
"iya!" ucap Dona berbalik dan ingin menghampiri Rumi dan Nana yang memanggil nya.
tapi sebelum Dona melangkah, Bram menahan tangan Dona dan menarik tangan nya ke tempat lain
"ada mas? aku mau nyamperin Nana dan Rumi, mereka tadi memanggil ku" ucap Dona
Bram mengambil tangan Dona dan meletakkan nya di dadanya
"apakah kamu merasakan detak jantungku?" ucap Bram
"iya mas!! tapi kenapa kencang sekali? tanya Dona
"apakah kamu tidak merasakan jantung mu berdetak kencang seperti ini ketika bersama dengan ku?" tanya Bram lagi
lalu Dona meraba dadanya sendiri "iya! kenapa kencang sekali? apakah terjadi sesuatu pada kita mas?" ucap Dona terkejut
Bram pun tersenyum mendengar jawaban Dona
lalu Bram menggenggam tangan Dona
"aku mencintaimu Dona! apakah kamu mau menikah dengan ku?" ucap Bram
sedangkan Dona yang mendengar perkataan Bram terkejut dan hanya melongo
"ish kenapa Dona tidak menjawab, kesel deh" gerutu Rumi dari tempat persembunyiannya
"ssssuuuutt diam rum! nanti kita ketahuan" bisik Nana yang sedang asyik merekam Bram yang sedang melamar Dona
"bagaimana Dona? apakah kamu mau menjadi istri ku?" ucap Bram sekali lagi
Dona tersenyum malu-malu dan mengangguk lalu menunduk malu.
Bram tersenyum
"jawab sayang! aku mau mendengar jawaban langsung dari bibir mu, bukan anggukan kepala" ucap Bram lalu mencium tangan Dona
"aku mau mas" jawab Dona tersenyum malu-malu
sedangkan Rumi yang berada di tempat persembunyiannya, berteriak senang
"aaaaa aaaaaa!!!! Dona dan Bram jadian!!!" ucap Rumi berteriak
"ssssuuuutt diam rum!" ucap Nana
Bram dan Dona yang mendengar teriakkan Rumi langsung menatap ke arah keduanya
yang di tatap hanya nyengir dan mengangkat dua jarinya ✌️
"kabuuuur!!" ucap Rumi lalu menarik tangan Nana
__ADS_1
Dona dan Bram yang melihat tingkah ke-dua ibu muda tersebut hanya menggeleng kan kepalanya
"ayo kita beri tahu Oma,mama dan papa, tentang hubungan kita" ucap Bram lalu menggandeng tangan Dona.
tapi Dona menarik tangan nya kembali
"kenapa?" tanya Bram
"aku takut keluarga mas Bram tidak setuju" ucap Dona Sadar akan dirinya yang hanyalah seorang pembantu
"kamu cukup percaya pada ku, ayo" ucap Bram lagi lalu menggandeng tangan Dona dan membawa Nya ke tempat keluarga Nya duduk
melihat Dona dan Bram bergandengan tangan Nana kembali menyala kan kamera nya.
"sayang kenapa sih?" tanya rico yang melihat tingkah laku istrinya
"mas Rico lihat saja nanti" bukan Nana yang menjawab tapi Rumi
Dona melirik ke-dua sahabatnya yang gesrek,
yang di lirik lagi-lagi hanya nyengir dan mengangkat kedua jarinya ✌️
"Oma!! papa! Mama! aku mau memberi tahu sesuatu pada kalian" ucap Bram
"ada apa nak?" tanya Mama Ros
sedangkan Dona menunduk, dia takut orang tua Bram tidak setuju. karena dia hanyalah seorang pembantu di rumah nya
"Dona! lihat Oma" ucap Oma Mayang seperti nya marah
Dona pun mengangkat wajahnya dan menatap ke arah Oma Mayang, dan seperti nya Oma Mayang marah, Dona pun yakin kalau dia tidak akan di terima di keluarga majikannya. tanpa sadar Dona meneteskan air matanya
Oma Mayang yang melihat Dona meneteskan air matanya semakin yakin bahwa cucunya sudah memaksa Dona
"Rosmalina ! Fatir ! bawa putra kalian ke hadapan ku" ucap Oma Mayang marah, karena Oma fikir cucunya sudah memaksa Dona untuk menerima cintanya, dan memaksa Dona agar mau dia nikahi
mama Ros dan papa fatir yang melihat kemarahan Oma Mayang, mereka dengan terpaksa menuruti perintah Oma, dan menyeret tubuh putranya ke hadapan Oma Mayang. sedangkan Dona menunduk sedih dengan pemikiran dirinya sendiri
setelah Bram sudah berada di depan nya, Oma Mayang dengan sekuat tenaga menjewer telinga cucunya
"kamu kurang ajar kamu ya! kamu berani beraninya memaksa Dona untuk menerima cintamu dan memaksa nya agar dia mau kau nikahi" ucap Oma Mayang geregetan dan semakin kuat menjewer telinga nya
"aduh ! aduh ! Oma sakit ! Bram tidak memaksa Dona, kami saling mencinta" ucap Bram mengaduh kesakitan.
