Duda&Janda

Duda&Janda
106 burung dan kelinci kesayangan


__ADS_3

"oek oek oek" Beby Abrisam menangis


Nana pun buru-buru menghampiri baby Abrisam dan mengambil nya dari dalam stroller bayi nya


"o o jagoan Mama haus ya, mau ***** ya ganteng" ucap Nana menimang baby Abrisam, lalu Nana ingin membuka bagian atas baju nya, dia lupa kalau di sana ada papa fatir , Ramzi dan Bram


Rico yang melihatnya pun buru-buru mencegahnya " et mau ngapain?" tanya Rico mencegah Nana yang ingin membuka baju nya


"mas apa sih, mau kasih ASI Abrisam lah, mau ngapain lagi" ucap Nana kesel, karena Beby Abrisam nangis tapi Rico malah mencegah nya


"kamu nggak lihat kalau ada laki laki lain selain aku" ucap Rico


mendengar perkataan suaminya,


"hehehe hehehehe lupa" Nana hanya nyengir kuda


"tunggu sebentar" ucap Rico meninggalkan Nana, lalu menghampiri papa fatir, Ramzi dan Bram


"maaf sebelumnya, istri saya mau menyusui, ada baiknya kita pergi dari sini sebentar" ucap Rico


"iya, iya, ayo nak Rico, sekalian Om mau menunjukkan sesuatu pada kalian" ucap papa Fatir, lalu mengajak para lelaki ke tempat peliharaan nya yang lain selain ikan






"ini adalah burung-burung kesayangan Om" ucap papa Fatir


"waaah bagus bagus sekali burung-burung nya om" ucap Rico berbinar setelah melihatnya


"pasti mahal ya Om?" tanya rico


"tidak terlalu mahal kok" ucap papa Fatir tersenyum


"iya tidak terlalu mahal, tapi satu ekor cukup lah buat beli mobil Avanza atau bahkan lebih mahal hehehe " ucap Ramzi terkekeh


"nak Ramzi bisa saja hahaha" ucap papa Fatir terkekeh


"Om ada peliharaan lainnya loh, ayo Om tunjukkin" ucap papa Fatir mengajak Rico dan Ramzi ke tempat lain




"ini kelinci kesayangan ku juga" ucap papa Fatir


"waaah semua nya kesayangan ya om? pasti Tante Ros sering cemburu pada hewan peliharaan suaminya hahaha" ucap Ramzi terkekeh


" hahaha iya terkadang dia cemberut karena Om lebih perhatian pada semua peliharaan Om ketimbang dirinya" ucap papa Fatir tertawa


"itulah wanita Om" ucap Rico dan Ramzi hampir bersamaan

__ADS_1


lalu tertawa bersama


...****************...


di saat para laki-laki asyik dengan burung dan kelinci, para wanita lebih tepatnya Nana dan Rumi malah asyik menggoda Dona


"ciye ciye ciyeee yang mau nikah hahaha " ucap Rumi tertawa menggoda sahabatnya


diikuti oleh Nana dan yang lainnya


"sudah sudah kenapa kalian menggoda calon menantu ku" ucap Oma membela Dona


"ciye ciyeee di belain calon mertua hahaha" ucap Nana tertawa. Dona yang digodain oleh kedua sahabatnya yang usil, pipinya sudah bersemu merah kayak kepiting rebus karena malu, dan Dona pun mencubit lengan Rumi dan Nana " aaau sakit tahu" ucap Rumi mengusap lengannya yang cubit oleh Dona


"tau, kalau orang mau menikah itu harus kalem dong Don" ucap Nana


anak-anak yang baru kembali dari bermain nya mendengar kata nikah


"nikah!! siapa yang mau menikah ma" tanya tasya


"iya! siapa ?" tanya Joli dan aisyah


"ya tentu saja Tante kalian, masa Oma sih, di sini kan yang belum menikah cuma Tante Dona" jawab Rumi


"Mama Rumi salah, tasya juga belum menikah, tasya juga udah punya calon suami, lalu Tante Dona siapa calon suami Nya?" ucap tasya.


