
Rico pun langsung memindahkan istrinya ke dalam kamar pribadinya, sebelum meninggalkan Nana Rico mengecup kening istrinya lalu menyelimuti nya
"aisyah dan Tasya mau makan ?" tanya Rico pada kedua putrinya.
Tasya memandang aisyah, aisyah pun menggeleng memberi isyarat kalau dia tidak mau "tidak pa! kami tidak lapar" jawab tasya
"oh ya sudah, kalau butuh sesuatu bilang sama papa ya nak" ucap Rico
dan anak-anak pun mengangguk
Rico pun melanjutkan pekerjaan nya sambil mengawasi aisyah dan Tasya yang menjaga adiknya.
jam 5 sore Rico membereskan berkas-berkas nya, dan ada sebagian yang dia bawa pulang untuk di selesaikan di rumah
"anak-anak kalian mandi dulu ya, Udah sore nih, Mama sudah membawakan baju ganti untuk kalian, kita sholat ashar di sini, kalau sholat di rumah, takut nggak keburu" ucap Rico lalu menggendong Abrisam, dan mengajak anak-anak ke kamar nya
setelah di kamar, rencananya Rico mau membangun kan istrinya agar memandikan Abrisam, tapi melihat istrinya yang tertidur pulas, Rico jadi tak tega, akhirnya Rico memandikan Abrisam sendiri, setelah selesai rico memakai kan baju untuk Abrisam, lalu meletakkan Abrisam di dekat Nana yang tertidur pulas, "Mama bangun " ucap Rico menoel-noelkan tangan Abrisam pada wajah Nana "ma ma ngun" ucap Abrisam
Nana pun membuka matanya "hai jagoan Mama, eh, Abrisam udah mandi?" tanya Nana karena Abrisam sudah ganti baju, lalu Nana buru-buru duduk dari berbaring nya
"mas Rico jam berapa?" tanya Nana
"udah sore sayang, jam 5 sore" ucap Rico
"apa!!! jam 5 sore, tapi kenapa kamu tidak membangun kan aku mas? pasti kamu capek, kanapa kamu yang memandikan Abrisam sendiri, kenapa tidak membangun kan aku saja" tanya Nana cemberut
"hahaha karena seperti nya kamu juga kecapean sayang"ucap Rico terkekeh
"ya sudah sana kamu mandi dulu, kita sholat ashar di sini saja, aisyah dan Tasya sedang mandi juga, kamu membawakan baju ganti kan untuk mereka" sambung Rico
"iya mas aku bawa, tapi sebaiknya kamu duluan deh mandinya, aku mau mengambil kan baju untuk anak-anak"ucap Nana
ceklek suara pintu kamar mandi terbuka, rupanya aisyah dan Tasya sudah selesai mandi. Rico pun langsung masuk ke dalam kamar mandi, setelah anak-anak nya keluar.
"Mama sudah bangun" ucap aisyah
"iya sayang, ini baju kalian, Mama sudah menyiapkan nya" ucap Nana
"terimakasih ma" ucap aisyah dan Tasya kompak
__ADS_1
Nana pun mengangguk sebagai jawaban
setelah beberapa saat kemudian Rico telah selesai mandi, kini tinggal Nana yang mandi.
setelah semuanya selesai mandi, mereka pun sholat ashar berjamaah di dalam kamar pribadi yang berada di ruangan Rico
jam 6 sore mereka baru keluar dari kantor, dengan Rico yang masih memakai baju kokohnya dan menuntun Abrisam yang merengek meminta di turunkan dan ingin berjalan
di ikuti oleh kedua putrinya yang cantik-cantik
dan mereka pun pulang kerumahnya.
keesokan harinya, di kantor Rico
tok tok tok
"masuk!" ucap Rico yang mendengar pintu ruangan Nya di ketuk.
