Duda&Janda

Duda&Janda
117 nasehat dari sahabat, witing tresno jalaran Soko kulino


__ADS_3

"aku pikir kerja sama nya akan di batalkan" batin Rico melirik tak suka pada Naomi yang terus memandangi nya, lalu Rico melirik istrinya yang duduk tidak jauh dari nya, rico takut kalau Nana akan marah, karena Rico tak memberi tahu kalau dia akan meeting dengan Naomi dan papanya sebelum mereka pergi . tapi melihat istrinya tersenyum manis, ketika pandangan mereka bertemu, Rico sedikit merasa lega


tak lama setelah nya, Nana melihat seorang wanita hamil dan suaminya akan memasuki restoran, siapa lagi kalau bukan Bram dan Dona.


Nana buru-buru mengangkat tangan nya agar Dona melihat ke arah nya


"loh! itu kan Abrisam sama Mama nya sayang" ucap Bram yang melihat Nana lebih dulu


"masa sih mas Nana dan Abrisam ada di sini, mana?" tanya Dona


Bram pun menunjukkan dimana Nana dan and berada "itu mereka" ucap Bram


"kamu mau kita ke mereka dulu?" tanya Bram


"biar aku sendiri saja mas yang nyamperin Nana ke sana, mas Bram kalau mau meeting, pergi saja, aku akan menunggu di tempat Nana duduk, tapi kalau sudah selesai meeting nya, mas Bram cepat-cepat ke sini ya?" ucap Dona


"oke, mas pergi meeting dulu, kamu jangan kemana-mana, ingat!!" ucap Bram


"iya iya, pergi lah, aku akan duduk dengan Nana dan Abrisam" ucap Dona


lalu Bram pun pergi ke di mana klien nya menunggu


dan Dona menghampiri Nana dan Abrisam


"hai jagoan! Mami sangat merindukan mu" ucap Dona antusias dan menciumi pipi gembul Abrisam


"ma mi hahahaha" Abrisam antusias dan meminta agar Dona menggendong nya


"sayang lihat perut mami, sudah besar begitu kau Masih ingin dia menggendong mu" ucap Nana melarang putranya yang meminta di gendong mami Dona.


dan Abrisam pun langsung menangis


"aaaaaa Mami " Abrisam tetap ingin di gendong mami Dona nya


"ih kamu ini, berikan Abrisam padaku" ucap Dona mengambil Abrisam dari tangan Nana


"tapi Dona, perut mu sudah sebesar itu, apa tidak apa-apa kalau kamu masih menggendong Abrisam?" tanya Nana


"tidak apa-apa, ayo cepat berikan, atau kau mau dia terus menangis, dan kita menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada di sini" ucap Dona melirik orang-orang yang melihat ke arah mereka

__ADS_1


Nana pun memberikan Abrisam pada Dona


"hahahaha ma mi" Abrisam tertawa dan mengelus-elus perut Dona dan membuncit


"hahahaha seperti nya Abrisam nya seneng banget mengelus-elus perut kamu Don" ucap Nana tertawa melihat tingkah Abrisam yang seperti nya suka sekali mengelus-elus perut Dona


"mungkin Abrisam sudah tidak sabar menunggu teman baru nya" ucap Dona


"hahaha hahaha" mereka pun tertawa bersama


"oh iya na, kamu kesini Sama siapa?" tanya Dona


"aku?" tanya Nana menunjuk dirinya.


Dona mengangguk.


Nana pun tersenyum malu, lalu mendekat ke arah Dona, lalu berbisik "aku ke sini menemani mas rico yang lagi meeting, agar tidak di ganggu oleh virus-virus rumah tangga, yang selalu modus deketin Suami ku" ucap Nana melirik Naomi yang seperti nya selalu mencuri pandang ke arah rico Suami nya


"Kamu ke sini Sama Rico? terus Rico nya mana?" tanya Dona


"tuuuuh" ucap Nana menunjuk ke arah suaminya dengan dagu


Dona pun mengikuti kemana arah yang di tunjuk Nana. Dona pun melihat hal yang tidak beres dengan perempuan yang meeting bersama dengan Rico, Suami sahabatnya.


"na! kamu lihat deh, perempuan yang meeting bersama dengan suami mu" ucap Dona


Nana tersenyum "itulah yang membuat aku mengikuti Suami ku Don, dan dia lah yang berusaha menjadi virus dalam rumah tangga ku" ucap Nana menghela nafas panjang


"kurang ajar! biar aku labrak dia na! kamu tunggu aja di sini" ucap Dona emosi


"heh kamu itu sedang hamil, jaga emosi mu, jangan sampai terpancing, hanya karena perempuan seperti dia, insyaallah mas Rico


setia kok" ucap Nana santai


"na! kamu kok santai banget sih, melihat suami mu di godain perempuan lain" ucap Dona geram sendiri karena sahabatnya santai-santai saja melihat suaminya di goda perempuan lain


"karena mas Rico tidak tertarik pada nya" ucap Nana pada nya


"na! mungkin Suami mu sekarang tidak tertarik pada perempuan gatel itu, tapi kamu harus tetap hati-hati pada nya, seperti kata pepatah Jawa, witing tresno jalaran Soko kulino, cinta ada karena terbiasa, cinta biasa nya akan datang jika kita telah terbiasa, seiring terjalinnya komunikasi dan juga interaksi" ucap Dona menasehati sahabat nya

__ADS_1


"Don! kamu jangan nakut-nakutin aku dong" ucap Nana


"makanya kamu jangan diam saja" ucap Dona


"sebenarnya Tadi pagi aku sudah ngata- ngatain perempuan itu, tapi dia nya aja yang tak tahu malu" ucap Nana cemberut


"hehehehe kalau pelakor tahu malu, itu namanya bukan pelakor" ucap Dona terkekeh


"iya juga sih" ucap Nana 🤔🤔🤔


Dona pun mengangguk setuju


"oh iya! kalau kamu ngapain ke sini? perut besar begitu Masih saja ngekor Suami sedang meeting" ucap Nana


"kalau aku sih, lagi pengen aja ikut" ucap Dona santai


"heh bilang aja kalau kamu juga mengawasi Suami mu dari virus-virus rumah tangga" ucap Nana


"hehehehe bisa di bilang begitu" ucap Dona cengengesan


"oh iya! kapan kira-kira lahiran kamu Don?" tanya Nana mengalihkan pembicaraan


"kata dokter sih, kira-kira 4 mingguan lah" jawab Dona


Nana mengangguk "oh iya , rencananya kamu lahiran nya normal atau Caesar?" tanya Nana


"kalau aku sih pengen nya normal aja, dan mas Bram juga mendukung apa pun keputusan ku, katanya asalkan semua nya baik-baik saja. doa kan ya na, semoga semua nya baik-baik saja" ucap Dona


"Amin!! itu pasti, doa ku selalu menyertai mu, semoga semua nya baik-baik saja dan semoga lahirannya lancar ya? Amin amin ya rabbal alamin" ucap Nana tersenyum tulus


"terimakasih ya na" ucap Dona


Nana pun mengangguk


lalu Nana melirik suami nya, dan seperti nya meeting nya sudah selesai.


"sayang! sini aku kenalkan dengan klien ku" ucap Rico memanggil istrinya, untuk diperkenalkan dengan papanya Naomi, agar papanya Naomi tidak mendukung putrinya yang berusaha menggoda nya.


Nana pun langsung menghampiri suaminya setelah menitipkan anaknya pada sahabatnya

__ADS_1


"semangat!! Hajar perempuan virus itu" ucap Dona pelan menyemangati sahabatnya


Nana pun mengangguk....


__ADS_2