Duda&Janda

Duda&Janda
120 salah faham


__ADS_3

Rico langsung menyerang istrinya


"mau alasan apa lagi kamu sayang?" ucap Rico


dan Nana pun hanya pasrah pada apa yang suaminya lakukan, karena sebenarnya Nana juga tidak mampu menolaknya.


Nana membalas ciuman suaminya, hingga membuat Rico semakin bergairah


"sayang aku menginginkan mu" ucap Rico lalu menggendong istrinya dan merebahkan di atas ranjangnya dengan sangat hati-hati, lalu menghimpit tubuh istri nya, dan menciumi setiap inci bagian wajah dan tubuh istri nya.


Nana dan Rico malam ini benar-benar seperti pengantin baru, mereka menghabiskan malam panas mereka tanpa di ganggu oleh anak-anak nya. (skip urusan ranjang)


keesokan paginya, adzan subuh Nana sudah terbangun, dengan tubuh yang terasa remuk semua. lalu Nana mandi, setelah itu membangun kan suaminya, untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah.


setelah sarapan pagi, aisyah dan Tasya pergi ke sekolah di antar oleh pak Udin.


Rico hari ini pergi sendiri ke kantor nya, Nana tidak ikut serta, karena Rico ingin memberikan waktu Nana untuk ibunya juga


"aku berangkat ya sayang" ucap Rico


Nana mengangguk "iya mas, selamat bekerja! hati hati di jalan, dan semoga dapat rezeki yang halal dan berkah" ucap Nana lalu mencium punggung tangan suaminya.


Rico pun mencium kening istrinya.


"assalamualaikum" ucap Rico lalu masuk ke dalam mobil nya


"waalaikumsalam" jawab Nana dan melambaikan tangan nya


setelah kepergian suaminya, Nana menghampiri ibunya dan Abrisam yang sedang bermain di ruang tengah


"hai jagoan Mama, lagi main ya" ucap Nana mencubit pipi Abrisam dengan gemas


"nak! jangan di cubit pipi Abrisam nya, nanti anak itu susah makan Lo" ucap Bu Sofia menegur putri nya


"yah Bu. cuma sedikit doang" ucap Nana


"kamu ini" ucap Bu Sofia menggeleng kan kepalanya


" neng! nanti mau mengantar kan makan siang untuk pak Rico?" tanya Mbok su yang baru datang dari dapur sambil membawakan makanan untuk Abrisam

__ADS_1


"iya mbok, sekalian aku mau menjemput anak-anak di sekolah" ucap Nana


"ya sudah, nanti mbok yang siapin makanan nya, mau di masakin apa Neng?" tanya Mbok su


"apa sajalah Mbok, mas Rico kan tidak pilih-pilih makanan, apa saja yang mbok masak pasti kami akan memakannya, soalnya masakan nya mbok enak-enak semua" ucap Nana


"Neng Nana mah bisa saja" ucap mbok su tersenyum


sedangkan Bu Sofia sedang menyuapi cucunya makan, makanan yang di bawakan oleh Mbok su tadi


"enak ya sayang?" ucap Bu Sofia pada cucunya


Abrisam pun mengangguk seakan paham dengan pertanyaan neneknya


"lihat Mbok! Abrisam saja, bilang masakan mbok enak hehehehe" ucap Bu Sofia terkekeh


"ibu mah bisa saja hehehehe" ucap Mbok su terkekeh


jam 11:30, Nana berangkat menjemput anak-anak nya di sekolah, tanpa membawa Abrisam bersama nya, karena Bu Sofia melarang nya, mungkin Bu Sofia merasa kesepian di rumah sebesar itu dia hanya sendirian, walaupun terkadang Mbok su menemani nya, tapi Mbok su lebih sering di dapur, sedangkan dirinya, di larang oleh menantunya, sebenarnya Mbok su juga di larang tapi memang Mbok su nya saja yang tidak bisa diam dan mau bekerja terus. sekitar dua puluh lima menit kemudian, Nana sampai di sekolah aisyah dan Tasya, Lima menit menunggu, akhirnya aisyah dan Tasya keluar dari sekolah nya lalu menghampiri Mama nya yang sedang menunggu di kursi yang sudah di siapkan oleh pihak sekolah untuk ibu-ibu yang menjemput anak nya


