Duda&Janda

Duda&Janda
116 bar bar


__ADS_3

"gantian ya sayang! Tadi Mama yang jagain kamu, sekarang giliran kamu yang jagain Mama hehehe" ucap Rico terkekeh melihat istrinya yang tertidur pulas tapi yang di temani tidur malah memainkan mainan nya


"pa pa ssssuuuutt 🤫" Abrisam menaruh satu jari telunjuk nya di bibir, agar papanya diam. Abrisam meniru Mamanya saat kakak-kakak nya sedang tidur, dan Abrisam berisik, maka Nana akan melakukan hal yang sama, menaruh jari telunjuk nya di bibir🤫


"hehehehe pinter banget sih anak papa ini" ucap Rico terkekeh "ya udah yuk kita ke ruangan papa saja, biar kan mama istirahat sebentar, Abrisam Sama papa, temani papa kerja ya sayang" ucap Rico pada putranya


seakan mengerti dengan ucapan papanya, Abrisam mengangguk


lalu Rico pun langsung membawa anak nya keluar dari dalam kamarnya


"sebentar lagi makan siang, biar aku suruh Ina pesankan makan di kantin" ucap Rico lalu menghubungi sekertaris nya. Tut Tut Tut


",...,.'''.''''',.."


"Ina ! tolong kamu pesankan makanan untuk ku dan istriku di kantin bawah, suruh antar ke sini saja, soalnya istri ku masih tidur" ucap Rico


",.,.,.''',...,..."


"apa saja, terserah kamu" jawab Rico


",.,....'''''.'...."


"iya terimakasih" ucap Rico lalu menutup sambungan telepon nya


lalu Rico melirik putra nya yang Masih serius bermain dengan mobil-mobilan nya


sedangkan di dalam kamar, Nana yang terbangun merasa kaget karena putranya tidak ada di samping nya


Nana pun panik "mas!! mas Rico! Abrisam mas" teriak Nana lalu tergesa-gesa keluar dari dalam kamarnya, saking paniknya, bahkan Nana tidak melihat suaminya yang duduk di kursi kebesaran nya, dan Abrisam berada di samping nya, yang Rico letak kan di kursi khusus untuk anak kecil.


Nana terus berlari, ingin keluar dari ruangan suaminya, dan pergi ke ruang meeting karena setahu Nana suaminya sedang meeting.


tapi saat akan membuka pintu "ehhhemmm"


Rico berdehem dengan keras, agar istrinya tidak keluar dari ruangan nya, tapi saking paniknya, Nana tak mendengar deheman suaminya, dia mencoba membuka pintunya, tapi tidak bisa, karena Rico Sudah menguncinya


"kenapa tidak bisa di buka sih, nggak tahu apa orang lagi panik begini," ucap Nana menendang pintu saking emosi nya karena pintunya tak kunjung bisa di buka, lalu Nana menoleh ke kanan dan ke kiri, dan melihat tongkat baseball, lalu mengambilnya dan ingin memukulkan nya pada pintu kaca


Rico yang sejak tadi sudah mengambil Abrisam dan menggendong nya, melihat kelakuan istri cantik nya yang bar bar saat sedang panik "CK ck ck" Rico geleng-geleng kepala


saat Nana sudah akan memukulkan tongkatnya "e e e sayang!! apa yang akan kamu lakukan? kamu mau memecahkan pintu kacanya? kamu mau aku rugi dengan harus mengganti pintu kaca yang sudah kamu pecahkan hehehehe" ucap Rico terkekeh karena tingkah laku istrinya

__ADS_1


saat melihat suaminya sedang menggendong Abrisam, sontak membuat Nana senang. dan tanpa sadar menjatuhkan tongkat baseball nya tepat mengenai kaki suami nya.


