
"oooh begitu?" ucap Rumi
setelah beberapa saat kemudian, terdengar suara mobil.
"mungkin itu pak Jaja, soalnya kata mas Bram aku akan di jemput sopir nya" ucap Dona lalu melihat siapa yang datang, dan ternyata Bram sendiri yang menjemput nya, karena permintaan sang nenek
Rumi dan Nana juga mengikuti Dona melihat siapa yang datang
"waaah sopir nya ganteng banget Don!" ucap Rumi setelah melihat orang yang keluar dari dalam mobil
Dona memutar bola matanya jengah dengan ucapan sahabat nya
"emang benar don? dia itu sopir Don? kok ganteng banget?" tanya Nana
"udah deh na! nggak usah ikut-ikutan gesrek nya teman mu deh! dia itu mas Bram! anak majikan ku" ucap Dona
"jadi kata kamu aku gesrek begitu?" ucap Rumi yang tak terima di Sebut gesrek
"uuuussst jangan berisik!! orang nya udah dekat tu!" ucap Dona menempel kan jari telunjuk di bibirnya, agar Rumi tidak berbicara lagi
"ih kesel" ucap Rumi menghentak kan kakinya
"mas Bram! bukan nya pak Jaja yang menjemput saya?" tanya Dona setelah Bram sudah berdiri di dekat nya
"nenek menyuruh, agar saya sendiri yang menjemput mu" jawab Bram
__ADS_1
"oh " ucap Dona mengangguk kan kepalanya
"oh iya pak! kenalkan, ini sahabat-sahabat saya, ini Rumi teman saya yang datang dari kampung, dan ini Nana tuan rumah ini" ucap Dona pada Bram
Bram pun mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Rumi dan Nana. Rumi pun menyambut uluran tangan Bram dan mereka pun bersalaman. tapi ketika Nana ingin bersalaman juga, rico malah mengambil tangan istrinya dan menggantikan tangan Nana untuk bersalaman dengan Bram.
"Rico! dan ini istri saya" ucap Rico
"ck mas Rico! orang aku cuma mau bersalaman" ucap Nana
"tidak boleh sayang!! bukan muhrim!" ucap Rico
"alasan " ucap Nana
Bram pun mengangguk
lalu Rico mempersilahkan Bram masuk ke dalam rumah Nya, setelah sampai di ruang tamu "silahkan duduk Bram" ucap Rico mempersilahkan Bram duduk.
dan Bram pun duduk di sofa ruang tamu.
sedangkan Ramzi yang baru keluar dari dalam kamarnya, melihat istrinya yang terpesona melihat ketampanan Bram
"siapa ya?" tanya Ramzi sambil melirik istrinya yang terpesona pada orang lain dan Ramzi hanya menggeleng kan kepalanya
"ingat mata sayang!!" ucapnya pada istrinya
__ADS_1
"mas! ini anak nya majikan Dona! dia mau menjemput Dona ke sini!" jawab Nana
"oh!! kenalkan saya Ramzi " ucap Ramzi bersalaman dengan Bram
"saya Bram! mas pasti suami nya mbak ini?" ucap Bram
"iya benar " jawab Ramzi
Bram pun mengangguk mendengar jawaban Ramzi
"kenapa istrinya centil begini? kalau aku punya istri yang melirik dan terpesona pada pria lain di depan aku! aku pastikan! aku akan mengurung dirinya di dalam kamar, dan tidak akan membiarkan dia keluar dari kamar" batin Bram
"Bram! Bram! Bram!!" panggil Rico mengibas-ngibaskan tangan nya di depan wajah Bram, karena Bram di ajak ngobrol malah bengong
Bram pun tersadar "ehh iya? kenapa?" tanya Bram
"tidak ada! kami tadi hanya bertanya, apakah kamu sudah mempunyai istri, tunangan atau pacar? tapi kamu malah bengong! kami hanya takut kamu kenapa-kenapa". ucap Rico
"emmmm saya masih single" jawab Bram
Rico dan Ramzi pun mengangguk
"waaah orang seganteng mas Bram, tidak punya pasangan" ucap Rumi geleng geleng kepala
benar! saya memang single....
__ADS_1