
Sesampainya didalam. Brian memilih tempat yang menghadap ke jalan. Suasana di sore hari semakin terlihat akan keramaian di jalanan.
"Key, pilihlah yang ingin kamu makan." Brian berujar sembari memberikan daftar menu pada Key.
Key pun menerima dan segera memilih. Namun, pada saat mengetahui harganya, untuk sejenak meneguk salivanya. "Om, apa Om tidak salah dengan mengajak aku ke sini? Lihat, semua makanan harganya mahal-mahal lagian nantinya bisa bayar?" ujar Key yang merasa tidak nyaman.
"Dasar gadis aneh, bukannya malah seneng diajak makan di tempat mahal. Malah pakai ceramah pula," batin Brian saat melihat Key terus mengomel.
"Sudahlah, tinggal pilih. Jangan membuat saya malu," kata Brian dengan sebuah lirikan sebagai kode. Agar Key tak lagi banyak bicara karena hari ini perutnya benar- benar lapar.
"Om, aku gak mau makan di sini. Gak kenyang karena porsinya terlalu dikit," rengek Key yang tidak mau makan dengan tempat, yang sudah dipilih oleh Brian.
"Lalu kamu mau makan di mana?" tanya Brian yang lebih memilih untuk mengalah, karena ia tidak ingin berdebat dengan Key dan berujung kalah.
Key tersenyum, dan langsung menggandeng lengan Brian karena sudah tidak sabar untuk segera ke tempat yang ia tuju. "Om, buruan!" kata Key.
__ADS_1
Acara makan gagal hanya alasan Key tak mau makan, dan memilih untuk pergi dari resto untuk makan di tempat lain. "Sebenarnya kamu itu ngajak ke mana sih?" ucap Brian yang masih bingung dengan Key.
"Nanti juga tahu. Ya udah yuk buruan," titah Key.
.........
Tidak membutuhkan waktu lama. Sekitar 15 menit, Key dan Brian sampai di temat yang bisa memanjakan perut mereka.
"Key, kita ke sini untuk makan apa sih. Cuma ada jejeran tenda yang ada!" pekik Brian dengan perasaan bingung.
"Apa Om buta dan tidak bisa membaca! Tuh lihat gambar segede gitu masih gak bingung," ujar Key dengan wajah sebal.
"Tidak salah Om, di sini mau makan sebanyak apapun tidak akan membuat orang kismin. Yuk ah masuk," ajak Key yang tidak mau melanjutkan percakapan yang semakin membuatnya lapar.
Sedangkan Brian menatap Key penuh antusias, dan itu membuatnya ikut senang juga.
__ADS_1
"Pak! Bakso dua porsi jumbo, ya." Key lantas langsung memesan dua porsi bakso jumbo karena hari ini dirinya sangat lapar.
"Sip pokoknya, Key ngomong-ngomong itu siapa yang ada disebelah kamu?" tanya penjual bakso yang bernama pak Iman.
"Gebetan dong, Pak." Jawab Key.
"Kamu hebat ya. Bisa dapat pacar bule?" kata pak Iman tidak lupa dua jempol di angkat.
"Tentu, Dong." Key pun sangat bangga karena dirinya sukses mendapat lelaki bule.
Tak berapa lama kemudian.
Dua mangkuk bakso sudah datang, dan Brian hanya menatap penuh dengan tanda tanya, karena antara mangkok dan baksonya. Besarnya sama, dan ia berpikir pasti rasanya juga tidak enak.
"Key, apa ini enak? Lalu apakah tempat ini anti kuman hanya gara-gara tidak—."
__ADS_1
Hup.
"Makanlah Om, jangan banyak bicara karena perutku sedang tidak menerima keluhan, melain butuh asupan." Brian yang mendengar ucapan Key, langsung diam seketika karena Brian sudah hapal jika Key tengah berkata dengan nada sinis, itu artinya dirinya sedang tidak mau diganggu.