"AW sssssstt " Rico meringis kesakitan memegangi kakinya yang tertimpa tongkat baseball karena ulah istrinya


tanpa menghiraukan Suami nya yang kesakitan, Nana langsung mengambil Abrisam dari tangan suaminya


"sayang!! kau membuat mama ketakutan" ucap Nana menciumi putranya


"ma ma hahaha" Abrisam tertawa senang karena Mama nya sudah bangun


"sayang! kau bahkan tidak menghiraukan Suami mu yang kesakitan ini" ucap Rico mengusap-usap kaki nya yang sakit


Nana pun langsung menghampiri suaminya yang kesakitan


"kau kenapa mas?" tanya Nana tanpa rasa bersalah


"pake nanya lagi, ini semua karena mu yang melempar tongkat baseball ke kaki ku" ucap Rico


"hehehehe maaf" ucap Nana cengengesan


lalu Nana membantu suaminya memijit kaki nya, tak lama setelah nya ada yang mengetuk pintu (tok tok tok )


"mungkin Ina mengantar orang kantin, aku memesan makanan Tadi, dan menyuruh agar di antar ke sini" ucap Rico


"oh, ya sudah aku bukain pintu dulu" ucap Nana lalu membuka pintu


"maaf Bu, saya mengantar Mbak Yuni mengantar kan makanan untuk pak Rico dan Bu Nana" ucap Ina


"iya, silahkan masuk" ucap Nana dan memberi ruang agar Yuni bisa masuk ke dalam


Yuni pun langsung masuk dan menyajikan makanan dan minuman yang dia bawa.


lalu setelah nya dia pamit keluar


setelah kepergian Yuni dan Ina.


"jadi kamu sudah memesan makanan mas?" tanya Nana


"iya lah, orang yang katanya mau nungguin aku di kantin malah tertidur pulas" ucap Rico menyindir istrinya


"hehehehe hehehehe" Nana hanya nyengir kuda

__ADS_1


"ya udah yuk makan, habis ini kita sholat Dzuhur" ucap Rico


"emang udah adzan Dzuhur ya?" tanya Nana


"coba kamu lihat jam" ucap Rico


sontak Nana langsung memandang ke arah jam , dan ternyata sudah pukul 12:45


"ternyata aku lama juga ya tidur nya" gumam Nana


lalu Nana mengambil kan makanan untuk suaminya dan untuk dirinya sendiri, sedangkan Abrisam dibiarkan di atas kursi nya dan di berikan cemilan


Nana dan Rico pun memakan makanan nya. setelah selesai, mereka pun sholat Dzuhur


"sayang! habis ini mas mau meeting lagi, nggak apa-apa kan kalau kamu tinggal lagi?" ucap Rico


"meeting nya di mana mas? di sini atau ke luar? kalau ke luar aku ikut ya? aku janji deh, aku tidak akan mengganggu meeting nya mas Rico" ucap Nana


"di luar sih, tapi kamu nggak apa-apa kan kalau misalnya nanti mas meeting, kamu sendirian" tanya Rico


"ya nggak apa-apa, dari pada di tinggal di sini, bosen tau" ucap Nana cemberut


"ya sudah ayo" ajak Rico


setelah menyiapkan keperluan Abrisam, mereka pun pergi ke restoran di mana klien nya membuat janji temu, di temani oleh asisten Dika dan sekertaris Ina


setelah sampai, ternyata Naomi dan papa nya sudah datang lebih awal, ya klien yang ingin bertemu adalah papanya Naomi, yang di minta Naomi agar membuat janji temu dengan Rico, Rico sih mau mau saja, kerja sama nya di batalkan, itu akan lebih baik untuk rico.


sedangkan Nana tidak ikut bergabung dengan mereka yang sedang ingin meeting. Nana memilih duduk di tempat lain, karena tidak ingin mengganggu pekerjaan Suami nya


"hallo pak Rico" ucap papa nya Naomi mengulurkan tangannya untuk bersalaman


dengan senang hati, Rico menerima uluran tangan dari papanya Naomi dan bersalaman


Naomi pun ingin bersalaman juga, tapi rico hanya mengatupkan kedua tangannya. sebagai tanda masih menghormati


dengan rasa malu, Naomi kembali menarik tangan


dan mereka pun mulai membicarakan tentang bisnis nya, dan ternyata papa Naomi tidak membatalkan kerja sama nya, dan itu adalah permintaan dari Naomi sendiri, kalau kerja sama nya di batalkan, bagaimana Naomi bisa modus deketin Rico


"aku pikir kerja sama nya akan di...

__ADS_1


__ADS_2