
"Kamu! Ngapain ke sini?" Key tertegun sejenak. Pada saat melihat siapa yang datang, bukannya kemarin dirinya sudah mendapat serangan, tapi kenapa mantan istrinya Brian masih berani datang.
"Terserah aku aku dong, mau ke sini atau tidak. Lagian itu semua bukan urusan kamu!" sergah Mira wanita yang lain adalah mantan istri Brian.
"Hye wanita seribu kaki, ingat ya. Kamu itu sudah salah tempat! Mau jadi pelakor di dalam gubuk aku, mimpi saja sana!" seru Key membalas balik ucapan Mira yang tak kalah menyakitkan.
"Jaga ucapanmu bocah tengil!" geram itulah yang dirasakan oleh Mira, karena sosok Key yang tak bisa sopan padanya, lagian apa salahnya ia merayu Brian dan mendapatkan hatinya lagi.
"Siapa kamu, cih jangan harap aku bisa sopan. Kalau kamu saja tidak bisa menjaga kelakuan kamu yang ingin jadi pelakor," serang balik Key dengan wajah dinginnya tanpa ekspresi Key berkata, tidak lupa kedua tangan disilang lalu diletakkan di dadanya.
"Kau—."
"Turunkan tanganmu!" seru suara dari arah belakang.
Sedari tadi Brian hanya memandang tanpa ingin mendekat, ia ingin tahu seberapa Key berani melawan mantan istrinya itu, tapi justru karena Mira kalah debat. Sampai-sampai Mira melayangkan tangannya dan hendak menampar Key, dan dari situlah Brian langsung menghentikan Mira yang sudah siap dengan sebuah tamparan.
Setelah kedatangan Brian, Mira sengaja memasang tampang melas, agar dirinya mendapat perlindungan dari mantan suaminya tersebut.
"Mas, tapi dia sudah kurang ajar. Masa aku dibilang pel*cur," ucap Mira yang sedang mengadu pada Brian.
"Hye siapa yang bilang begitu, kamu dasar perempuan sin*ting ...."
"Key!"
"Harusnya kamu bisa sedikit sopan, dan tolong jaga ucapan kamu." Key terperangah kala mendengar Brian yang membela wanita seribu kaki tersebut.
"Om, tapi aku tidak mengatakan apa-apa! Dia hanya memfitnahku dan memutar balikkan fakta." Key tidak ingin mencari pembelaan tapi Key hanya ingin berbicara yang sesungguhnya. Kalau memang dirinya tidak mengatakan apa yang sudah disebut oleh wanita berkaki seribu itu.
"Alah, kamu jangan sok polos deh. Jelas-jelas kamu mengatai aku seperti itu, justru sekarang gak mau ngaku juga!" ucap Mira seakan-akan ucapan yang dituduhkan oleh Key adalah benar.
__ADS_1
"Key, saya harap kamu bisa sedikit sopan dan tidak berkata do luar batas." Brian langsung menegur Key, tanpa menunggu penjelasan dari istri tengilnya itu.
"Oh, jadi Om lebih percaya dengan pelakor ini ya. Daripada istri sendiri, oke aku tidak masalah tapi yang harus Om tau bahwa aku tidak mengatakan apa yang dituduhkan oleh wanita ini! Cam kan itu." Key muak dengan sandiwara mantan istri dari Brian, yang tak lain suaminya saat ini dan kenapa pula Brian harus percaya dan tidak bertanya pada Key, apa yang sedang terjadi saat ini.
"Saya di sini cuma meluruskan agar kamu tidak berkata yang tidak sopan, kenapa kamu justru bilang seperti itu?" kata Brian menatap lekat ke arah Key, yang kini sedang diselimuti oleh aura dingin.
"Siapa yang berbicara seperti itu?"
"Sepertinya istri kecilmu itu cemburu—."
"Jaga ucapan mu wahai pelakor, harusnya kamu tahu jika lelaki yang sedang kamu kejar kembali sudah beristri!" suara pekikan Key, membuat Brian sedikit takut, ternyata istri kecilnya itu bisa juga berubah dengan wujud wolf.
