
"P-ak RT." Betapa Key terkejut saat siapa yang datang. Dengan keadaan yang sangat intim di antara mereka berdua.
"Apa kalian akan seperti itu terus, tanpa tahu adad jika ada orang yang sedang bertamu!" kata-kata pak RT, sontak membuat keduanya membenarkan posisi.
"Panggil ibu dan bapak kamu!" titah pak RT, dengan tatapan tidak suka.
"Dasar anak muda jaman sekarang, pacaran tapi kelakuan layaknya suami istri." Pak RT bergumam seraya menatap Brian dengan tatapan yang sangat di sayangkan.
Sedang Key memanggil orang tuanya. Lain halnya dengan Brian, yang kini mencoba membela diri karena ia tidak mau dianggap mesum.
Tidak berapa lama kemudian, bu Endang dan pak Rudi menemui pak RT, yang berada di ruang tamu.
"Umm ... maaf Pak, ada keperluan apa ya?" tanya pak Rudi.
"Begini Pak Rudi, kedatangan saya kemari sebelumnya ingin meminta sumbangan untuk acara di masjid, namun hal mengejutkan membuat saya harus bertindak tegas." Suara tegas dari pak RT, membuat semua orang saling pandang.
"Memangnya apa yang sebenarnya terjadi, Pak RT?" dengan nada bingung bu Endang berbicara.
"Apa hubungan anak Ibu dan laki-laki bule ini," tunjuk pak RT pada Brian.
"Ini sebenarnya ada apa? Jangan membuat kami semakin bingung," kata Bu Endang lagi karena di antara bu Endang dan suaminya tidak tahu hubungan antar keduanya seperti apa.
"Tanya sama anak Ibu!" geram pak RT, karena Key dan Brian tak juga mengakui kesalahannya yang lihat tadi dengan keadaan tidak senonoh.
"Key, jawab Bapak!" pak Rudi pun langsung menatap putrinya dengan tatapan tajam, karena lagi-lagi membuat ulah.
Dan geram itulah yang dirasakan oleh bu Endang, karena hampir setiap hari Key membuat ulah.
__ADS_1
"Itu hanya salah paham Pak, Bu. Kami berdua tidak melakukan apa-apa!" elak Brian yang berusaha membela diri.
"Hye anak muda, jangan menutupi kebohongan dari kami semua ya. Nampaknya kamu juga bukan warga sini dan kasus ini jika tidak diselesaikan maka saya akan memanggil beberapa warga. Untuk mengarak kalian berdua," ujar pak RT dengan tatapan serius.
"Pak, apa yang dibilang om Brian memang benar, kalau kami tidak melakukan apapun yang melanggar." Key juga berusaha mengelak akan tuduhan tersebut dan berusaha untuk membela diri. Bahwa memang ia dan juga Brian tidak melakukan apapun.
"Apa perlu bukti untuk membuat kalian mengaku, bahwa memang antara kamu dan kamu, telah berbuat mesum."
"Ingat, saya selaku RT di sini tidak mau terjadi hal yang sangat memalukan di kampung ini, dan kalian juga harus terima konsekuensinya." Ucapan dari pak RT, membuat semua orang seketika menelan ludahnya dengan kasar.
"Key, jawab! Dan jangan membuat malu keluarga kita." Pak Rudi pun ikut mendesak agar Key mau mengakui perbuatan yang dibilang oleh RT kampung tersebut.
"Pak, tadi itu hanya salah paham. Key tadi sengaja narik tangan om Brian untuk segera keluar dan nganter Key kerja, tapi om Brian terlalu berat sampai-sampai Key jatuh di pangkuan om Brian." Key pun mencoba memberi penjelasan agar dirinya tidak jadi dikenakan sanksi di kampungnya.
Pak Rudi pun beralih menatap Brian, dan Brian sama sekali tidak takut. Justru lelaki bole tersebut membalas tatapan dari bapaknya Key, dan membenarkan jika apa yang dikatakan oleh anak pak Rudi adalah benar.