mendengar perkataan cucunya, Oma melepaskan tangannya dari telinga cucunya
"apakah benar kalau Bram tidak memaksa mu Dona?" tanya Oma
"iya Oma, mas Bram tidak pernah memaksa ku" ucap Dona menunduk
__ADS_1
"hah !! lalu kenapa kamu menangis?" tanya Oma lagi
"bukannya Oma marah? gara-gara saya mencintai cucu Oma?" tanya Dona
" kamu Don ! Oma pikir cucu Oma ini memaksa kamu, makanya Oma marah, bukan marah pada kamu, tapi Oma marah padanya, tapi Oma yang salah hehehehe" ucap Oma terkekeh geli dengan pemikiran nya yang salah faham
"dan Oma seratus persen setuju!! kalau memang tidak ada paksaan dari dia" ucap Oma
"jadi Oma menjewer telinga Bram kuat-kuat karena Oma pikir Bram memaksa Dona?" tanya Bram masih belum percaya dengan sikap Omanya yang menjewer telinga cucunya sendiri
"hehehehe hehehehe iya" jawab Oma Terkekeh
"ck Oma merusak suasana tahu, dan Oma sudah membuat Bram malu" ucap Bram
"malu? malu pada siapa?" tanya Oma
"ya tentu saja pada pacar Bram dan juga pada mereka" ucap Bram menggandeng tangan Dona lagi dan menunjuk Nana dan keluarganya
"ya maaf" ucap Oma
"bagaimana ma ? pa ? apakah kalian juga setuju kalau aku mau menikahi Dona, wanita yang aku cintai " ucap Bram
"tapi tidak berani mengungkapkan perasaan mu ya? hahahaha..... " ucap Mama Ros mentertawakan putranya.
"Mama tau kok kalau kamu sudah menyukai Dona sejak lama, tapi dapat keberanian dari mana kamu menembak Dona" ucap Mama Ros menggoda putranya
"ck ma!! jawab aja sih!! nggak usah menggoda Bram deh" ucap Bram berdecak karena Mama Ros bukan nya menjawab setuju atau tidak, Mama Ros malah menggodanya
"Mama setuju dong!! " ucap Mama Ros tersenyum, lalu memandang suaminya
"papa juga setuju" ucap papa Fatir tersenyum
"kalian mau tau dapat keberanian dari mana Bram menembak Dona " ucap Rumi tersenyum lebar
"dari mana?" tanya semua orang penasaran
"tentu saja dari kita" ucap Rumi ber TOS dengan Nana lalu keduanya tertawa bersama karena rencana Nya sudah berhasil.
sedangkan Rico dan Ramzi hanya menggeleng kan kepalanya dengan kelakuan wanita yang mereka cintai
"kalian ini, paling kompak kalau masalah ngerjain Dona" ucap Bu Sofia
"ini demi kebaikan mereka Bu! coba kalau kita nggak bertindak, pasti mereka Masih menyembunyikan perasaan mereka masing-masing, dan hubungan mereka pasti tidak akan berlanjut, Iya kan na?" ucap Rumi meminta persetujuan Nana.
Nana pun mengangguk setuju
"dan kami sangat berterima kasih" ucap Mama Ros senang
"oek oek oek.....
__ADS_1