"assalamualaikum Mama" ucap aisyah dan Tasya lalu mencium punggung tangan mamanya Secara bergantian


"Kita ke kantor papa dulu ya sayang, Mama mau nganterin makan siang dulu buat papa, habis itu temani mama belanja bulanan, nggak apa-apa kan?" ucap Nana


"kita ke mall ma?" tanya tasya antusias


"iya sayang! niat nya sih gitu, kalau papa tidak minta di temani oleh kita di kantor nanti nya" ucap Nana


"ya nggak apa-apa ma, kalau papa minta di temani, kita temani saja, kan masih bisa besok kita belanjanya" ucap aisyah


Nana tersenyum mendengar perkataan putri nya yang semakin dewasa


Lima belas menit kemudian mereka pun sampai di PT Mahendra grup sebuah bangunan yang menjulang tinggi dan kokoh


"ayo sayang" ajak Nana pada anak-anak nya sambil membawakan makanan untuk suaminya


aisyah dan Tasya bergandengan tangan mengikuti Mama dari belakang, saat akan masuk ke dalam lift, mereka bertemu dengan Dika yang juga akan memasuki lift


"hallo calon suami ganteng! apa kabar?" ucap tasya mesem-mesem dan bertingkah ganjen

__ADS_1


Dika tersenyum dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, Dika sungkan pada istri bos nya.


sedangkan Nana tersenyum dan menggeleng kan kepalanya melihat tingkah anaknya yang ke centilan


"dek! malu dong! jadi perempuan itu harus jual mahal" ucap aisyah pelan


"kalau mau jual mahal itu lihat-lihat orang nya dulu kak, kalau orang nya kaku kayak asisten Dika, aku rasa dia tidak akan laku-laku, maka aku harus berinisiatif duluan" ucap tasya gamblang


"hahahaha hahaha kamu mendengar apa yang di katakan tasya dik?" tanya Nana tertawa


sedangkan Dika menghela nafas panjang


"apa benar ya aku terlalu kaku? makanya aku belum memiliki istri, boro-boro istri pacar saja tidak punya" batin Dika


"calon suami! calon suami! calon suami!!!!" akhirnya Tasya berteriak karena Dika hanya bengong tak menyahuti panggilan Tasya sebelumnya


dan akhirnya Dika tersadar dari lamunan nya


"hah iya kenapa?" tanya Dika


"ayo ah! nggak usah kecentilan terus Sama asisten Dika, kamu itu masih kecil tau" ucap aisyah menarik tangan adiknya dan mengikuti Nana


tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Nana membuka pintu ruangan Suami nya, dan menyuruh aisyah dan Tasya masuk duluan


"papa!! apa yang papa lakukan?" teriak tasya emosi dan menghampiri papanya yang sedang berpelukan dengan wanita lain di sofa, seakan-akan perempuan itu sedang menghimpit tubuh rico, dan dalam pandangan orang yang memandang nya, mereka sedang bermesraan.


lalu tasya mendekat dan menarik rambut wanita tersebut dengan brutal.


dan perempuan itu adalah Naomi


"apa yang kamu lakukan pada papaku hah" teriak tasya emosi sambil menangis dan menjambak rambut Naomi secara menggila


Nana langsung menghampiri putri sambung nya, memeluknya dan menenangka tasya yang menangis dan emosi, jangan lupakan tangan nya yang masih erat menjambak rambut Naomi


"Tasya, sayang, lepas ya rambut Tante nya, kita bicarakan ini baik-baik ya sayang" ucap Nana memeluk tasya


"tapi ma! perempuan ini sudah menggoda papa, aku tidak mau papa sampai tergoda pada perempuan gatel ini" ucap tasya yang masih belum mau melepaskan rambut Naomi


"sayang, lepas dulu ya, tasya nurut ya Sama.....

__ADS_1


__ADS_2