
Rico mengatakan kepada istrinya tentang Naomi yang belakangan ini selalu datang ke kantor nya, dan Rico juga menceritakan tentang Naomi yang seperti nya ingin menggoda nya. Rico juga sudah jengah dengan kelakuan Naomi yang menurut Rico sangat memalukan
"ayo lah sayang, besok dan seterusnya aku minta kamu datang ke kantor ya, sampai si wanita tak tahu malu itu menyerah mengganggu ku" ucap Rico pada istrinya setelah menceritakan semuanya
"baiklah mas, aku akan ikut dengan mu ke kantor mulai besok" ucap Nana tersenyum
"terimakasih ya sayang" ucap Rico lalu memeluk istrinya dari belakang dan menciumi leher jenjang istrinya
"mas geli ah" ucap Nana menahan kepala suaminya agar tidak menciumi dan menjilati leher nya, hingga membuat Nana geli sekaligus terangsang dengan kelakuan Rico
bukan nya berhenti, Rico malah semakin bersemangat saat Nana tadi mengeluarkan desahannya, Rico membalik tubuh nana agar menghadap ke arah nya
"mas! nanti kalau anak-anak kesini bagaimana?" ucap Nana menahan suaminya
"ayo lah sayang, mereka kan sudah tidur di kamar mereka masing-masing" ucap Rico tidak melepaskan istrinya
"biarkan aku mengecek anak-anak dulu mas, aku takut mereka belum tidur lagi, giliran lagi enak-enak nya anak-anak malah teriak-teriak memanggil kita dari luar. kayak waktu itu" ucap Nana cemberut
"hahahaha hahaha iya ya, ya sudah ayo kita lihat anak-anak dulu" ucap Rico tertawa
dan mereka pun mengecek Abrisam terlebih dahulu dan ternyata si bungsu udah tidur, Bu Sofia yang menidurkan Abrisam tadi, lalu ke kamar aisyah dan ternyata aisyah juga sudah tidur, lalu ke kamar tasya dan ternyata tasya Belum tidur
"loh sayang ! kok belum tidur?" tanya Nana menghampiri tasya di ranjang nya
"ma, tasya nggak bisa tidur" ucap tasya merengek
"kenapa sayang? apa tasya sakit?" tanya Nana khawatir dan menyentuh keningnya
Tasya pun menggeleng "tasya takut mimpi buruk lagi ma" ucap tasya menyenderkan kepalanya di bahu Nana
"memang nya Tasya mimpi apa sayang?" tanya Nana
"Tasya mimpi, papa di kejar-kejar ular yang sangat besar ma, tasya takut mimpi itu datang lagi" ucap tasya menahan kantuk
"mungkin sebelum tidur tasya lupa baca doa kali" ucap Rico pada putrinya
__ADS_1
"tidak pa, tasya tidak lupa baca doa" jawab tasya
"nggak apa-apa sayang, mimpi itu cuma bunga tidur, Tasya berdoa saja, semoga Alloh melindungi papa dan kita semua. ya udah sekarang tasya tidur ya, Mama akan menemani di sini sampai tasya tidur, baca doa dulu sayang" ucap Nana membantu tasya berbaring, lalu dirinya juga ikut berbaring.
Nana menemani tasya hingga tasya benar-benar tidur. sedangkan Rico kembali ke ke kamar nya
setelah beberapa saat, Nana kembali ke dalam kamar nya.
