
hari berganti dan di lalui oleh Rico dengan sikap manja dan posesif istrinya. hingga kini, usia kehamilan Nana memasuki empat bulan.
dan hari ini akan melakukan siraman empat bulan kehamilan istrinya. semuanya sudah Rico persiapkan.
Rumi dan keluarga nya sudah datang, begitu pun dengan Dona. semuanya begitu sibuk mempersiapkan semuanya, hanya Nana yang sibuk memakan cemilan nya, tanpa menghiraukan kesibukan yang lain. sampai-sampai badan Nana sudah melar sana sini
"udah dong na!! jangan makan terus. lihat badan kamu sudah melar begitu!" ucap Rumi yang melihat sahabatnya makan terus
"biarin " jawab Nana cuek
"ihk kesel deh" ucap Rumi yang tidak di hiraukan oleh sahabatnya
"udah dong rum!" Dona mencegah Rumi yang hendak berbicara lagi, dan mengajak nya menyambut tamu-tamu yang berdatangan.
Rico mengundang anak yatim juga.
dan acaranya di selenggarakan dengan sangat meriah. mereka semua pun merasakan kebahagiaan yang di rasakan oleh Nana dan keluarganya.
__ADS_1
Nana melakukan siraman nya dengan sangat bahagia.
dan di doakan oleh anak-anak yatim, dan para ustadz yang juga di undang Oleh Rico
jam dua, acara nya selesai, Rico pun mengajak istrinya ke kamar untuk bersih-bersih, sholat dan beristirahat, setelah selesai sholat zhuhur, Rico menyuruh istrinya beristirahat
" istirahat ya sayang! kamu pasti lelah kan?" ucap Rico
Nana pun mengangguk, dan langsung terlelap setelah merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
"kasihan! kamu pasti kelelahan ya sayang?" ucap Rico mencium kening istrinya, dan meninggalkan Nana setelah melihat istrinya sudah terlelap.
setelah Rico sampai di ruang tengah.
"dia istirahat! mungkin dia terlalu lelah, sampai-sampai ketika kepalanya menyentuh bantal dia langsung tidur hehehehe" ucap Rico terkekeh mengingat istrinya yang langsung terlelap setelah menyentuh bantal
"ih Nana benar-benar ya? baru beberapa bulan tidak bertemu, dia sudah seperti karung beras begitu, gemuk sekali! apa mungkin karena dia hamil ya? ucap Rumi
"iiiihh aku nggak mau hamil lagi ah! nanti badan ku kayak Nana lagi!" sambung Rumi bergidik
"kenapa sayang? justru kalau gemuk akan semakin kelihatan seksi di mataku" ucap Ramzi
"benarkah?" tanya Rumi dan jangan lupakan pipinya yang bersemu merah
__ADS_1
"kalau begitu aku mau hamil lagi!" sambung Rumi
Ramzi dan yang lainnya hanya menggeleng kan kepalanya
"ck ck ck Rumi Rumi kenapa dari dulu kamu tidak mempunyai komitmen sendiri " ucap Dona
"biarin, orang mas Ramzi bilang kalau aku gemuk akan terlihat seksi kok" ucap Rumi
"hemmm🤔 bagaimana kalau suami mu akan tergoda pada perempuan yang lebih cantik dan langsing daripada kamu" ucap Dona memanas-manasi sahabatnya
"hihihih hihihi pasti sebentar lagi dia akan berubah pikiran" batin Dona terkikik sendiri melihat perubahan raut wajah sahabatnya
"mana bisa begitu! orang mas Ramzi sendiri yang bilang kalau aku gemuk akan terlihat seksi, benar kan mas?" ucap Rumi yang termakan ucapan Dona.
sedangkan Dona tersenyum miring "apa aku bilang? dia itu memang tidak punya komitmen sendiri" ucap Dona dalam hati
"awas saja kalau mas Ramzi berani macam-macam!! akan aku potong timun mu!! biar nggak bisa macam-macam lagi" ucap Rumi yang sudah mulai marah-marah
sedangkan Ramzi yang mendengar perkataan istrinya. langsung memegang senjatanya, dan menggeleng kan kepalanya dengan cepat
"hahahaha hahaha Rumi Rumi" Dona pun mentertawakan sahabatnya
" Dona!! jadi kamu mengerjai aku ya?" ucap Rumi yang sadar sudah di kerjain sahabat nya
__ADS_1
sebentar, aku mau melihat Nana dulu ya??....