
"ya mana aku tau mas Bram sudah pulang, lagian sih, kenapa mas Bram nggak bersuara sih"ucap Dona
"ya aku pikir, aku mau mengejutkan mu, tapi malah aku yang di buat malu pada mereka, bagaimana cara nya aku menghadapi mereka, saat bertemu nanti, pasti akan sangat memalukan sekali" ucap Bram
"ya sudah sih, lagian sudah terjadi juga" ucap Dona menenangkan suaminya, lalu Dona berinisiatif untuk naik pangkuan suami nya dan mengalungkan kedua tangan nya ke leher Suami nya, ya walaupun sekarang sudah terhalang perutnya yang buncit,tapi tak mengurangi ke mesraan mereka "aku sangat merindukanmu mas" ucap Dona lalu menciumi Suami,
Bram tersenyum dengan kelakuan istri nya, dia pun membalasnya, mengobati kerinduan yang selama tiga hari tak bertemu
dan terjadi lah hal-hal yang mereka inginkan.
...****************...
kini tinggallah Nana dan Rumi yang masih video call, dan mereka pun tertawa terbahak-bahak mengingat kelakuan suami Dona.
"na! tau gitu aku langsung matikan aja sambungan nya tadi, dari pada sekarang aku ingin tau!!" ucap Rumi
"ya kamu samperin aja Suami mu rum, sekalian bawain makan siang, aku juga mau ke kantor mas Rico habis ini, mau nganterin makan siang buat dia, sekalian aku mau jempet anak-anak"ucap Nana memberi solusi
"emang kalau aku samperin mas Ramzi, aku mau ngapain? mau ciuman kayak Dona dan Suami nya tadi?, yah!! mas Ramzi mana mau, mencium aku di tempat umum, kalau bukan aku yang berinisiatif sendiri" ucap Rumi cemberut
"ya sudah sih, tahan sampai mas Ramzi pulang, ya udah deh rum, aku mau siap-siap dulu, aku mau ke kantor mas Rico"ucap Nana
"ya udah deh, dada Abrisam ! assalamualaikum" ucap Rumi
"waalaikumsalam" jawab Nana
lalu mematikan sambungan telponnya
"ayo sayang kita ke bawah, mama mau siapin makan siang papa, nanti kita ke kantor papa ya, sekalian jemput kakak aisyah dan kak tasya" ucap Nana, dan Abrisam pun tertawa senang, seakan tau kalau dia akan di ajak jalan-jalan ke kantor papanya, karena saat di bawa ke kantor Rico akan membawanya jalan-jalan mengelilingi kantor nya
setelah sampai di ruang tengah, Nana melihat ibunya di sana
__ADS_1
"sama nenek dulu ya sayang, Mama mau ke dapur dulu" ucap Nana pada Abrisam dan memberikan nya pada ibunya
"ne Nek ... hahaha" Abrisam mengangkat tangan nya minta di gendong nenek nya
"kamu mau ke kantor Suami mu nak?" tanya Bu Sofia
"iya Bu, mas Rico nggak bisa pulang untuk makan siang di sini, soalnya ada meeting di kantor nya, dan waktu nya mepet banget katanya kalau harus pulang, ya udah aku nawarin biar aku saja yang nganterin makan siang buat dia, lagian aku juga nggak ngapa-ngapain di rumah" ucap Nana pada ibunya
"oh? ya sudah kalau begitu, biar ibu yang jagain Abrisam di sini, kamu siapkan saja semuanya" ucap Bu Sofia
Nana pun mengangguk dan pergi ke dapur, menyiapkan apa-apa saja yang harus dia bawa.
jam 11:20 Nana berangkat di temani oleh pak Udin ke sekolah anak-anak terlebih dahulu, sekitar 30 menit Nana sampai di depan sekolah aisyah dan Tasya, sekitar 5 menit menunggu akhirnya anak-anak keluar dari gerbang sekolah di jemput oleh pak Udin, karena Nana sedang menggendong Abrisam yang tertidur pulas di pangkuan nya
"assalamualaikum Mama !" ucap aisyah dan Tasya antusias karena senang Mama nya ikut menjemput nya
Nana cepat memberikan kode 🤫 pada anak-anak agar jangan kencang-kencang bicaranya, "waalaikumsalam anak-anak Mama yang cantik" ucap Nana setengah berbisik dan menunjuk pipinya agar mereka mencium nya.
