
"sayang! maaf kan aku ya" ucap Rico mengecup punggung tangan istrinya "memang Suami yang tak berguna, bahkan untuk melindungi kalian saja aku tidak mampu" ucap Rico menangis
setelah beberapa saat di dalam, Rico keluar agar mertuanya juga melihat ke adaan putrinya
setelah mertuanya sudah masuk, Rico pun langsung menghampiri Dika
"bagaimana dik? apa kamu sudah menemukan siapa yang sudah menabrak istriku?" tanya Rico
Dika sedikit ragu untuk mengatakan nya
"katakan saja dik" ucap Rico
"setelah saya melihat rekaman cctv yang berada di tempat kejadian, ternyata yang menabrak nyonya Nana adalah nona Naomi bos" ucap Dika
"apa!!! " Rico kaget, karena tidak menyangka ternyata Naomi begitu terobsesi pada nya sampai-sampai dia mencelakai istrinya
"dan saya juga sudah melaporkan dia pada pihak berwajib, dan Nona Naomi sudah di tangkap semalam, walaupun awalnya dia sempat mengelak" ucap Dika
"bagus, dan saya akan kesana, saya mau menemuinya, " ucap Rico dengan nada marah yang di tertahan
"untuk apa bos Rico kesana?" tanya Dika
"untuk menanyakan kepada nya, kenapa dia tega mencelakai hidup orang hanya untuk obsesi nya" ucap Rico
"kamu di sini saja, temani ibu, kalau beliau bertanya, bilang saja kalau saya ada urusan sebentar" ucap Rico
Dika pun mengangguk
***
saat ini Rico sedang duduk di kursi yang di khusus kan untuk pengunjung tahanan, sekitar 10 menit menunggu, Naomi datang dengan memakai baju tahanan. Naomi menunduk antara malu,menyesal dan rasa bersalah manjadi satu, itu semua karena di awali cinta dan obsesi.
Naomi gelap mata hanya karena dia mencintai Rico, bukan cinta lebih tepatnya terobsesi untuk memiliki Rico.
__ADS_1
"puas! Anda puas Nona Naomi? Anda sudah membuat saya hampir kehilangan istri saya, dan kalau sampai itu terjadi, seumur hidup saya tidak akan pernah memaafkan anda" ucap Rico emosi
"maaf" satu kata yang keluar dari mulut Naomi
"saya tidak butuh kata maaf Anda, dan anda harus mempertanggung jawabkan perbuatan Anda, Anda berdoa saja semoga istri saya baik-baik saja, kalau istri saya sampai kenapa-kenapa, maka anda akan melihat bagaimana seorang Rico mahendra bertindak, bahkan dia rela masuk penjara hanya untuk membalas perbuatan seseorang yang membuat nya kehilangan istri nya" ucap Rico dengan kobaran api amarah, kalau saja amarah Rico benar-benar keluar api, maka sudah pasti saat ini Naomi sudah terbakar tak tersisa
setelah mengatakannya, Rico pergi tanpa mau mendengar perkataan Naomi
saat akan masuk ke dalam mobil nya, rico bertemu dengan tuan Austin jovanka ayah dari nona Naomi
"pak Rico, bisa kita berbicara sebentar" pinta tuan Austin, tuan Austin yang ingin menemui putri nya jadi urung, karena dia ingin berbicara dengan Rico dari hati ke hati
sebenarnya Rico enggan berbicara, di samping dia kecewa pada Naomi dia juga khawatir dengan keadaan istrinya dia ingin cepat-cepat ke rumah sakit
tapi akhirnya Rico menyetujui nya
saat ini Rico dan tuan Austin sedang duduk di sebuah kafe
"sebelumnya saya minta maaf pak Rico, saya benar-benar tidak menyangka, Putri saya bisa tega menabrak istri Anda" ucap tuan Austin merasa bersalah
"sudahlah tuan Austin, ini kesalahan putri Anda, bukan kesalahan Anda, walaupun sebenarnya saya sangat kecawa, tapi tidak mungkin bukan kalau saya meng ikut serta kan Anda dalam hal ini" ucap Rico
