
Akhirnya dua insan yang sedang memadu kasih dan untuk pertama kalinya bagi Key, hingga merasakan remuk di tubuhnya. Apalagi di area sensitifnya begitu sangat perih, itulah yang dirasakannya.
"Om," rengek Key, karena merasa kasihan Brian pun langsung mendekat dan membopong tubuh istri kecilnya itu.
"Itu bibir masih mau lagi?" goda Brian.
"Apa Om tidak kasihan denganku yang sudah seperti, terkena sengatan tawon." Key berujar dengan bibir mencabik kesal.
Bukannya Brian kasihan malah sebuah tawa yang diberikan. Hingga Key semakin kesal karena ulah suami bule nya yang rada-rada.
"Sekarang mandilah, saya sudah menyiapkan air hangat untuk kamu. Jangan lupa lekas sarapan agar kecebongku segera tumbuh," ujar Brian tanpa dosa sedangkan Key mendelikkan matanya lebar-lebar, karena sebuah kalimat yang membuatnya tertegun.
"Bagaimana bisa bermain bola sodok satu kali bisa menghasilkan kecebong?" tanya Key dalam hatinya.
"Key, cepat mandi karena nanti siang saya ada urusan dan berharap kamu sudah sudah sarapan." Layaknya sebuah perintah Brian menyuruh Key secepatnya mandi.
"Sekarang keluarlah karena aku butuh ketenangan saat mandi," titah Key pada Brian.
__ADS_1
"Om, tunggu!" panggil Key pada saat Brian sudah berjalan keluar.
"Ada apa?" kata Key.
"Seprei bekas itu, aku mau Om meletakkannya di bawah lantai. Nanti siang akan aku cuci rencananya," ujar Key.
"Tidak perlu." Jawab Brian dan membuat Key nampak kebingungan.
"Mau saya abadikan, setelah saya yang menyimpannya. Jadi, kita setidaknya punya kenang-kenangan yang tak terlupakan di pagi tadi."
Seketika Key bersemu merah, tidak menyangka bawa dirinya sekarang sudah tidak lagi perawan, karena Brian sukses membobolnya.
Benar apa yang dikatakan oleh orang-orang jika kita punya suami bule, harus tahan banting karena pilarnya yang begitu kuat dan kokoh. Memaksa untuk menerobos pintu yang hanya berukuran kecil.
Sore hari.
Hari ini Key sudah memasak untuk nanti makan malam, karena Brian berjanji bahwa akan pulang secepat mungkin untuk menemaninya di rumah. Entahlah sejak kapan Brian bisa berpikir seperti itu, nyatanya hari-hari sebelumnya sama sekali tidak pernah.
__ADS_1
"Duh, ini pah kenapa dibuat jalan sakit suh," kesal Key karena otomatis tidak bisa berjalan dengan cepat.
Key pun mencoba untuk tetap berjalan, tapi sayangnya ia hampir terjungkal dan tanpa di sangka. Bahwa ada yang menopang tubuhnya hingga Key tidak jadi jatuh.
"Kamu tidak apa-apa?" kata Brian yang langsung menahan beban tubuh Key.
"Tidak, karena ada Om yang nahan." Brian tersenyum saat istri kecilnya masih tetap memanggilnya layaknya antara keponakan dan paman.
"Apa masih sakit?" tanya Brian karena tidak menyangka bahwa perbuatannya, bisa membuat Key tidak bisa berjalan.
"Semua ini karena Om, coba saja kalau pelan-pelan. Mungkin aku tidak merasakan kesakitan," ujar Key dengan wajah lelahnya.
"Berarti saya hebat karena bisa membuat kamu tidak berdaya," balas Brian dengan begitu bangganya.
"Kenapa pula harus bangga," gerutu Key.
Sedangkan Brian setelah membantu Key bangun. Brian pun berjalan dan bersiul dengan irama yang sangat bagus.
__ADS_1
Key terkekeh dengan suaminya itu, tidak menyangka bahwa telah menjadi sorang istri dari lelaki bergelar duda.