"Apa Om lihat-lihat! Mau ku colok juga itu mata. Jangan sekali-kali menuduh aku seperti tadi ya, karena aku sedikit pun tidak berbicara seperti itu." Key yang kadung kesal, tanpa banyak kata langsung menyerang Brian juga.
"Mas, jangan percaya sama dia. Aku yakin jika gadis kecil itu cemburu padamu makanya sampai menghinaku!" ucap Mira dengan jari menuding dan mengarah ke arah Key.
Tanpa disadari kalau Key sudah pergi dari hadapan mereka, karena kesal karena sudah di tuduh.
"Mas, kamu apa kabarnya?" tanya Mira sok perhatian.
"Apa kamu buta sampai tidak tahu sekarang keadaanku seperti apa!" dengus Brian, dengan netra mengelilingi tiap sudut ruangan.
"Bocah itu sudah pergi, lagian kenapa sih kamu itu bisa-bisanya menikah dengannya, dan tidak meminta persetujuanku dulu kira-kira layak atau tidak." Dengan paras angkuhnya Mira berkata seakan-akan dirinya panting penting di hati Brian.
"Kamu siapa? Sepertinya hal itu tidak ada sangkut pautnya yang mana, aku harus melapor siapa yang layak untuk aku nikahi!" kata Brian dengan tatapan tidak suka.
"Tapi aku juga perlu tahu kan Mas, wanita seperti apa yang kamu nikahi. Ini nih akibatnya kalau kamu gak lihat-lihat dulu, udah gak sopan kalau bicara dan sama sekali tidak punya attitude."
"Jangan menambah pusing di kepalaku hanya karena mendengar ocehan mu," tegas Brian.
__ADS_1
Sedangkan di dapur Key kembali duduk, hanya diam tidak bersuara sama sekali. Tante Linda yang melihat akan hal itu, mengira jika sedang ada masalah.
"Key, kenapa?" tanya Tante Linda.
"Ada ulet bulu di depan, Key tadi di tuduh kalau udah ngatain dia 'Pelac*r' dan Om Brian percaya, sampai aku di bentak." Ucapan Key langsung membuat Tante Linda meradang karena bisa-bisanya mantan menantu yang tak tahu diri itu, memfitnah Key.
"Lihat saya, apa kamu masih bisa berkutik jika aku pun bisa bersandiwara!" kata Key dalam hati dan bukan dirinya yang bisa licik, Key juga bisa lebih dari itu.
"Bener-bener keterlaluan mereka!" Tante Linda yang sudah terlanjur marah, langsung berdiri namun di cegah oleh Key.
"Tante, sudahlah jangan ke sana. Nanti yang ada Key semakin di benci," ucap Key yang menahan Tante Linda supaya tidak menemui mereka.
"Tidak Key! Wanita itu harus diberi pelajaran agar mulutnya bisa dijaga dengan benar."
"Dulu dia yang meninggalkan Ian, di saat terpuruk tapi sekarang, sekarang justru datang kembali dan memohon agar dirinya bisa menjadi istri Ian lagi. Bukankah wanita tidak tahu diri, dan itu pantas untuk sebutan Mira." Entah dosa apa yang pernah dilakukan oleh Mira, sehingga Tante Linda teramat membencinya?
"Tante—."
"Sudahlah Key, kamu diam saja karena Mama tidak akan membiarkan wanita durjana itu merusak rumah tangga kalian lagi." Penuh dengan nada emosi Tante Linda langsung berjalan untuk memberi pelajaran. Sedangkan Key tersenyum tipis karena di depan sedang ada tontonan gratis, antara bekas menantu dan bekas mertua sedang adu otot.
"Kalau nanti Key semakin di benci bagaimana?" Key berusaha mencegah karena ia takut. Masalah akan menjadi runyam.
"Kamu tenang saja, lagian ini tangan Mama udah gatel. Apalagi gegara Papa bilang utangnya banyak, makanya mau melampiaskan."
Tante Linda buru-buru ke depan untuk memuaskan hatinya yang sedang kacau dan di sinilah.
Plakkkk!
Auh.
__ADS_1