
Penyesalan akan selalu datang dibelakang. Sebelum menyesal maka jagalah hati, dan imanmu.
"Kamu ... memangnya siapa kamu berani menamparku!" hardik Key yang benar-benar diuji kesabarannya.
Sepertinya dengan adanya pernikahannya dengan Brian, membuatnya ikut terseret ke dalam masalah rumah tangga. Yang pernah dijalani oleh Brian dan Mira. Key yang tak tahu apa-apa menjadi pelampiasan.
Apa ini kebetulan, atau memang kesialan yang menimpa Key?
"Kesalahanmu adalah dengan masuk ke rumah Brian, ingat Brian." Sebuah kalimat yang membuat Key semakin marah. Sedangkan hampir semua pejalan atau yang ada di parkiran minimarket. Orang-orang tengah menatap Key dengan rasa jijik. Seakan dirinyalah penyebab dari rusaknya rumah tangga Brian, kata penekanan diberikan pada Key, seolah memang dirinyalah yang salah.
Tidak jauh dari dua orang yang tengah adu mulut. Brian langsung melompat dari atas motornya karena melihat Key yang ditampar oleh mantan istrinya.
"Apa-apaan ini!" suara bariton dari arah belakang, mampu membuat Mira langsung menoleh. Tidak menyangka jika Key sedang bersama dengan Brian, dan harapannya adalah mantan suaminya tidak mengetahui masalah yang sesungguhnya. Akan tetapi, seribu kali sayang. Rupanya Brian melihat karena nampak kemarahan di wajahnya.
Key yang menatap sinis, dengan menahan rasa panas yang terdapat di pipinya. Menunjukkan ekspresi tidak suka pada Brian, karena ia yakin jika Brian akan membela ulet bulu itu. Meski Mira lah yang salah, dan hal itu mengingatkannya pada kejadian tempo hari.
Plakkkk!
"Mas!" pekik Mira dengan suara manja.
"Itu balasan karena kamu sudah berani menampar Key, apa yang membuatmu sebegitu benci padanya? Bukankah kita sudah tidak ada lagi hubungan selama enam tahun, setelah kamu meminta cerai padaku? Lantas sekarang kamu merusak rumah tanggaku dengan kehadiranmu? Cih," ucap Brian dengan wajah dinginnya dengan tatapan bak elang. Mira dibuat mati kutu olehnya.
"Ah, seru sekali lihat orang berantem. Keknya minuman ini lumayan nyegerin tenggorokanku," batin Key dengan seulas senyuman yang terbit disudut bibirnya.
"Tapi aku kan sudah minta maaf Mas, dan meminta untuk kita memperbaiki semua ini karena di samping itu aku masih mencintai kamu." Mira pun memberi alasan kenapa selama ini dirinya berusaha mengejar Brian. Itu karena dirinya masih mengharap atas mantan suaminya.
"Jangan pernah mengatakan apapun itu padaku, karena sejak kamu bermain api dengan temanku sendiri. Sejak itu juga rasa cinta yang pernah ada, sirna seketika."
"Mas ...."
"Jika kamu masih berani mengganggu Key, maka kamu berhadapan denganku ... kamu paham," tekan Brian dengan menunjuk wajah Mira.
__ADS_1
"Aku gak terima Mas, aku pastikan jika kamu akan kembali padaku. Ingat itu," ucap Mira dengan nada mengancam.
"Aku tidak perduli dengan ocehan kamu." Brian lalu menyeret Key untuk pergi dari Mira karena tidak mau membuat masalah lebih runyam.
"Semua ini karena kamu pelakor kecil, andai kamu tidak menggoda Mas Brian, mungkin sekarang akulah yang jadi istrinya ...."
Mendengar akan hal itu Key langsung melepaskan tangan Brian, dan membalikkan badan. Berjalan penuh amarah yang membuncah. Kalau seperti itu Maka Brian pun tidak dapat mencegah karena akan percuma. Ujung-ujungnya dirinya juga ikut serta akan amukan Key.
