
Setelah puas berpikir soal pekerjaan, Key pun tidak langsung menjawab akan perintah Brian yang memintanya untuk tetap berhenti bekerja.
"Apa yang kamu pikirkan? Ingat Key, jadilah istri yang patuh." Brian lantas mengingatkan Key kembali.
"Apa Om bisa memberikan aku waktu, karena butuh putusan dari pihak HRD saat aku mengajukan surat pengunduran diri." Key pun berujar dengan wajah memelas.
"Baiklah, saya akan memberikan waktu dua hari. Apa kamu mau?" kata Brian menawarkan waktu yang sudah ditetapkan.
"Baiklah, aku setuju."
"Ya sudah, sekarang lebih baik kamu ikut saya!" ajak Brian pada Key.
"Mau ke mana?" tanya Key dengan nada bingung.
"Ke kamar." Jawab Brian.
"Mau ngapain?" tanya ulang Key dengan kedua alis terangkat.
"Apa kamu tidak mau menjadi istri yang berguna?" ucapan Brian seketika membuat Key menelan ludahnya dengan kasar.
Glek.
"Apa aku akan di bobol, makanya Om Ian memintaku untuk ikut ke kamarnya?" itulah yang ada di pikiran Key dan berasumsi sendiri, bahwa Brian ingin membuka segelnya.
"Hai, kenapa kamu bengong, bukanya mengikutiku!" ujar Brian dengan nada menggoda, ia lantas memainkan sebelah matanya.
Hiiii.
"Kenapa begitu menyeramkan," gumam Key penuh ketakutan saat Brian memberikan kode yang membuat tubuh panas dingin.
__ADS_1
"Sudahlah ayo! Jangan banyak drama," kata Brian yang langsung menarik lengan Key.
"Om, aku mau diapakan." Key merengek seperti layaknya anak kecil.
"Jangan banyak bicara, karena saya tidak akan melepaskan kamu!" seru Brian yang tidak menggubris rengekan dari istri kecilnya itu.
Setelah sampai di kamar.
"Naik!" titah Brian.
"Om, kenapa aku di suruh naik?" Key pun bertanya dengan suara gemetar. Tidak dipungkiri bahwa Key begitu sangat ketakutan dan jika menolak pasti Key juga diceramahi habis-habisan.
Saat Key sudah berada di atas kasur, dengan keringat yang sudah membasahi dahinya. Tiba-tiba saja Brian melepaskan kausnya dan terlihatlah tubuh putih bersih tanpa ada bekas sedikitpun.
Badan yang berotot, dengan dipenuhi sedikit bulu-bulu halus. Membuat Key lagi-lagi berusaha menelan ludahnya.
"Kalau tidak di lepas mana bisa, dasar gadis bodoh!" umpat Brian pada Key yang tetap menutup kedua matanya.
"Jangan sok suci, nyatanya kamu menikmati tubuhku, kan. Jika mau ambil saja karena apa yang kamu lihat adalah hakmu," ujar Brian dengan suara serak dan nada menggoda sedari tadi sukses diperankan.
"Om, sebenernya mau Om apa sih?" dengus Key yang tak kunjung bicara, akan kemauannya. Justru Brian melepas kaosnya dan segera naik ke atas ranjang dengan cara tengkurap.
"Sekarang lakukan tugasmu." Brian pun memerintahkan Key agar segera melakukan tugasnya, tapi di sini Key justru bingung dan tidak bisa berkata-kata.
"Aku harus ngapain, Om?" tanya Key, tidak mengerti dengan maksud Brian yang tiba-tiba naik. Lantas menyuruhnya untuk segera melakukan tugasnya sebagai seorang istri.
Ckckck.
Brian berdecak karena ternyata Key tidak peka dengan kode yang sudah ia beri. Sehingga hal itu membuat Brian merasa kesal, karena harus memberi contoh terlebih dahulu.
__ADS_1
Brian yang sudah bangun, meminta Key untuk tidur. Agar Brian bisa mencontohkan apa yang ia mau. "Tidurlah," perintah Brian.
"Kenapa aku harus tidur?" tanya Key.
"Jangan banyak bicara!" bentak Brian dan seketika Key pun tengkurap seperti permintaan Brian.
"Saya kasih contoh dan saya harap juga kalau kamu bisa melakukannya," ujar Brian dan seketika Key tertegun. Ia kira akan terjadi tawuran di atas kasur, ternyata dugaannya salah.
"Iya, yang itu. Sungguh nikmat tiada duanya,"
"Om, naik ke atas. Iya Om itu," oceh Key karena keenakan saat tangan Brian mulai menjelajahi punggung Key.
"Eum ... enak sekali," desah Key yang terus menikmati tiap sentuhan dari tangan Brian, meski tangan kekarnya begitu berotot tetapi tidak ada sedikitpun rasa sakit yang dirasakan oleh Key.
Sedangkan Brian merasa dipermainkan karena yang meminta dirinya, kenapa justru sekarang Key yang menikmatinya.
"Key, sampai kapan kamu akan menikmatinya?" tanya Brian dengan merapatkan giginya hingga timbul suara dari mulutnya.
Sedangkan dengan santainya Key berkata. "Sampai aku tertidur karena saking menikmatinya," jujur Key pada Brian.
Tidak lama kemudian.
"Huaaaaaa ... sakit, Om!" teriak Key langsung menjerit.
"Ini akibatnya jika kamu durhaka pada saya!" pekik Brian dengan perasaan lega, karena berhasil mengerjai Key.
"Ampun Om ... ampun!" teriak Key kembali karena dengan kekuatan sedang Brian langsung membuat Key tidak berdaya.
"Lemes-lemes kamu, makannya hati-hati jika ingin bermain-main dengan saya."
__ADS_1