
setelah sampai di dekat suaminya "Iya mas?" ucap Nana
"sayang! kenalkan ini tuan Austin jovanka" ucap Rico pada istrinya
"dan tuan Austin ini istri saya Nana Mahendra" Rico memperkenalkan istri nya pada tuan Austin jovanka.
Nana pun mengatupkan kedua tangan nya dan tersenyum ramah
"dan ini Naomi jovanka anaknya tuan Austin" ucap Rico lagi memperkenalkan Naomi pada Nana, dengan tersenyum ramah, Nana mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Naomi.
"saya Nana, istri dari pak Rico mahendra" ucap Nana menekankan kata istri
ya walaupun mereka pernah bertemu, tapi mereka belum berkenalan, karena saat di kantor, Naomi langsung menghardik Nana karena mengira kalau Nana adalah karyawan nya Rico, hingga ketegangan pun terjadi.
"mas! apakah meeting nya sudah selesai?" tanya Nana
"sudah sayang" ucap Rico merangkul pinggang Nana dengan posesif
yang membuat Naomi semakin panas melihat Rico Dan istrinya yang mesra
"aku pastikan, Rico akan menjadi milik ku" batin Naomi
Nana melirik Naomi yang seperti nya menahan amarahnya
dan Nana tersenyum seakan mengejek Naomi, yang membuat Naomi semakin marah
"kalau begitu kami permisi duluan tuan Austin, karena kami sudah di tunggu oleh sahabat kami di sana" ucap Rico menunjuk ke arah Dona dan Bram yang sepertinya sudah selesai dengan meeting nya.
Nana dan Rico pun pergi meninggalkan Naomi dan papanya
"gimana na?" tanya Dona dengan kepo setelah Rico dan Nana duduk di hadapan nya
"ya nggak gimana-gimana" ucap Nana santai.
mendengar jawaban Nana, Dona mendengus kesal. "aku yakin kalau ada Rumi di sini, sudah pasti perempuan itu akan dia Jambak-jambak sampai rambutnya rontok semua, sayang aja, aku lagi hamil, kalau nggak, maka aku yang akan menjambak rambutnya dari rambut atas sampai bawah, biar dia tidak ke gatelan lagi sama suami orang" ucap Dona dengan kesal
Bram dan Rico yang mendengar perkataan Dona bergidik ngeri
sedangkan Nana mengangkat sebelah alisnya, karena bingung dengan perkataan Dona "rambut atas sampai bawah?"tanya Nana
Dona pun berbisik "rambut kepala sampai rambut ***********, masa kamu nggak ngerti sih"
"gila kamu Don, emang nya kamu berani?" tanya Nana
__ADS_1
" berani lah" ucap Dona sok berani
"iya! berani ngomong doang" ucap Nana mencibir "tapi giliran bertindak pasti aku dan Rumi yang disuruh, aku udah hapal betul dengan kamu Don"
"hehehehe hehehehe"
"Udah ah di makan tuh makanan nya, nggak usah ngomongin yang tidak-tidak" ucap Bram yang menggendong Abrisam menggantikan Dona
"sini Abrisam nya, biar aku yang gendong, kamu pasti mau makan kan?" ucap Nana yang ingin mengambil Abrisam dari tangan Bram, tapi Abrisam nya malah tidak mau dan semakin erat memeluk papi Bram nya
"hehehehe hehehehe" Bram terkekeh
" seperti nya Abrisam nya tidak mau, sudah biarkan saja dia bersama ku, lagian aku sudah makan Tadi, kamu makan saja, temani istri ku makan, aku akan membawa Abrisam jalan-jalan di taman depan" ucap Bram
"nggak apa-apa?" tanya Nana tidak enak
"iya nggak apa-apa, tenang saja, aku juga tidak kembali ke kantor kok, lagian ini Udah sore, mending aku main sama jagoan ganteng papi " ucap Bram
"aku ikut kamu Bram" ucap Rico,
"sayang! kita tunggu di taman depan ya, nanti kalau makan nya sudah selesai, kalian nyusul kita ya ketaman depan" ucap Rico pada istrinya
"ya udah deh" ucap Nana mengangguk
kini tinggallah dua mama muda yang sedang duduk bersama dan bergosip ria
"mungkin saja mereka di kira jeruk makan jeruk hahahaha" sambung Dona tertawa terbahak-bahak
"hahaha hahaha hahaha" mereka tertawa bersama
***
sedangkan di taman
ada dua hot Daddy, yang satu menggendong anak laki-laki yang begitu lucu Dan caby, yang lainnya mengikuti sambil bercanda dengan si anak kecil.