Rico yang memang menunggu kedatangan istrinya, langsung memeluk tubuh Nana begitu Nana menutup pintu kamar nya, hingga membuat Nana kaget "astagfirullah mas! bikin kaget tau" ucap Nana mencubit lengan suaminya yang melingkar di pinggang nya
"aku sudah menunggu mu dari tadi sayang!! kenapa malah di cubit? "ucap Rico berusaha membuat istrinya terangsang dengan menjilati kuping dan lehernya
dan benar saja, Nana langsung membalikkan badannya, dan mencium bibir suaminya, dan mereka pun saling ******* dan saling meraba tubuh pasangan nya, dan terjadilah hal-hal yang mereka inginkan (skip)
****
keesokan harinya, Nana benar-benar ikut suaminya ke kantor. tapi sebelumnya Rico mengantarkan tasya dan aisyah ke sekolah
setelah sampai di kantor, Nana menemani Abrisam bermain di sofa sambil menyuapi nya makan, rico merasa bahagia dan bersyukur, karena istrinya selalu mendukungnya
Rico pun mengangguk
setelah Abrisam tidur, Nana keluar dari kamar untuk membuat kan kopi untuk suaminya
"gimana sayang? Abrisam nya sudah tidur?" tanya Rico
"iya mas, aku buatkan minum ya? mas mau kopi atau teh?" tanya Nana
" kopi saja sayang, aduh senang hatiku, kerja di temani istri ku yang cantik, dan tanpa di minta dia ingin membuat kan minum untuk ku, terimakasih cantik" ucap Rico menggombal
"gombal" ucap Nana
lalu Nana pergi ke pantry untuk membuat kan Suami nya kopi, setelah selesai Nana kembali ke ruangan suaminya dengan membawa secangkir kopi untuk suaminya, tapi setelah masuk ke dalam ruangan Rico, Nana melihat seorang wanita cantik yang pakaian nya serba terbuka
" apa mungkin dia ya? yang di maksud mas Rico perempuan tak tau malu itu" batin Nana
__ADS_1
dan tanpa di duga "heh lancang kamu ya, masuk ke ruangan bos kamu tanpa mengetuk pintu dulu" ucap Naomi dengan arogan
Nana pun tersenyum sinis, dan melihat ke arah suaminya.
Rico pun mengangguk tanda kalau perempuan itu adalah yang dia maksud
Nana pun langsung memulai aksinya.
pertama-tama Nana memberi kode pada Dika agar keluar dari ruangan suaminya, lalu menghampiri Rico masih dengan membawa kopi nya, dan meletakkan di depan Suami nya lalu Nana mencium bibir suaminya dan memberikan sedikit ******* di depan Naomi, itu mempertegas bahwa Rico adalah milik nya. setelah selesai berciuman, Nana melirik ke arah Naomi. yang kelihatan menahan kesal
" sayang! tadi ada yang bilang kurang ajar ya sama aku? masa aku masuk ke dalam ruangan Suami ku sendiri di bilang kurang ajar sih," ucap Nana dengan manja dan Duduk di pangkuan suami nya
"bukan nya yang kurang ajar itu, orang yang dengan sengaja menggoda Suami orang dengan alasan pekerjaan ya?" ucap Nana lagi melirik ke arah Naomi
"kurang ajar kamu ya, ini maksud nya kamu ngatain saya" ucap Naomi Dengan amarah menggebu-gebu saking geram nya dengan kemesraan Rico dan Nana yang dilakukan di depan matanya
"maaf, saya tidak mengenal Anda, kenapa saya harus mengatai anda?" ucap Nana tersenyum sinis
sedangkan Rico tersenyum penuh kemenangan
"heh, saya rasa pak Rico sudah salah memilih pasangan hidup, orang kampung kayak dia di jadikan sebagai istri, mending aku lah kemana-mana" ucap Naomi meremehkan Nana
"heh! oh iya?" ucap Nana melipat tangannya di dada dan tersenyum mencemooh
"iya lah! secara, saya ini berpendidikan tinggi, dan saya juga wanita karir, dan terutama, saya lebih kaya dari kamu" ucap Naomi dengan begitu sombong nya
"berpendidikan tinggi, tidak menjamin seseorang memiliki etika " ucap Nana
"oh iya mas, apa kamu tertarik dengan perempuan yang berpendidikan tinggi, wanita karir, dan kaya raya?" tanya Nana pada suaminya
"aku tidak butuh itu semua sayang! aku hanya butuh dirimu sayang, aku harap kamu selalu ada samping ku hingga kita menua bersama-sama" ucap Rico mencium kening istrinya
"tentu suami ku, asalkan kamu jangan sampai tergoda dengan perempuan lain, sebentar ya aku mau melihat anak kita dulu di dalam, "ucap Nana yang ingin beranjak ke kamar pribadinya
tapi.....
__ADS_1