanya Bram, dia senang dengan adanya anak kecil di rumah nya, anak-anak dan Oma mengobrol dengan ceria, mereka cepat akrab.
sedangkan Bram sudah di tarik oleh papa dan mamanya ke dalam ruang kerja papanya
"sekarang jelas kan, dimana ibu mereka?" tanya papanya Bram
"ibu siapa pa? ibunya anak-anak tadi?" tanya Bram belum mengerti dengan ucapan papanya
"iya! cepat katakan, dimana ibu mereka? kenapa kau baru membawa mereka ke rumah ini, kenapa sampai mereka besar nak? kenapa kau tidak membawa ibu mereka juga?" kini Mama nya yang bertanya secara beruntun
"ya mereka di rumah nya lah ma! masa Bram harus membawa ibunya juga sih" ucap Bram belum mengerti kalau orang tua nya saat ini sedang salah faham
"apa kamu bilang? sejak kapan kamu jadi brengsek begini sih nak? kenapa kamu menghamili anak orang, dan kamu tidak bertanggung jawab atas perbuatan kamu, sampai anak-anak kamu gede Begitu" ucap Mama Ros dan memukuli anak nya dengan membabi buta
"menghamili? anak-anak?" tanya Bram dan membiarkan mamanya memukuli nya
"iya! mereka anak-anak kamu kan? dan kamu tidak mau bertanggung jawab?" ucap Mama Ros sambil terus memukuli anak nya
"stop dulu ma! dengarkan penjelasan Bram dulu!" ucap Bram
"penjelasan apa? Mama kecewa sama kamu Bram!" ucap mamanya
__ADS_1
Bram pun menghela nafas panjang
"pa tolong bantu Bram, buat menjelaskan semua nya" ucap Bram
papanya yang penasaran dengan apa yang akan Bram katakan, menyuruh istrinya untuk diam dan mendengarkan penjelasan putranya dulu
"mama! ada baiknya kita mendengar penjelasan Bram, Mama duduk" ucap papa Fatir.
dengan berat hati Mama Ros menuruti perkataan suaminya, karena sebenarnya mama Ros juga penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi
"katakan" ucap papa Fatir
"anak-anak itu, anak nya teman-teman Dona pa! ma!" ucap Bram sambil menghela nafas berat
"apa!!!" ucap Mama dan papanya Bram kaget, karena mereka sudah menghakimi putranya.
dan Bram pun mengangguk
"Dona mengajak mereka menginap di sini, karena sudah berjanji untuk tidur dengan mereka, tapi Oma menyuruh ku menjemput nya, sebenarnya Dona menolak untuk pulang sekarang, karena dia sudah terlanjur janji untuk tidur dengan anak-anak itu, tapi Bram menyarankan agar Dona mengajaknya untuk menginap di sini, dengan begitu Dona bisa melakukan dua hal sekaligus, satu dia bisa memenuhi janjinya, dan ke-dua dia bisa memenuhi keinginan Oma. dan aku tidak tahu kalau kejadian nya akan begini, kalau aku tahu Mama dan papa akan salah faham begini, Bram tidak akan menyarankan Dona mengajak anak-anak kesini, biarin aja dia menginap di rumah temannya" ucap Bram panjang lebar
"oh begitu? Mama minta maaf ya" ucap Mama Ros cengengesan
"papa juga minta maaf karena sudah salah faham" ucap papa Fatir
setelah sampai di sana, anak-anak, Dona dan Oma sedang mengobrol sambil sesekali tertawa, Mama dan papanya Bram yang melihat Oma begitu bahagia dengan kehadiran anak-anak, mereka tersenyum, karena semenjak Oma lumpuh, Oma tidak pernah tersenyum, karena dia merasa dia sudah membebani anak dan menantunya.
"ibu! bapak!" ucap Dona yang melihat kedatangan majikan nya
Mamanya Bram mengangguk, lalu duduk di dekat anak-anak
"halo! boleh Oma tahu nama kalian?" tanya Mama Ros
"boleh Oma, namaku aisyah" ucap aisyah
"namaku Joli" ucap Joli
"kalau aku Tasya! anaknya papa Rico dan mama Nana adiknya kakak aisyah dan calon istrinya asisten Dika" ucap tasya
Bram dan keluarga nya yang mendengar perkataan Tasya tertawa
"oh! jadi kamu sudah punya calon suami?" tanya Mama Ros
__ADS_1
"iya Oma! calon suami masa depan" ucap tasya
mereka semua mengobrol, saking asyiknya mereka sampai lupa waktu, sampai jam menunjukkan pukul 10
"Oma tidur ya" ucap Dona yang baru sadar sudah larut malam
"tapi Oma masih mau bersama mereka" ucap Oma
"Oma! anak-anak juga harus istirahat, udah malam, kasihan mereka" ucap Bram
"tapi! Oma mau tidur Sama mereka" ucap Oma
setelah berdebat, akhirnya anak-anak tidur di kamar Oma, karena ranjangnya Oma besar jadi muat untuk anak-anak juga. sedangkan Dona tidur di sofa.
Dona menemani anak-anak sambil membacakan sholawat untuk mereka, setelah anak-anak tidur, Dona turun dari ranjang dan menghampiri Oma disisi lain nya, Oma Belum tidur saking bahagianya dia karena adanya anak kecil di rumah nya
"Oma minum obat dulu ya? habis itu Oma tidur, biar besok Oma bisa bermain dengan mereka lagi" ucap Dona agar Oma mau tidur.
oma Pun mengangguk dan meminum obat nya lalu merebahkan tubuhnya di bantu oleh Dona, setelah beberapa saat Oma sudah terlelap
adzan subuh, aisyah dan Tasya terbangun, begitu pun dengan Joli
Dona yang baru keluar dari kamar mandi, mendapati anak-anak sudah bangun
" kalian sudah bangun?" ucap Dona
"iya Tante! kami mau sholat subuh" ucap aisyah
Oma yang mendengar suara anak-anak sudah bangun dia pun terbangun
" kalian sudah bangun? kanapa pagi sekali?" tanya Oma
"iya Oma! kami mau sholat subuh" jawab aisyah
"sholat subuh?" tanya Oma lalu meneteskan air matanya, karena dia sudah lama tidak melaksanakan sholat
"kenapa Oma menangis" tanya aisyah lalu menghampiri Oma dan mengusap kan Air mata nya
"orang tua kalian pasti bangga memiliki kalian, yang rajin beribadah, sedangkan Oma yang sudah tua begini, Oma begitu jauh dari yang maha kuasa, apakah taubat Oma akan di terima? sedangkan Oma sebentar lagi akan mati" ucap Oma sedih dan malu karena sudah jauh dari Tuhan Nya
"tidak ada kata terlambat Oma! selagi kita bersungguh-sungguh untuk bertaubat, insyaallah Alloh SWT akan menerima taubat Oma" ucap aisyah
__ADS_1
"iya Oma......