
"sudah! memang nya kenapa mas?" tanya Nana bingung dengan pertanyaan suaminya
"hhufff!" Rico menghela nafas, lalu melanjutkan perkataannya sambil tersenyum mesum "mas rencananya mau mandi bareng sama kamu sayang"
"justru itu mas, aku tadi bangunnya pelan-pelan, aku tidak mau kejadian waktu itu terulang lagi, bilang nya cuma mau mandi bareng, tapi apa? mas Rico malah ngajak aku bercinta lagi di kamar mandi" ucap Nana cemberut
"hehehe "Rico terkekeh mendengar perkataan istrinya. "tapi kamu juga menikmati nya kan sayang" ucap Rico menggoda istrinya
mendengar perkataan suaminya Nana pun tersenyum malu dan pipinya sudah bersemu merah "Udah ah mending mas Rico mandi deh, nanti sholat subuh nya kesiangan lagi" ucap Nana salah tingkah
Rico pun pergi ke kamar mandi sambil terkekeh
setelah selesai mandi Nana dan Rico pergi ke bawah untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah
setelah selesai sholat, semua nya mencium tangan yang lebih tua. tapi tasya tidak mau mencium punggung tangan papanya
"kenapa sayang? kenapa tasya tidak mau mencium tangan papa?" tanya Nana
"Tasya masih marah sama Papa ma" ucap tasya masuk ke dalam pelukan Nana
Nana pun mencoba membuat anaknya tenang, Dengan mengusap-usap punggung
"sayang! sampai kapan tasya marah sama papa, papa kan sudah menjelaskan semua nya, masa iya sih tasya tidak mempercayai papa tasya sendiri" ucap Nana
"memang nya Mama sudah tidak marah lagi sama papa?" tanya tasya
"kenapa Mama harus marah sama papa? papa kan sudah menjelaskan semua nya, dan Mama percaya" ucap Nana
"itu artinya, Mama sudah tidak marah lagi dong sama papa" tanya tasya
"iya dong sayang, Mama sudah tidak marah lagi sama papa, karena kita harus percaya pada keluarga kita sendiri, sekarang tasya mau kan memaafkan papa?" tanya Nana.
Tasya pun mengangguk
melihat putrinya mengangguk, Rico begitu senang dan merentangkan kedua tangannya agar putrinya memeluk nya, lima detik, 10 detik , tapi tasya tak kunjung memeluk nya
Rico pun menurunkan tangannya secara perlahan.
sedangkan tasya menaruh tangannya didepan dada dan melirik papa "papa jangan senang dulu ya, tasya memang sudah memaafkan papa, tapi tasya masih mau menghukum papa, biar papa tidak mengulangi perbuatan itu lagi, tasya tidak suka, dan tasya tidak mau papa menyakiti hati Mama" ucap tasya
"hhhuuff, baiklah papa akan menerima apa pun hukuman dari putri papa ini" ucap Rico menghela nafas
" eh memangnya apa hukumannya?" tanya Rico saat melihat senyuman jahat dari putri nya
__ADS_1
"tentu saja hukumannya sangat ringan" ucap tasya tersenyum miring, lalu pergi menuju kamar nya di ikuti oleh aisyah di belakang nya
Rico yang melihat senyuman putrinya pun bergidik
aisyah yang mengikuti tasya pun langsung bertanya
"dek memang nya hukuman apa yang akan kamu berikan kepada papa?" tanya aisyah penasaran
"hahahaha kak aisyah kepo deh" ucap tasya tertawa
"iya iya kak aisyah kepo, ayo cepat jawab apa hukuman nya" ucap aisyah
"rahasia hahahaha" tasya semakin bersemangat mengerjai kakaknya lalu berlari menuju kamarnya
aisyah pun langsung mengejar tasya dari belakang
***
setelah sarapan pagi, mereka semua berkumpul di ruang tengah
"pa! sekarang tasya mau kita pergi jalan-jalan, papa mau kan?" tanya aisyah
tanpa pikir panjang Rico pun langsung mengangguk menyetujui keinginan putrinya
"ibu Sama Mbok ikut ya" ucap Nana
