Duda&Janda

Duda&Janda
124 koma


__ADS_3

saat ini Rico sudah berada di depan ruang operasi, dengan keadaan yang sangat kacau, dia menunggu dengan harap-harap cemas,


Rico juga sudah menghubungi Dika, Rico butuh sosok Dika untuk mengurus segalanya, untuk saat ini Rico tidak bisa mengurus apa pun Rico benar-benar buntu karena merasa khawatir dan cemas dengan keadaan istrinya di dalam sana


sedangkan anak-anak nya sedang menangis pilu, mereka sangat khawatir dengan keadaan mamanya, aisyah mengajak adik-adik nya berdoa, dan mereka pun berdoa dalam hati untuk kesembuhan Mamanya


dari kejauhan aisyah melihat neneknya dan Mbok su berlari ke arah nya


"nak! bagaimana keadaan Nana" tanya Bu Sofia Sangat khawatir


"huhuhuhu ibu, Rico tidak tahu Bu, Rico sudah gagal menjaga putri ibu huhuhuhu" Rico benar-benar hancur dan kacau, dia bahkan sampai menangis di depan mertuanya.


Bu Sofia pun memeluk menantunya, dan mencoba menenangkan nya. walaupun dia juga merasa sangat khawatir kepada putrinya


anak-anak yang melihat nya pun ikut-ikutan menangis


"nak, lihat lah anak-anak mu, mereka semakin takut kalau Mama Nya akan kenapa-kenapa, saat melihat papanya yang seperti ini. kuatkan hati mu nak, insyaallah semua nya akan baik-baik saja. kita doakan saja istrimu semuga Alloh SWT menyelamatkan nyawa istri mu, putri ibu" ucap Bu Sofia mengelus-elus punggung menantunya yang sudah dia anggap putranya sendiri


"Bu aku takut Bu huhuhuhu" ucap Rico masih menangis dia sangat rapuh


"kita serahkan semuanya kepada yang maha kuasa nak, kita berdoa saja, agar semua nya baik-baik saja, agar istri mu baik-baik saja" ucap Bu Sofia

__ADS_1


"kamu harus kuat demi anak-anak" sambung Bu Sofia


Rico pun berdoa dengan sungguh-sungguh dan berderai air mata


empat jam menunggu akhirnya dokter yang menangani Nana keluar dan memberikan informasi tentang keadaan Nana setelah selesai operasi


"keluarga ibu Nana Mahendra!!" ucap Sang dokter


Rico yang mendengar nya langsung menghampiri dokter tersebut "saya dok" ucap Rico


diikuti oleh Bu Sofia, aisyah, tasya dan mbok su yang Sadang menggendong Abrisam, mereka Sama-sama khawatir


"operasi sih berjalan lancar pak...." perkataan dokter terpotong


"tapi. kami belum bisa memastikan keadaan nya, kita harus menunggu sampai dua, jika dalam dua jam ibu Nana tidak sadarkan diri, maka dengan berat hati kami menyatakan bahwa ibu Nana koma" ucap dokter


saat mendengar perkataan dokter, Rico yang semula lega langsung luruh seketika


*


*

__ADS_1


setelah dua jam kemudian, Nana tak kunjung sadar


Rico yang berada di depan pintu langsung panik saat ada dokter masuk ke ruangan istrinya


setelah dokter keluar, Rico buru-buru menghampiri nya


"bagaimana istri saya, dia baik-baik saja kan? dia sudah sadar kan?" tanya Rico beruntun


"mohon maaf pak Rico, dengan sangat menyesal saya menyatakan bahwa istri anda koma" ucap Sang dokter


"lalu sampai kapan istri saya koma Dok? tolong sembuh kan istri saya" ucap Rico menangis, dia merasa hancur sehancur nya, karena tidak bisa melindungi istrinya


"yang sabar pak Rico, dan untuk kapan sadarnya saya tidak bisa memprediksi nya, bisa saja kan istri anda akan sadar secepatnya, bisa jadi Minggu depan, atau lusa, dan semoga besok istri Anda sudah sadar, kita berdoa saja, semoga istri Anda bisa sadar secepatnya" ucap sang dokter


"dok! bisa saya menumui istri saya?" ucap Rico


"bisa pak, tapi satu-satu ya, gantian sama ibunya" ucap sang dokter melirik Bu Sofia dan Dika


dengan cepat Rico mengangguk sebagai jawaban untuk sang dokter " Rico masuk duluan ya Bu" ucap Rico pada mertuanya


Bu Sofia pun mengangguk

__ADS_1


kalau mbok su sudah pulang bersama anak-anak


"sayang,. .....


__ADS_2