"gimana sekolah nya? senang?" tanya Nana dengan suara sepelan mungkin
aisyah dan Tasya mengangguk "senang banget ma" ucap tasya dengan suara pelan juga
"kita ke kantor papa dulu ya, nggak apa-apa kan?" tanya Nana lagi
"iya ma, nggak apa-apa" ucap aisyah
"iya ma nggak apa-apa, sekalian aku mau ketemu sama calon suamiku, Udah lama banget rasanya nggak ketemu" ucap tasya mesem-mesem
"Udah lah dek, belajar dulu yang benar, biar pinter, masih kecil udah mikirin mau menikah" ucap aisyah mencibir adiknya
"biarin we" ucap tasya menjulurkan lidahnya
__ADS_1
Nana hanya menggeleng kan kepalanya.
sekitar 30 menit mereka pun sampai di kantor Rico. semua orang kantor tau kalau mereka adalah istri dan anak-anak dari bos mereka, jadi mereka memberi hormat ketika berhadapan dengan istri dari bos mereka, dan Nana pun mengangguk dan tersenyum ramah. lalu mengajak anak-anak nya menaiki lift
sedangkan di ruang meeting, rico baru menyelesaikan meeting nya.
dan ternyata klien nya seorang wanita cantik, dia adalahNaumi jovanka, dan dari tatapan nya, seperti nya wanita tersebut tertarik pada Rico
"baik pak Rico, sampai ketemu lain waktu, saya akan sering ke sini, untuk membicarakan tentang bisnis kita" ucap Naumi mengulurkan tangannya untuk bersalaman pada Rico.
Rico pun menerima nya, walaupun sebenarnya Rico sudah merasa tidak nyaman dengan tatapan Naumi, tapi Rico hanya berusaha bersikap profesional.
dengan sengaja Naumi menahan tangan Rico, dan berusaha menggoda nya, melihat sikap Naomi, Rico pun langsung menarik tangan nya secara paksa
"maaf Bu Naomi, sebaiknya kita jaga sikap dan profesional dalam kerja sama saja, dan maaf, saya sudah punya istri, saya tidak mau ada fitnah di kemudian hari," ucap Rico secara tegas
Naomi sebenarnya sangat malu, karena secara terang-terangan Rico menolak nya
"kita lihat saja nanti, apakah kamu akan tahan dengan pesona seorang Naomi, seperti apa sih istrinya, sampai-sampai sangat dia bangga banggakan" batin Naomi tersenyum sinis
"maaf, saya pikir kita sama-sama single. sekali lagi maaf, saya tidak bermaksud. kalau begitu saya permisi" ucap Naomi menutupi rasa malunya, lalu pergi dari hadapan Rico di ikuti oleh asisten pribadi nya
Rico pun mengangguk dan mempersilahkan Naomi dan menyuruh Dika mengantar nya ke bawah.
saat akan keluar dari lift, Naomi dengan sengaja menabrak Nana yang menurut nya menghalangi jalan nya, hingga membuat Nana yang menggendong Abrisam hampir jatuh, kalau saja tidak di pegangin oleh aisyah dan Tasya, kebetulan nana mau masuk ke dalam lift yang di naikin oleh Naomi tadi.
"heh punya mata nggak sih?" ucap Naomi dengan sombong dan angkuh
"saya rasa, yang salah di sini bukan saya, tapi kamu, kenapa harus kamu yang marah-marah, heh, penampilan berkelas, dan mungkin pendidikan nya juga tinggi, tapi sayang, kampungan," ucap Nana tersenyum sinis
"ayo.....
__ADS_1