"hahahaha tidak nak kalian saja, ibu di sini saja, atau mbok su mau ikut mereka" ucap Bu Sofia
"tidak-tidak!! si Mbok sudah tua, si mbok takut lutut Mbok bisa sakit kalau ikut kalian jalan-jalan, mbok di rumah saja menemani Bu Sofia" ucap mbok
"sudah sana, kalian bersiap lah, biar si Mbok yang menyiapkan Abrisam, sini berikan Abrisam nya pada mbok" ucap Mbok mengambil Abrisam dari tangan Nana
***
sekitar 30 menit, semuanya sudah selesai bersiap
"memangnya kita mau jalan-jalan ke mana sih?" tanya Rico
"tentu saja ke mall dong pa" ucap tasya
"oh "Rico hanya bilang oh
dan mereka pun berangkat ke mall
__ADS_1
setelah beberapa saat mereka pun sampai
Rico membukakan pintu untuk istri dan anak-anaknya
"sini sayang! biar aku saja yang menggendong Abrisam" ucap Rico lalu mengambil Abrisam dari gendongan Nana
lalu mereka pun berjalan hendak memasuki mall, karena memang Rico agak jauh parkir mobil nya, jadi mereka sedikit jauh berjalan nya
sedangkan dari arah yang berlawanan, dari Rico dan keluarga nya berjalan, Naomi yang berada di dalam mobil nya sedang memandangi keluarga Rico yang tertawa bahagia. Naomi sangat marah hingga ke ubun-ubun, dan entah setan apa yang merasuki nya
"kurang ajar!! anak kecil itu kan yang menjambak rambutku kemarin, anak kecil itu pasti anak bawaan istrinya Rico. Hem, kalau aku menabrak nya, kemudian dia mati, bisa saja kan ibunya akan setres dan gila hahahaha hahaha" ucap Naomi tertawa jahat dia sudah di tutupi oleh gabut amarah, dan dia bersiap menabrakkan mobilnya ke arah tasya. dia mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, dia sudah memperkirakan bahwa tabrakan nya tidak meleset
tasya yang bergandengan tangan dengan aisyah, tidak melihat mobil yang melaju ke arahnya dengan sangat kencang.
mereka bercanda dan tertawa riang, hingga membuat orang yang iri melihat nya semakin terbakar api amarah
"mas! kira kira apa yang akan di lakukan tasya Sama Kamu" tanya Nana
"entah lah sayang, kita ikuti sajalah kemauan nya apa" ucap Rico
lalu Nana melihat kedua putrinya yang sedang bercanda dan tertawa riang, dan Nana ikut tersenyum merasakan kebahagiaan yang Sama, lalu Nana melihat sebuah mobil sedang melaju ke arah anak-anak nya, di lihat dari mobil yang melaju kencang, Nana merasa ada yang tidak beres, seakan-akan mobil tersebut memang sengaja ingin menabrak kedua putrinya.
saat mobil semakin dekat pada anak-anak nya "awaaas!!!!!!" berbarengan dengan suara (bruuuuk) seakan ada benda yang terjatuh.
(uwwweeeeengggg) mobil yang tadi menabrak langsung melaju kencang kembali
Rico merasa sangat kaget, karena semuanya terjadi secara tiba-tiba di depan matanya.
saat melihat anak-anak dan istrinya yang sama-sama terbaring , Rico langsung berlari seperti orang gila, Rico semakin khawatir dan panik setelah mendengar teriakkan ke-dua putri nya
"mama!!!!!!" teriak aisyah
"Mama!!" teriak tasya keduanya menangis
Rico langsung berlari ke arah istrinya dengan sangat panik "sayang!!! bangun!!!" ucap Rico mengguncang tubuh istri nya, sambil menggendong putranya
"Mama!!!! mama bangun ma!! uuuuu" ucap aisyah menangis pilu
"mama!!! bangun!!!! bangun ma!!!" ucap tasya menangis sesenggukan
sedangkan rico semakin panik saat memegang kepala istri ada cairan merah dari sana
"tolong!!! tolong kami, siapa pun tolong panggil kan ambulance" teriak Rico minta tolong pada orang orang yang berkerumun sambil menangis
__ADS_1