
"sayang, lepas dulu ya, tasya nurut ya sama mama" ucap Nana mencoba menenangkan putrinya.
dan akhirnya tasya melepaskan rambut Naomi, lalu memeluk mama nya, menangis sedih karena tasya mengira papanya berselingkuh
Nana memandang Rico dan Naomi dengan marah.
"bawa perempuan itu keluar mas!" ucap Nana dengan suara yang terdengar menahan amarahnya, dan mencoba membujuk tasya agar putri sambungnya merasa tenang
Naomi yang melihat Nana marah, dia tersenyum penuh kemenangan, Naomi berpikir kalau dia sudah menang, karena sudah membuat Nana salah faham, ya walaupun kepalanya masih sakit karena di Jambak oleh tasya
"sayang aku bisa jelasin semuanya" ucap Rico mencoba untuk bicara
"bawa perempuan itu keluar mas!" ucap Nana menaikkan volume suaranya
"sayang....." ucapan Rico terhenti karena melihat tatapan istrinya yang marah, dengan langkah berat, Rico keluar dari ruangan nya membiarkan istri dan anak-anaknya di dalam
Nana pun menatap Naomi yang tak kunjung keluar "apa yang kau tunggu? Masih kurang? apa perlu aku yang menjambak rambut mu?" ucap Nana menakuti Naomi
Naomi tersenyum puas lalu keluar dari ruangan Rico
setelah keluar dan berada di depan Rico
" sssssut aduh kepalaku sakit" Naomi berdesis kesakitan mencoba menarik perhatian dari Rico
"ini semua karena Anda nona Naomi, sebaiknya Anda pergi dari kantor saya secara baik-baik, atau Anda mau saya panggil kan security agar Anda di seret keluar dari kantor saya secara paksa" ucap Rico marah
"tenang lah pak Rico, kalau istri Anda sudah tidak mau pada Anda lagi, saya bisa menggantikan posisi nya" ucap Naomi tersenyum percaya diri
"heh" Rico tersenyum sinis "istri saya tidak akan pernah tergantikan oleh wanita manapun, apalagi hanya wanita seperti Anda" ucap Rico tegas
Naomi sangat marah, karena lagi-lagi Rico menolak nya
lalu Naomi berbalik hendak pergi dari kantor Rico, tapi sebelum pergi,. "saya akan pastikan bahwa papa akan secepatnya membatalkan kerja sama ini" ucap Naomi lalu melangkah ke arah lift yang akan mengantar nya ke bawah
"ingat nona Naomi, saya tidak takut kalau memang kerja sama ini di batalkan, bahkan saya sendiri yang akan secepatnya mengurus pembatalan kerja sama pada tuan Austin, saya siap membayar denda sebesar apapun itu, asalkan saya tidak lagi berurusan dengan wanita tidak tahu malu seperti Anda" ucap Rico
__ADS_1
"kurang ajar kamu Rico!" teriak Naomi, lalu cepat-cepat masuk ke dalam lift lalu pergi ke dari kantor Rico dengan marah
sedangkan di dalam ruangan Rico
"ma! kenapa sih papa masih berpelukan dengan perempuan lain? padahal kan Mama jauh lebih cantik dari pada dia, Tasya tidak mau kalau papa sampai menikahi perempuan lain, tasya nggak mau Mama pergi ninggalin tasya" ucap tasya menangis sesenggukan
"sayang! apa pun yang kita lihat, belum tentu itu kebenarannya, lebih baik kita dengar kan dulu penjelasan papa, setelah itu baru kita putuskan" ucap Nana
"iya dek, jangan marah dulu, takut nya itu cuma salah faham" sambung aisyah ikut menenangkan adiknya.
setelah mendengar perkataan mama dan kakaknya, tasya berhenti menangis walau Masih sesenggukan, tasya tasya pun langsung memandangi aisyah dan Nana secara bergantian
"memang nya Mama tidak marah, papa di peluk sama perempuan lain?" tanya tasya
Nana tersenyum "Mama akan marah, kalau apa yang kita lihat barusan itu adalah benar, makanya Mama mau mendengarkan dulu penjelasan papa, kita harus memberikan papa kesempatan untuk menjelaskan kan?" ucap Nana
Tasya memajukan bibirnya cemberut "ya udah deh aku mau mendengar penjelasan papa" ucap tasya akhirnya
Nana pun menghela nafas lega dan tersenyum pada kedua putrinya
"biar aisyah yang panggil papa ma" ucap aisyah
lalu aisyah keluar dari ruangan Rico untuk memanggil papanya
"pa! Mama menyuruh papa masuk" ucap aisyah menggandeng tangan Rico.
Rico pun mengikuti langkah anak sambung nya, setelah masuk ke dalam ruangan nya, Rico melihat istri dan anaknya duduk di sofa dan melipat tangannya di dada, mereka sedang menatap ke arah nya seakan meminta penjelasan dari tatapan matanya
"ayo pa! duduk" ajak aisyah, lalu aisyah duduk di dekat tasya dan Rico Duduk di dekat istrinya
"jelaskan" ucap Nana padat, jelas dan tegas
" sayang! sebenarnya aku tidak melakukan apa pun dengan Naomi, Naomi bilang sakit kepala, dan dia terjatuh tepat mengenai aku, dan reflek aku menangkap nya, kebetulan saat itu kalian masuk, aku benar-benar tidak bermaksud memeluknya" ucap Rico menjelaskan
Nana 🤔 mengusap dagunya, berpikir dan melirik ke arah suaminya
__ADS_1
di ikuti oleh tasya dan aisyah 🤔🤔
Nana sebenarnya percaya pada suaminya, walaupun tanpa di jelaskan, tapi tasya dan aisyah sudah terlanjur melihat nya juga, jadi biar mereka mendengar penjelasan papa nya
"sayang! percaya deh sama aku" ucap Rico
mendengar perkataan Suami nya yang memohon kepada nya
Nana pun melirik ke arah putri-putrinya
"bagaimana anak-anak? apakah kalian percaya sama ucapan papa?" ucap Nana
"aisyah percaya ma" ucap aisyah
"tapi Tasya kurang percaya" ucap tasya
"sayang!! kamu percaya kan Sama aku?" ucap Rico pada istrinya yang belum menjawab.
Nana pun melirik Tasya yang cemberut dan membuang muka, karena papanya tidak membujuk nya, papanya malah cuekin dia.
"aku tidak akan percaya, kalau tasya Belum percaya sama kamu mas" ucap Nana
"Tasya sayang! masa sih kamu tidak percaya dengan penjelasan papa, kakak aisyah saja langsung percaya, masa kamu tidak. ayo dong nak, percaya ya sama papa" ucap Rico membujuk putri nya
tapi Tasya tetap membuang muka
"tapi sayang, tasya masih percaya dengan apa yang Tasya lihat, dan papa harus membuktikan kalau memang itu tidak benar, atau papa mau? kami semua pergi meninggalkan papa" ancam tasya
"ini anak, sebenarnya yang anak ku siapa sih? kenapa Tasya malah selalu membela mamanya dan selalu memojokkan aku" batin Rico
"ingat pa!! Tasya anak papa" ucap tasya
"aih, masa iya sih, anak ini bisa membaca pikiran ku "batin Rico lagi
"ayo dong, tasya harus percaya pada papa, biar Mama juga percaya pada papa" ucap Rico
__ADS_1
"itu lebih bagus, kalau perlu papa di suruh tidur Sama security aja ma" ucap tasya
"udah ah, ayo ma kita pergi dari sini, biar papa merenung kan kesalahan nya" ucap Nana