Di kampung dimana Key tinggal, memang jika ada yang berbuat seperti itu dan terpergok. Maka kedua pasangan wajib dikenai sanksi, agar membuat efek jera pada siapapun yang melakukan hal memalukan, dan sekarang, Key berada di posisi itu.
Kedua orang tua Key, menatap tajam, karena mereka juga tidak membenarkan apa yang sudah terjadi pada anaknya. Meski hal itu hanyalah salah paham.
"Bapak kecewa Key sama kamu, yang seharusnya menjadi kebanggaan namun sekarang kamu membuat malu keluarga! Untung saja tidak ada warga yang melihat kejadian memalukan selain Pak RT." Pak Rudi benar-benar kecewa dengan anak perempuan satu-satunya itu karena sudah melakukan hal yang di luar batas.
"Bu, tolong Key." Key merengek pada ibunya. Meski bu Endang hanyalah ibu tiri, namun kasih sayangnya tak pernah luntur dan menyayangi Key layaknya malika, seperti kedelai hitam yang sudah di besarkan sejak kecil.
"Key, maaf. Kamu harus menerima resikonya," kata bu Endang pasrah karena beliau juga tidak mau menyalahi aturan di kampungnya, karena semua itu sama halnya dengan mencoreng nama desanya.
"Sekarang lebih baik kita nikah kan mereka, agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan ...."
__ADS_1
Pak, RT. Tidak bisa seperti itu dong! Usia saya saja baru 18 tahun, tidak mungkin saya menikah dengan usia muda sedangkan om Brian ...." Key tidak melanjutkan ucapannya karena takut menyinggung Brian.
"Kenapa? Karena saya sudah tua! Meski usia saya sudah hampir 40, kalau untuk memberikan nafkah batin saya masih kuat kok."
PLAKKKK!
"Ishh ... sakit bocah tengil," ucap Brian dengan menahan pipinya yang terasa panas.
"Emangnya Om, gak lihat situasi kek gini apa? Bisa-bisanya buat lelucon yang gak jelas." Jawab Key malu dan sekaligus kesal dengan ucapan dari lelaki bole tersebut.
"Dimana-mana kalau bole pasti kuat. Biarpun sudah tua," batin pak RT terkikik geli membayangkan ucapan dari pria yang sekarang tengah di sidang.
Ekhem.
"Bagaimana Pak Rudi dan istrinya Pak Rudi? Jika mereka di nikahkan karena saya tidak mau kampung yang berada di naungan saya tercoreng oleh kelakuan anak kalian," ujar pak RT meminta persetujuan pada orang tua Key.
"Kalau pun tidak juga tidak apa-apa," imbuh pak RT dengan seulas senyuman, dan seketika Key merasa lega karena nantinya tidak jadi menikah dengan lelaki berusia tua.
"Benar kah Pak RT, kita tidak jadi di nikahkan." Key menjawab penuh dengan semangat dan senyuman mengembang di sudut bibir Key.
"Iya, asal kamu pergi dari kampung ini!" kata pak RT dengan tatapan sinis, dan senyuman yang semula mengembang, kini redup sudah dan Key tertunduk lesu.
"Sekarang ikut saya ke KUA. Agar kalian bisa segera di sah kan," kata pak RT yang tidak menerima negosiasi lagi.
"Pak, apa tidak bisa menikah di rumah saja." Pak Rudi pun mencoba memberi usul kalau sampai mereka ke KUA, yang ada mereka sama saja menyebarkan aib.
Glek.
__ADS_1
"Duh, apes bener ini hari. Mana harus kerja eh, sekarang mau jadi IRT." Key nampak frustasi dengan keadaan yang tak bisa membuatnya lari, sedangkan Brian masih bisa tenang dengan wajah teduhnya.