siapa yang tidak terpesona melihat ketampanan kedua hot Daddy tersebut
"hai hot Daddy! jadikan aku Mama nya dong" ucap salah satu perempuan paruh baya pengunjung taman yang kelihatannya sangat genit
Rico dan Bram langsung bergidik, dan langsung pergi menjauh dari perempuan tadi
"gila tuh cowok-cowok, ganteng-ganteng banget"
__ADS_1
"iya! tapi sayang, jeruk kok makan jeruk"
"husss jangan ngomong sembarangan"
begitu lah bisik bisik para pengunjung taman yang melihat Rico Dan Bram jalan berdua
"Bram! seperti nya, mereka semua salah faham deh sama kita yang jalan berdua ini" ucap Rico yang menyadari pandangan para pengunjung taman
"udah cuekin aja" ucap Bram lalu duduk di kursi yang sudah di siapkan pihak taman, di ikuti oleh Rico
tiga puluh menit kemudian, Nana dan Dona pergi ke taman menyusul Suami Suami mereka, yang ternyata sedang duduk di kursi berdua, Nana dan Dona melirik para pengunjung lainnya yang sedang memandangi keduanya
"hallo hot Daddy! mau kita temani?" ucap Nana tersenyum menggoda Suami nya
"hahaha hahaha" Dona pun tertawa kecil
lalu Nana mengambil Abrisam dari gendongan Bram, karena anak itu sudah meminta agar mamanya menggendong nya
"nggak lucu tau" ucap Rico karena di tertawa kan oleh Nana Dona
" mereka tidak tahu saja, kalau dari tadi kita di omongin orang-orang, ada yang bilang, kalau kita jeruk makan jeruk" sambung Bram
yang membuat Dona dan Nana tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Bram
"aduh perut ku sampai sakit hahahaha" Dona memegangi perutnya yang tidak bisa menghentikan tawanya sampai-sampai perut nya kram
Bram dan Rico pun panik, melihat Dona memegangi perutnya dan mengatakan perutnya sakit
dengan sigap Bram menggendong istrinya dan membawa ke mobilnya
"mas! kenapa aku di gendong?" tanya Dona kaget karena Bram tiba-tiba menggendong nya
"katanya kamu sakit perut?" ucap Bram.
"iya karena aku tertawa tadi, tapi sekarang tidak lagi, cepat turunkan aku, nanti jatuh lagi" ucap Dona Takut jatuh, karena semenjak hamil, badan nya sudah membesar, dia takut, Suami nya tidak kuat menggendong nya.
dengan berat hati Bram menurunkan istrinya karena katanya dia sudah baik-baik saja dan tidak kelihatan kesakitan
Nana dan Rico yang mengikuti mereka merasa heran, karena Bram malah menurunkan istrinya
"loh kok di turunkan sih, Ayo kita bawa Dona ke rumah sakit, katanya dia sakit perut" ucap Rico yang ikut khawatir
"iya kenapa Bram?" sambung Nana
__ADS_1
"aku tidak apa-apa, kalian tenang saja, tadi tuh aku sakit perut karena terlalu asyik tertawanya bukan mau melahirkan" ucap Dona
"tapi kamu.....