Duda&Janda

Duda&Janda
99 aqiqah Han baby Abrisam


__ADS_3

"Joli mau gendong adik Abrisam?" tanya nana,


dengan semangat Joli mengangguk


" tidak boleh sayang! kakak Joli, tunggu adik Abrisam besar dulu ya? baru kakak Joli bisa gendong Adik Abrisam" ucap Nana


Joli lagi-lagi mengangguk tapi sekarang kurang semangat


sebenarnya aqiqah Han dan potong rambut nya baby Abrisam mau di laksanakan di hari ketujuh kelahirannya, tapi Bu Sofia melarang nya, takut baby Abrisam kenak penyakit (ain) semacam gangguan jin yang mengganggu bayi baru lahir, Bu Sofia hanya takut dan menghindari nya.


Rico menghampiri istrinya dan mengatakan kalau acaranya akan segera di mulai


"sayang!! ayo, acaranya mau di mulai" ucap Rico


Nana pun mengangguk dan mengikuti suaminya naik ke atas panggung yang Sudah di siapkan


dan acaranya pun di mulai, semua adat istiadat pun di lakukan



seperti memotong rambut baby Abrisam dan lain lain



mereka mengabadikan momen yang membahagiakan ini dengan berfoto-foto.

__ADS_1


setelah acaranya selesai.


"Alhamdulillah! akhirnya acaranya berjalan lancar ya sayang, mas senang deh" ucap Rico yang menemani istrinya, yang memberi ASI eksklusif untuk baby Abrisam


"iya mas Alhamdulillah" ucap Nana


"sayang! pelan-pelan papa tidak akan merebut nya, tenang saja" ucap Rico yang melihat baby Abrisam menyedot ASI nya dengan sangat rakus


"tapi kalau nanti malam,maka itu milik papa,kau mengerti" ucap Rico lagi pada putranya yang belum tentu mengerti dengan apa yang di ucapkan nya


"apa mas?" tanya Nana yang belum mengerti dengan apa yang di maksud oleh suaminya


"ya tentu saja kamu sayang" ucap Rico "dan ini" sambung nya lalu sedikit meremas payudara istrinya yang satu nya, yang tidak di minum oleh Baby Abrisam


"dasar mesum! tapi mas" ucap Nana


"kayak nya malam ini jangan dulu deh" ucap Nana ragu-ragu takut menyinggung perasaan suaminya


"kenapa sayang" tanya Rico


"aku belum siap hamil lagi mas, tunggu aku suntik KB dulu ya" ucap Nana


"baik lah! apa sih yang nggak buat kamu, besok mas antar ke klinik ya untuk suntik KB, untuk saat ini mas juga belum mau, kalau kamu hamil lagi, biar kamu fokus mengurus anak-anak dulu" ucap Rico mencium kening istrinya


"terimakasih ya mas" ucap Nana tulus lalu mengecup bibir Suami nya sekilas

__ADS_1


"mas keluar dulu ya sayang! mas mau ngobrol-ngobrol sama mas Ramzi" ucap Rico pada istrinya


Nana pun mengangguk


setelah menyusui baby Abrisam, Nana keluar dari kamarnya dengan menggendong Beby Abrisam, dia menghampiri keluarga dan sahabatnya


"sini Na! biar aku yang gendong Baby Abrisam nya" ucap Dona


Nana pun langsung memberikan baby Abrisam pada Dona


sedangkan Rumi tidak berani menggoda Dona lagi


"pa! adik Abrisam lucu ya? aku mau adik kayak baby Abrisam" ucap Joli pada papanya


semuanya pun langsung tertawa mendengar perkataan Joli


"minta aja sama mama nak" ucap Ramzi pada putrinya


"ma! aku mau punya adik kayak baby Abrisam" ucap Joli pada Mama


"emangnya buat adik itu gampang apa Jol ? "ucap Rumi cemberut


"mungkin Joli pikir kaya membuat donat hehehehe" ucap Nana terkekeh


"biarin, biar Rumi tahu, kalau anaknya minta adik itu, bikin pusing, kalau Joli mah mendingan, nggak nangis, lah Rumi dulu waktu kecil, minta adik nya sampai nangis-nangis hehehe" ucap Bu Sofia terkekeh mengingat tingkah Rumi dulu

__ADS_1


"ibu mah gitu!! ...


__ADS_2