"Naumi? semalam kan kita sudah membahas semuanya di meeting, tapi kenapa dia ke sini lagi" ucap Rico mengangkat sebelah alisnya
"ya sudah lah suruh dia masuk, mungkin memang ada yang mau di bicarakan" ucap Rico
"baik bos" ucap Dika lalu keluar dari ruangan Rico, sesaat kemudian, Dika kembali bersama dengan Naomi.
Naomi memulai aksi pertama nya yang ingin menggoda Rico, dengan memakai pakaian serba ketat2, dan berdandan se maksimal mungkin, dan bodynya yang **** bahkan buah dadanya hampir nyembul keluar.
tapi sayang, Rico bahkan Dika tidak tergoda Sama sekali dengan tubuh Naomi, bahkan keduanya malu sendiri.
untuk sebagian laki laki, melihat Naomi yang tampilannya seperti itu, mungkin akan langsung tergoda, tapi tidak untuk Rico dan Dika.
setelah mengantar Naomi, Dika berencana untuk keluar dari ruangan Rico, tapi
"mau kemana Dika?" tanya rico
__ADS_1
"emmmm saya " ucapan Dika terpotong "kamu disini saja, temani saya" ucap Rico
"baik bos" ucap Dika menunduk
"maaf pak Rico. apakah kedatangan saya mengganggu?" tanya Naomi Dengan suara yang menggoda, tanpa rasa malu, Naomi pun langsung duduk di sofa tanpa di suruh oleh pemiliknya
"kalau ada yang perlu di bahas masalah pekerjaan, anda tidak menggangu nona Naomi, tapi! kalau untuk masalah lainnya, mohon maaf saya sangat sibuk sekali" ucap Rico dengan tegas
"oh tentu saja ini masalah pekerjaan" ucap Naomi tersenyum licik. dan dia pun pura pura membicarakan tentang bisnis nya, walaupun sudah di jelaskan tapi Naomi bertanya lagi dan lagi, supaya dia bisa lebih lama lagi bersama dengan Rico, ya walaupun ada Dika juga yang bersama dengan mereka.
sudah satu jam lamanya, tapi Naomi Masih betah di ruangan Rico
Rico pun menghela nafas berat saking jengkelnya dengan kelakuan Naomi yang menurut nya sangat memalukan, lalu pun melirik ke arah Dika
dan Dika pun langsung paham "maaf bos! kita harus menghadiri meeting penting, mungkin sebentar lagi meeting nya akan segera di mulai, sebaiknya Anda menyuruh nona Naomi untuk pulang dulu" ucap Dika menunduk dan tersenyum dengan samar
"baiklah, maaf nona Naomi, sebaiknya Anda pulang dulu, karena saya juga harus menghadiri meeting, sekali lagi maaf" ucap Rico
"baiklah, saya akan kembali lain waktu, saya permisi dulu pak Rico" ucap Naomi mengulurkan tangannya hendak bersalaman
dengan berat hati Rico menerima nya
setelah Naomi sudah keluar dari ruangan nya Rico dan Dika menghela nafas lega
" ck ck ck saya jadi malu sendiri melihat penampilan nya" ucap Dika berdecak dan menggeleng
Rico tertawa kecil, melihat Dika menggeleng dan berdecak
"memang nya kamu tidak tergoda dengan nona Naomi tadi dik? apakah kamu tidak suka perempuan ya?" ucap Rico menggoda Dika
"iiiiiiiiii amit amit deh bos, kalau seperti dia mah" ucap Dika bergidik
"hah!! jadi kamu suka jeruk makan jeruk dik? " ucap Rico menutup dadanya dengan kedua tangannya
"bos saya ini masih waras, saya menyukai perempuan, tapi tidak seperti nona Naomi juga" ucap Dika
"hahahaha hahaha" Rico pun langsung tertawa
****
__ADS_1
di hari berikutnya, dan bahkan setiap hari Naomi mengunjungi kantor Rico, dengan memakai pakaian yang begitu seksi dan sedikit terbuka, dengan alasan membahas tentang bisnis nya, tapi ada maksud yang terselubung
dan akhirnya Rico meminta bantuan istrinya, karena sudah jengah dengan kelakuan