
Dengan enggan Ellie melangkahkan kakinya memasuki tempat yang sangat asing baginya. Dentuman musik yang sangat kencang berhasil memekakkan telinganya, lampu yang temaram dan berkedip-kedip serta hiruk pikuk pria dan wanita yang berjoget mengikuti irama musik memenuhi pandangan netranya.
"Aduuh Nov, kok gini amat sih? Berisik banget, aku gak tahan. Ayo kita pulang aja. Kepalaku lama-lama pusing ini." bisik Ellie ke telinga sahabatnya.
"Baru juga masuk El, elo udah minta pulang aja. Kita belum bertemu sama yang lain nih!" sahut Novi sambil terus berjalan ditengah-tengah orang yang asyik berjoget, tangannya menggandeng Ellie erat. Lebih tepatnya menyeret sang sahabat.
Novi melihat ke kanan dan ke kiri mencari teman-temannya. "Aah itu mereka di sana!" ia menunjuk ke arah pojok kanan tempat dimana teman-temannya sedang duduk sambil menikmati musik.
"Waah lihat siapa yang datang..." suara seorang cowok terdengar gak asing di telinga Ellie. "Kita udah nungguin kalian dari tadi loh, lama banget sih!" imbuhnya.
"Iya sorry Gil, kita kena macet tadi." jawab Novi. "Happy birthday ya bro!" Novi mengulurkan tangan ke arah Ragil.
"Selamat ulang tahun ya Gil!" Ellie membuka suara serta menyalami Ragil. Ragil membalas jabat tangan Ellie dengan erat dan lama.
Ellie merasa risih tangannya digenggam terlalu lama oleh Ragil. Dengan cepat ia melepaskan tangannya dari genggaman tangan Ragil. Tak lupa ia mendelik tajam ke arah cowok didepannya itu.
Ellie terpaksa datang ke bar karena diundang oleh Ragil yang merayakan ulang tahunnya. Mereka memang tidak terlalu akrab di kampus namun, karena sesuatu hal terjadi yang mengakibatkan ia terlibat dengan Ragil dan teman-temannya.
Bisa dibilang Ragil cowok tertampan dan terkeren di angkatan mereka. Karena itulah ia jadi sok jago dan teman-temannya menjadikannya bos kepala geng.
__ADS_1
Ellie dan Novi duduk di salah satu sofa yang kosong. Di Sana ada 6 cowok dan 5 cewek, mereka minum-minum alkohol dan juga merokok sambil mengobrol.
Ellie memilih minum air putih, ia sama sekali tidak tertarik dengan minuman alkohol. Dari aromanya saja sudah membuatnya pusing.
"Ayolah El, minum dikit aja segelas kecil ini ya, ya mau ya El..." bujuk Winda salah satu temannya yang juga datang ke bar sambil menyodorkan gelas ke arah Ellie.
"Enggak usah Win makasih, aku udah minum ini kok." jawab Ellie sembari mengangkat botol air mineral yang digenggamnya.
"Jangan Win, Ellie gak pernah minum itu nanti dia malah mabuk." sergah Novi.
"Gak seru dong, kalau gak mabuk. Hahaha..." Dion menyahut sambil menenggak alkohol dari gelasnya.
Karena hasutan terus menerus dari semua teman-temannya, lama-lama Ellie merasa gak enak dan ia minum satu teguk alkohol dari gelas didepannya.
"Aah paahiit banget sih, panas gak enak!" seru Ellie. Mulutnya serasa terbakar dan kerongkongannya tercekat. Rasa pahit mendominasi minuman itu.
Tawa teman-temannya pecah membahana di ruangan pengap penuh musik dan aroma rokok tersebut. Mereka merasa lucu mendengar Ellie berkomentar.
Tanpa Ellie sadari ada sepasang mata licik yang tengah memandanginya tanpa henti. Orang itu merasa puas telah berhasil menghasut Ellie untuk minum alkohol.
__ADS_1
Tak berapa lama Ellie merasakan ingin buang air kecil, ia minta izin ke Novi untuk ke toilet. "Emm... Nov, aku ke toilet bentar ya..."
"Iya, mau gue antar?" sahut Novi.
"Enggak usah, gue bisa sendiri. Elo tunggu disini aja." Ellie beranjak dari duduknya berjalan menuju lorong.
Kepalanya terasa berat dan pusing, sesekali ia menguap. Rasa kantuk tiba-tiba menyerangnya. Suara musik yang keras membuatnya makin gelisah, ia berjalan sempoyongan mencari-cari keberadaan toilet perempuan.
"Mas, toilet disebelah mana ya?" tanyanya pada pelayan laki-laki yang berpapasan dengannya di lorong.
"Lurus saja mba, nanti mentok belok kiri disitu toiletnya." jawab pelayan dan berlalu pergi.
Ellie semakin terhuyung ia tak kuat lagi berdiri, dunia serasa berputar-putar, perutnya mual luar biasa dan tubuhnya lemas. Entah kenapa ia juga merasa sangat ngantuk ingin sekali tidur.
Tak kuat lagi berdiri, Ellie menyandarkan tubuhnya pada tembok disampingnya. Samar ia melihat bayangan seorang pria tinggi dan tegap berjalan mendekatinya.
Ellie tak sanggup lagi, ia jatuh terkulai lemas dan memuntahkan isi perutnya. Beruntungnya tubuh pria tegap itu segera menangkap tubuhnya sehingga tidak sampai jatuh ke lantai yang dingin.
***
__ADS_1
Hallo readers, salam kenal semuanya. Novel pertamaku nih. Semoga suka yaa dan jangan lupa komentar dan votenya. Makasiih π