Duda&Janda

Duda&Janda
109 memalukan


__ADS_3

"tapi! "ucap Nana terpotong


"tenang saja, mas tidak akan mengulangi nya, mas janji kita hanya akan mandi bareng biar cepat" ucap Rico


setelah beberapa saat mereka keluar setelah selesai mandi besar, Rico menepati janjinya dia sungguh-sungguh tak menyentuh istrinya lagi


lalu Rico pergi ke tempat anak-anak yang tengah menunggu nya untuk sholat berjamaah, sedangkan Nana sholat di kamar, karena takut bayi nya nangis


"Mama mana pa?" tanya tasya yang tak melihat Nana


"Mama sholat di kamar sayang! soalnya adik kalian belum bangun, kasihan kan kalau dia di tinggal sendirian" ucap Rico mencari alasan


"oh" Asiyah dan Tasya hanya bilang oh


lalu mereka pun sholat subuh berjamaah, walaupun hampir kesiangan gara-gara nungguin papanya.


kehidupan rico dan Keluarga nya di lalui dengan sangat bahagia dan damai, hingga kini baby Abrisam sudah mulai bisa berjalan.


dan sangat aktif sekali.


anak-anak sekarang sudah masuk SD, dan setiap pagi selalu di antar oleh pak Udin


saat ini mereka tengah menikmati sarapan pagi sambil sesekali mengobrol


"sayang! kayak nya mas nggak bisa pulang deh buat makan siang, soalnya mas ada meeting dengan klien yang mau bekerja sama dengan perusahaan kita" ucap Rico pada istrinya, karena biasanya dia selalu pulang untuk makan siang di rumah, kecuali ada meeting di luar dan kebetulan masuk waktu makan siang


"memang nya meeting di mana mas?" tanya Nana


"di kantor sih, tapi waktunya mepet banget, mungkin mas makan di kantor saja" jawab Rico


"oh di kantor, ya udah, nanti biar aku yang nganterin makan siang buat kamu, sekalian aku jemput anak-anak di sekolah" ucap Nana


"benarkah? Mama mau menjemput kita ke sekolah, yey!" ucap tasya dan aisyah dengan gembira


"serius sayang?" ucap Rico tersenyum senang.


Nana pun mengangguk dan tersenyum, sebagai jawaban atas pertanyaan dari suami dan anak-anak nya


"oke, mas tunggu ya? hati hati di jalan, bilang sama pak Udin, nggak usah ngebut-ngebut di jalan"ucap Rico


Nana lagi-lagi hanya mengangguk

__ADS_1


setelah selesai sarapan


"ya sudah mas berangkat ke kantor ya?" ucap Rico,


lalu Nana mengantar suami dan anak-anak ke depan rumah nya sambil menggendong Abrisam


"ayo anak-anak Salim sama mama" ucap Rico menyuruh anak-anak nya Salim pada Mama nya


"kami berangkat ke sekolah ya ma" ucap anak-anak lalu mencium punggung tangan mamanya dan papanya secara bergantian, lalu masuk ke dalam mobil yang di kendarai oleh pak Udin yang di tugaskan untuk mengantar anak-anak nya ke sekolah, dan mengantar istrinya


setelah mobil yang di tumpangi anak anak nya sudah pergi, kini giliran Nana yang mencium punggung tangan suaminya, dan Rico pun langsung mencium kening istrinya


"assalamualaikum" ucap Rico sebelum masuk ke dalam mobil Nya


"waalaikumsalam, hati-hati di jalan mas" ucap Nana.