mendengar perkataan tasya, Nana menghela nafas dan tepuk jidat 🤦


dan yang lainnya tertawa lucu


"tau! Masih kecil juga" sambung Joli


"ya udah ya udah! untuk saat ini jangan ngomongin soal aku, katakan siapa calon suami Tante Dona? ucap tasya sok dewasa


"kalian mau tau siapa calon suami Tante kalian?" ucap Ruma, dengan semangat anak-anak mengangguk


"calon suami Tante Dona adalah om Bram!!" ucap Rumi


"waaah benarkah?" tanya anak-anak kompak


dengan serentak para ibu-ibu termasuk Oma mengangguk semua


"yeyy sebentar lagi ada pesta" ucap tasya .


...****************...


sedangkan para laki-laki


"oh iya Bram! kamu serius mau menikahi Dona?" tanya Ramzi


"iya mas, saya serius" ucap Bram mantap


"Dona itu sudah seperti adik buat saya, Sama seperti Nana. dan saya cuma mau kasih tau sama kamu , kalau Dona itu adalah tulang punggung keluarga nya, dia harus membiayai sekolah adik nya dan kebutuhan ibu nya, karena ayah nya sudah lama tiada, dan kami juga bukan dari keluarga berada."ucap Ramzi serius


"tenang saja nak Ramzi, keluarga kami tidak pernah memandang kasta "ucap papa Fatir

__ADS_1


"ya mas, dan saya mencintai nya tulus" ucap Bram tersenyum


"kita balik ke sana yuk! mungkin baby Abrisam sudah selesai minum ASI nya" ajak Rico


dan mereka pun kembali ke tempat para perempuan.


"ciyeee Om Bram ! Tante Dona !" ucap tasya menggoda Dona dan Bram


Rico menghampiri istrinya


"Udah sore sayang, kita pulang yuk, lagian biar mereka bisa membicarakan bagaimana kelanjutan hubungan mereka, kasihan juga sama baby Abrisam kalau kita pulang kemalaman" ucap Rico pelan


Nana pun mengangguk setuju


"anak-anak! pulang yuk, udah sore nih" ucap Nana mengajak anak-anaknya pulang


"yah ! kok pulang sih ma! katanya Tante Dona Sama Om Bram mau menikah?" tanya tasya.


semuanya tertawa lucu mendengar perkataan tasya


"sayang! Tante Dona Sama Om Bram memang mau menikah, tapi bukan sekarang, nanti kalau sudah ada dekorasi nya" ucap Rico


"gitu ya pa" tanya tasya


"iya ! sekarang kita pulang dulu, nanti kalau sudah ada dekorasi nya kita kesini lagi, lagi pula besok tasya dan kak aisyah sekolah kan?" ucap Rico


"ya udah deh kalau begitu" ucap tasya


"Bu! kami pamit pulang dulu ya" ucap Bu Sofia pada Oma Mayang


dan mereka pun pulang setelah mengambil baju anak-anak yang semalam


di perjalanan Nana melihat orang yang berjualan martabak


"mas! aku mau martabak itu" ucap Nana menunjuk ke gerobak martabak


Rico pun langsung menepikan mobilnya


"nggak usah turun, Kamu tunggu saja di sini, biar aku sendiri yang beli ke sana, kamu katakan saja mau yang rasa apa" ucap Rico, lalu turun setelah Nana memberi tahu rasa apa saja yang dia mau


beberapa saat kemudian, Rico kembali dengan membawa martabak keinginan istrinya


30 menit kemudian mereka pun sampai di rumah Rico


"assalamualaikum " ucap anak-anak begitu nyaring


"waalaikumsalam "jawab Mbok su bahagia melihat anak-anak


"mbok ! kita kangen banget sama Mbok" ucap tasya dan aisyah lalu memeluk Mbok su


"mbok juga kangen" ucap Mbok su membalas memeluk aisyah dan Tasya, dengan hangat dan meminta Joli untuk bergabung .


dengan sumringah Joli bergabung memeluk nya


" gimana? senang nggak....

__ADS_1


__ADS_2