Aaaaahhh.
Auh ... auh.
"Lepaskan bodoh ...."
"Jangan harap lepas dariku ulat bulu, apa kamu pikir aku bocah lemah ... kamu salah besar," ucap Key dengan senyuman penuh kemenangan.
"Ini sakit, tolong lepaskan aku." Mira terus saja merengek pada saat Key mengunci kedua tangan Mira dari belakang.
"Key, lepaskan. Itu bisa membuatnya cedera," kata Brian yang mencoba untuk meminta Key agar melepaskan tangan Mira.
Lagi-lagi Mira hanya menatapnya sekilas, dan tersenyum tipis. Tidak menghiraukan bagaimana tangannya Mira nanti, yang pasti saat ini hati Key sedikit senang karena sudah lama tidak bermain-main. "Apa Om ingin tahu rasanya juga?"
"Key, jika terjadi sesuatu maka urusannya panjang. Lebih baik lepaskan," tutur Brian yang masih berusaha untuk membuat Key tak lagi menyakiti Mira.
Arrrrrgh.
"Sakittttt!" teriak Mira.
"Ingat, ini hanya sekedar pemanasan. Kalau kamu masih tetap membuat hidupku tidak tenang, maka kamu juga harus merasakannya, kamu tahu ... anak buahku di jalanan ada banyak, tinggal minta mereka buat kelarin hidup Tante, beres kan."
Dengan wajah penuh dendam, tapu juga Mira merasakan sakit pada kedua tangannya memilih diam tidak berbicara, selang beberapa menit kemudian. "Ingat, aku akan membuat perhitungan dengan kamu, cam kan itu!"
__ADS_1
Rupanya Mira tengah mengancam Key, dari dalam diri Key, tidak ada rasa takut selama dirinya tidak pernah melakukan kesalahan. "Aku menunggu untuk itu, karena hari ini belum cukup aku main-main tapi kamu nya sudah tidak berdaya.
" Apa lihat-lihat. Atau Om mau juga bermain-main denganku?"
Brian seketika bergidik ngeri saat ucapan Key yang tengah menantangnya juga. "Tidak Key, saya tidak suka perkelahian karena kedamaian lah. Yang saya ingin sekarang tapi jika terdesak ya terpaksa," ucap Brian menimpali Key.
"Ya sudah, kita lanjut lagi. Ini sudah semakin siang jika kita tidak segera pergi. Maka kita tidak dapat kontrakan juga," imbuh Brian yang tidak ingin berdebat lagi.
.............
Hari semakin siang tapi terik mentari kini sirna, dan digantikan oleh awan yang sedikit gelap.
Tepat pukul satu siang, Key dan Brian tak kunjung menemukan rumah yang akan ditempatinya. Namun, Brian tidak menyerah meski hujan sudah siap untuk turun.
"Om, sebaiknya kita menepi karena hujan akan turun. Tidak mungkin kita akan melanjutkan mencari rumah, aku takut kalau nanti tidak menemukan tempat untuk berteduh.
Benar apa yang dikatakan oleh Key, belum juga mulut Ket diam. Hujan pun turun dengan sangat deras.
Bresss.
Akhirnya air pun turun dari langit, dan tengah membasahi bumi. "Key, kita menepi di sana saja ya!" ucap Brian sedikit berteriak.
"Terserah."
Hujan yang cukup deras, membuat percakapan tidak jelas. Lalu, pasa akhirnya keduanya memilih berhenti di tempat makan, dengan nuansa lesehan.
Terlihat sangat gagah, saat Brian menyisir rambutnya dengan menggunakan jari-jarinya.
Sedangkan Key, tengah duduk setelah mengusap air dari wajah dan rambutnya. Sebelum memutuskan untuk masuk ke dalam dan memesan makanan.
__ADS_1
Kira-kira seperti ini ya. Visual Key, jika kurang srek, bisa dibayangkan sendiri seperti apa karena othor cuma ngasih gambarannya saja.