Rico tersenyum dan mengangguk, lalu menjalankan mobilnya


setelah mobil suami nya sudah tak terlihat , Nana pun langsung masuk ke dalam rumah


"sekarang giliran Abrisam maem ya sayang" ucap Nana menyuapi Abrisam makan, lalu memandikan nya, setelah selesai mandi, saat akan memakai kan baju anak nya, ponselnya berdering, setelah di lihat ternyata Dona dan Rumi video call, Nana tersenyum, dan langsung menerima video call dari sahabat nya


"assalamualaikum, Mama Mami cantik" ucap Nana sambil memakai kan pakaian Abrisam, Dona setelah menikah, meminta agar anak-anaknya Nana dan Rumi memanggil nya Mami


"iya gemes banget deh" sambung Rumi


"Mami mau cium Abrisam? Mami kesini ajah, Mama juga" ucap Nana menirukan suara anak kecil, dan mereka pun tertawa bersama


"ma ma ma mi hahahaha" ucap baby Abrisam lalu tertawa


"sumpah deh na aku mau kesana, aku udah kangen banget sama Abrisam" ucap Dona sambil mengelus-elus perut nya yang sedikit membesar


"jangan Don, kalau Suami mu Belum pulang dari luar kota, kamu jangan kemana-mana, lihat perut mu sudah sebesar itu, kamu malah mau pergi sendirian, besok deh aku bawa Abrisam ke rumah mu, sekalian Sama aisyah dan Tasya, besok kan libur" ucap Nana melarang sahabatnya pergi sendirian di usia kehamilan nya yang memasuki usia 7 bulan dan suaminya saat ini sedang berada di luar kota


"na! kamu nggak ingin hamil lagi?" tanya Rumi


"ingin sih ingin rum, tapi nggak Sekarang juga kali, minimal usia Abrisam 2thn lah, baru aku program lagi" ucap Nana


"kalau kamu gimana? apakah sudah isi?" tanya Nana


Rumi pun senyum-senyum lalu mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan Nana

__ADS_1


Nana dan Dona yang melihat sahabatnya mengangguk, sontak melebarkan matanya


"seriusan kamu rum?" tanya keduanya antusias


lagi lagi Rumi mengangguk dan tersenyum


"aaaaaa selamat ya atas kehamilan nya, aku turut bahagia "ucap Nana dengan bahagia


"iya selamat ya rum" ucap Dona tersenyum


di saat mereka tengah asyik mengobrol,


Bram tidak tahu kalau istrinya sedang video call dengan Nana dan Rumi,


Bram yang sangat merindukan istrinya, yang sudah dia tinggalkan selama 3 hari ke luar kota untuk mengurus proyek nya, dia langsung memeluk Dona dan mencium bibir istrinya rakus.


saat Bram tengah asyik menikmati manisnya bibir sang istri, Bram samar samar mendengar suara Abrisam " pa pi hahahaha" ucap Abrisam tertawa


sontak membuat Bram melebarkan matanya, lalu melepaskan istrinya


"sayang! tadi aku mendengar suara Abrisam, apa mungkin cuma halusinasi ya?" ucap Bram yang menganggap suara Abrisam hanya halusinasi, dan ingin mencium bibir istrinya lagi,


Dona yang baru sadar kalau dia sedang melakukan video call dengan sahabat-sahabatnya, Dona pun langsung menahan dada Suami nya agar tidak mengulangi perbuatannya barusan


"kenapa sayang? apakah kamu tidak merindukan suami mu ini?" ucap Bram heran


"mas! aku lagi video call sama Nana dan Rumi, lihat itu" bisik Dona lalu menyuruh suami nya melihat ponselnya yang dia simpan di bantal


Bram pun mengikuti kemana arah yang di tunjukan istrinya, dan Bram pun melihat Nana dan Rumi hanya nyengir kuda.


rasanya Bram ingin menenggelamkan dirinya ke bumi saking malunya dia, karena sudah mencium istrinya di depan Nana dan Rumi.


"na ayo kita matikan telepon nya, mereka pasti ingin melepaskan kerinduan yang selama 3hari lamanya tak bertemu" ucap Rumi mendramatisir.


Nana pun mengangguk menyetujui


"dada Mami Dona ! dada papi Bram, assalamualaikum" ucap Nana lalu mematikan sambungan video call nya tanpa mendengar jawaban dari Dona


begitu pula dengan Rumi, dia juga mematikan sambungan video call nya


"kanapa kamu tidak bilang sih sayang kalau kamu sedang melakukan video call dengan mereka" ucap Bram

__ADS_1


"yaa mana


__ADS_2