Duda&Janda

Duda&Janda
127 ingin bertemu dengan nya


__ADS_3

"welcome to my mother!!!!" ucap aisyah dan Tasya antusias


Nana tersenyum bahagia melihat anak-anak nya begitu menyayangi nya


Nana merentangkan kedua tangannya agar anak-anak nya memeluknya, dan dengan senang hati, tasya, aisyah dan Abrisam masuk ke dalam pelukan mama nya, begitu pun dengan Joli, Rumi dan Dona juga sudah berada di rumah Rico, mereka ingin menyambut kepulangan Nana dari rumah sakit, walaupun perut Dona sudah membuncit karena kandungan nya memasuki usia sembilan bulan mungkin tinggal menghitung hari untuk Dona melahirkan, tapi Dona tetap kekeuh ingin kerumah sahabatnya, walaupun suaminya merasa khawatir dan enggan mengijinkan istrinya pergi, tapi karena rengekan dari Dona terpaksa Bram harus mengantar nya.


Sedangkan Rumi, kandungan nya, Masih jalan empat bulan, jadi tidak apa-apa.


Nana mencium punggung tangan ibunya dan mbok su. "assalamualaikum Bu"


lalu pindah ke Mbok su "assalamualaikum" mbok


"waalaikumsalam nak"


"waalaikumsalam nak" ucap Bu Sofia dan mbok su hampir berbarengan


setelah menemui ibunya dan mbok su, Nana melirik kedua sahabatnya, yang hanya menatap nya sambil menangis haru


"kalian tidak mau memeluk ku?" ucap Nana pura-pura cemberut


mendengar sahabatnya menyindir, Rumi dan Dona langsung menghampiri Nana dengan binar bahagia. "aaaaaa Nana aku bahagia sekali kamu baik-baik saja" ucap Dona lalu memeluk Nana walaupun terhalang perutnya yang besar, Rumi pun ikut memeluk keduanya


"na!! aku takut sekali, saat tahu kalau kamu mengalami kecelakaan dan koma, aku takut tidak bisa melihat keisengan dan kecerewetan sahabat ku tersayang ini" ucap Rumi yang masih sempat-sempatnya mengatai Nana.


Rico mengadakan syukuran, untuk kesembuhan istrinya dengan mengundang anak-anak panti dan para ustadz dan kiyai.


Nana sangat bahagia, dengan adanya anak-anak panti asuhan yang sudah di undang Oleh Suami nya. begitu pun dengan anak-anak, mereka sedang asyik bermain dengan anak-anak panti,


"hati hati anak-anak!!! jangan lari-lari nanti jatuh Loh" ucap Nana


"iya ma" jawab Tasya

__ADS_1


"na! kamu istirahat dulu ya, nanti kamu kecapean lagi, biar aku antar kamu ke kamar" ucap Dona Hendak mendorong kursi roda sahabatnya tanpa menunggu jawaban dari Nana


"eeeeee kamu mau ngapain?" tanya Nana mencegah Dona mendorong kursi roda nya


"ya mau mengantar kamu ke kamar lah" ucap Dona enteng


"ck ck ck" Nana berdecak dan geleng geleng kepala


"kenapa sih? pake geleng geleng kepala segala" tanya Dona


"hahahaha hahaha kamu lupa Don? lihat perut kamu sudah sebesar itu, pake sok sok an mau ngedorongin kursi roda ku" ucap Nana tertawa melirik Dona yang mengelus perut buncitnya


"hehehehe hehehehe" Dona hanya cengengesan


dari sisi lain, Rumi membawa banyak macam jenis makanan dalam satu nampan.


kehamilan Rumi termasuk yang tidak merepotkan, Rumi tidak pernah mengalami mual-mual dari awal kehamilan nya, bahkan semakin nafsu makan


"rum! kamu bawa makanan sebanyak itu mau ngasih makan orang sekampung " tanya Dona


"pelan-pelan rum makan nya, nanti keselek bahaya loh" ucap Nana memperingati sahabatnya


"iya iya tenang saja" ucap Rumi dengan mulut penuh


Nana dan Dona hanya menggeleng kan kepalanya melihat tingkah sahabatnya


"kok bisa ya na? mas Ramzi tahan dengan tingkah istrinya yang seperti itu" bisik Dona pada Nana


"hhuuuss kamu ini, kalau Rumi dengar bisa berabe tau" bisik Nana


"hihihih makanya aku ngomong bisik bisik" bisik Dona terkikik

__ADS_1


"hihihih hihihi" ke-dua nya pun terkikik bersama


setelah acaranya selesai, tepat jam lima sore


Dona dan Bram sudah pulang, sedangkan Rumi dan keluarga nya menginap di rumah Rico


***


keesokan paginya, semuanya berkumpul di meja makan untuk sarapan pagi


"mas!! habis sarapan anterin aku ya?" ucap Nana


"kemana sayang?" tanya Rico


"aku mau ke lapas, aku mau bertemu dengan Naomi" ucap Nana


"ngapain sih na kamu pake mau ketemu sama orang yang sudah jelas-jelas sengaja mencelakai kamu" ucap Rumi sewot karena sahabatnya Masih baik pada orang yang sudah mencelakai nya


"iya sayang, kali ini aku satuju dengan perkataan Rumi" ucap Rico menyetujui perkataan Rumi


"mas! Rum! aku hanya ingin bertemu dengan nya, lagian aku juga sudah baik-baik saja, aku juga sudah memaafkan semua kesalahan nya" ucap Nana enteng


"enteng sekali kamu bilang sudah memaafkan semua kesalahannya, kamu tau nggak? bagaimana khawatir nya kami saat kamu kecelakaan dan koma selama satu bulan lebih" ucap Rumi marah dan kesel sendiri


Rico hanya mengangguk, karena apa yang mau dia ucapkan sudah terwakili oleh Rumi


"mas! rum! ijinkan aku bertemu dengan nya ya? sebentar saja" ucap Nana memohon, Nana terus memohon agar di izinkan bertemu dengan Naomi


"hhhuuff!!!!" Rico pun menghela nafas panjang sebelum mengambil keputusan


"baiklah aku akan mengantar mu" ucap Rico

__ADS_1


Rico dan Nana pun langsung pergi ke lapas...


.


__ADS_2