Duda&Janda

Duda&Janda
126 Nana Sadar


__ADS_3

"doa kan saja ya sayang, semoga mama kalian baik-baik saja" ucap Bu Sofia mengusap kepala cucu-cucu nya secara bergantian.


anak-anak pun mengangguk


***


hingga satu bulan lamanya, Nana Masih betah dalam komanya


Rico selalu setia menemani istrinya, Rico mengerjakan pekerjaan nya di rumah sakit, Rico akan pergi ke kantor nya hanya saat ketika ada pekerjaan penting atau meeting penting yang tidak bisa di wakili oleh Dika, tapi kalau masih bisa di handle Dika maka Rico tidak akan ke kantor, dia akan menemani istrinya. dan saat hari libur, maka Rico akan mengajak anak-anak untuk menemui mama nya, Rico akan mengajak anak-anak berbicara Dengan mamanya, karena kata dokter, Nana harus sering di ajak komonikasi, karena sebenarnya di alam bawah sadar nya, Nana bisa mendengar semuanya.


"sayang! apa kamu tidak kasihan pada anak-anak, ibu dan aku, kami semua begitu merindukan mu, kami rindu kasih sayang kamu. kami juga rindu saat-saat kita berkumpul dan tertawa bersama, oh iya sayang, Rumi juga sudah mengadakan empat bulan kehamilan nya loh kemarin, seharusnya kan kita menghadiri nya, tapi kamu malah tiduran di sini" ucap Rico lalu mencium punggung tangan istrinya yang selalu di genggaman erat oleh Rico "sayang! bangun ya, Abrisam juga selalu nyariin mamanya, dia selalu memanggil mamanya. masa sih kamu tega membiarkan kami terlantar seperti ini" ucap Rico menahan tangisnya


saat ini anak-anak juga ikut mengunjungi Mamanya yang terbaring koma di rumah sakit


mereka juga ikut menggenggam tangan Mamanya yang satu lagi


"Mama! kami kangen sekali Mama" ucap aisyah lalu mencium pipi Mama nya


"ayo ma bangun!! kami sangat membutuhkan mama, kami butuh Mama" ucap tasya sesenggukan dan mencium tangan Mamanya


Abrisam pun mengikuti apa yang di lakukan oleh kakak-kakak nya, dia memegang jari telunjuk mamanya "Mama!! Mama !!" ucap Abrisam


tanpa di duga, jari yang di genggam oleh Abrisam bergerak


tapi Rico tidak menyadari nya, karena jari yang bergerak sedang di genggaman oleh Abrisam


"Mama!! Mama!! " ucap Abrisam lagi


"aisyah, tasya!! jagain adik kalian dulu ya, papa mau ke kamar mandi sebentar" ucap Rico yang kebelet ke kamar mandi, lalu pergi ke kamar mandi setelah mendapat anggukan kepala dari aisyah dan Tasya, Rico pergi tanpa melihat ke arah istrinya yang mulai membuka matanya


"Mama!!! Alhamdulillah ya Allah! mama sudah bangun" ucap aisyah antusias saat melihat mamanya sudah terbangun

__ADS_1


anak-anak tertawa bahagia dengan sadar nya Mama mereka


saat keluar dari kamar mandi, Rico bingung melihat anak-anak nya tertawa kegirangan. Rico belum melihat istrinya yang sudah sadar dari komanya


"kenapa sa...." ucapan Rico terpotong karena kaget melihat istrinya sudah membuka matanya dan tersenyum kepadanya


Rico meneteskan air mata bahagia.


"sayang!!! Alhamdulillah akhirnya kamu sadar, aku panggil dokter dulu ya" ucap Rico lalu berlari keluar untuk memanggil dokter, padahal kan kalau untuk memanggil dokter tinggal memencet bel yang berada di atas ranjang nya.


memang kalau orang yang bahagia itu lupa segalanya


Tasya yang melihat nya hanya menggeleng kan kepalanya, lalu menekan tombol untuk memanggil dokter


sedangkan Rico yang berlari ke arah ruangan dokter, di tengah jalan bertemu dengan dokter yang sepertinya buru-buru


"loh dokter mau kemana?" tanya Rico bingung


lalu mengikuti langkah dokter tersebut


setelah sampai di ruangan Nana


"anak-anak! kalian tunggu di luar dulu ya? om dokter mau periksa ke adaan Mama kalian dulu" ucap dokter yang akan memeriksa keadaan Nana


dengan patuh aisyah dan Tasya menuntun Abrisam dan membawanya keluar dari ruangan Mama nya di rawat selama ini


"CK ck ck" tasya berdecak dan menggeleng kan kepalanya saat bertemu papanya di ambang pintu


"senang sih senang pa! tapi jangan lupa diri dong" ucap tasya menggoda papanya


"kalian ini" ucap Rico lalu hendak masuk ke dalam, tapi saat akan masuk suster melarang nya

__ADS_1


"maaf pak, jangan masuk dulu, biar kan dokter meriksa keadaan istri Anda dulu" ucap salah satu suster melarang Rico masuk.


Rico pun langsung keluar


saat melihat papanya keluar juga "ck ck ck pa pa" lagi-lagi tasya berdecak dan menggeleng kan kepalanya


"hhhuuff" Rico hanya menghembuskan nafasnya tanpa menghiraukan putri nya yang selalu menggoda nya


"kamu ini" ucap Rico


setelah beberapa saat, dokter pun keluar.


saat dokter keluar, Rico buru-buru menghampiri dokter tersebut


"selamat pak Rico, semuanya baik-baik saja, saya turut bahagia merasakan nya" ucap dokter tersenyum tulus


"terimakasih dok" ucap Rico lalu menjabat tangan Dokter


***


setelah satu Minggu setelah Nana Sadar, dokter pun mengijinkan Nana di bawa pulang


"mas! terimakasih ya? sudah setia menunggu ku" ucap Nana setulus hati


"tidak perlu berterimakasih sayang pada orang yang mencintai mu" ucap Rico menciumi kening istrinya


Rico mengangkat tubuh istri nya lalu meletakkan nya di kursi roda setelah sampai di depan rumah nya, lalu mendorong nya memasuki rumah nya


setelah membuka pintu rumah nya


(dor!!!) anak-anak menyambut kepulangan Mamanya dengan antusias, dengan menyiapkan ucapan selamat datang di dinding kamar nya

__ADS_1


__ADS_2