"jadi Anda mengajak saya berbicara, ingin membicarakan soal apa?" tanya rico to the points
"saya hanya ingin meminta maaf kepada Anda untuk semua yang telah putri saya lakukan terhadap keluarga Anda, saya tidak akan meminta Anda untuk meringankan hukumannya, saya juga mau dia mempertanggung jawabkan perbuatannya. tapi saya pribadi memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Anda dan keluarga" ucap tuan Austin setulus hati
"berat untuk saya memaafkan perbuatan nya, karena perbuatannya itu, saya hampir saja kehilangan istri dan anak-anak saya, kalau saja istri saya tidak menyelamatkan ke-dua putri saya, mungkin bukan hanya istri saya yang terbaring koma di rumah sakit, tapi juga ke-dua putri saya, bahkan mungkin mereka akan tiada karena perbuatan putri Anda " ucap Rico sudah berkaca-kaca karena mengingat istrinya yang terbaring koma di rumah sakit
"Iya, saya faham" ucap tuan Austin
"baiklah tuan Austin, seperti nya sudah tidak ada lagi yang mau di bicarakan, saya harus ke rumah sakit secepatnya,
dan ya, mungkin kalau ke adaan istri saya sudah baik-baik saja, saya akan mencoba memaafkan nya, tapi dia harus menjalani proses hukum" ucap Rico
__ADS_1
"iya, silahkan" ucap tuan Austin mempersilahkan
***
setelah sampai di rumah sakit, Rico langsung menghampiri mertuanya yang berada di depan ruangan istrinya
"ibu! sebaiknya ibu pulang ya, biar aku saja yang menjaga Nana di sini" ucap Rico pada mertuanya
"tapi ibu ingin di sini nak, ibu khawatir dengan keadaan putri ibu" ucap Bu Sofia dengan Nana khawatir
"Bu! kalau ibu di sini, siapa yang jagain anak-anak di rumah? pasti saat ini anak-anak sedang khawatir dan nyariin mamanya, karena kita semua tidak ada yang pulang. kalau ibu pulang, ibu kan bisa menenangkan mereka, ibu juga harus ber istirahat, kalau ada apa-apa, Rico pasti akan mengabari ibu" ucap Rico penjang lebar
Bu Sofia sedikit berfikir "baiklah, tapi jangan lupa ya, kalau ada apa-apa kamu harus mengabari ibu" ucap Bu Sofia
"pasti! Rico janji, sekarang ibu pulang ya? biar Dika yang antar" ucap Rico
Bu Sofia pun mengangguk setuju
setelah mertuanya setuju, Rico langsung memberi kode kepada Dika, agar mengantar ibu mertua nya pulang
setelah kepergian mertuanya, Rico langsung masuk ke dalam ruangan yang di mana istri nya terbaring koma
Rico menggenggam tangan Nana, Lalu mencium punggung tangan nya, Rico tidak mengatakan apapun, dia hanya menyalurkan rasa cintanya kepada sang istri walau tanpa berkata-kata
**
"nenek!!!!" anak-anak yang melihat kedatangan neneknya berteriak begitu gembira dan mereka berlari menghampiri neneknya, Lalu mereka pun memeluk neneknya secara bergantian. setelah selesai memeluk neneknya, anak-anak melihat ke arah belakang neneknya, seakan mencari seseorang.
Bu Sofia yang mengerti dengan gelagat anak-anak, dia pun berjongkok, menyetarakan tingginya dengan anak-anak
"apa yang kalian cari sayang? memang nya kalian tidak senang nenek pulang? kalian tidak sayang lagi ya sama nenek?" ucap Bu Sofia pura pura ngambek
"bukan begitu nek, tapi kami khawatir Sama mama nek, kami mau melihat keadaan mama" ucap aisyah berkaca-kaca
__ADS_1
"doakan saja ya sayang......