
Cuaca pagi itu sangat cerah, udara pagi terasa sangat dingin dan sejuk. Sepanjang perjalanan David sengaja tidak menyalakan AC ia membuka jendela supaya udara bisa masuk.
Keduanya menikmati perjalanan ditemani alunan musik yang diputar dari radio. Terbawa suasana nyaman Ellie sesekali memejamkan matanya.
Tanpa terasa dua jam sudah perjalanan mereka. Kini mobil toyota fortuner warna putih itu perlahan memasuki halaman sebuah rumah lebih tepatnya villa minimalis berlantai dua.
David menghentikan mobilnya tepat didepan villa tersebut. Seorang pria paruh baya terlihat berjalan memasuki halaman villa itu.
"Sayang, bangun. Kita udah sampai nih..." ucap David membangunkan istrinya.
Namun Ellie hanya menggeliat pelan belum juga membuka matanya.
David menyeringai, terlintas sebuah ide untuk membangunkan istrinya itu. Perlahan ia mendekatkan wajahnya dan CUP, pria itu mencium bibir tipis istrinya yang tak kunjung bangun.
Merasakan sentuhan hangat dan lembut di bibirnya. Ellie mengerjap beberapa kali dan membuka matanya.
"Em... Kita udah nyampe ya? Kok gak bangunin sih?" ucap Ellie.
"Kamu gak ngerasa?" tanya David.
"Hah? Apaan?" Ellie bertanya balik.
Seketika David melah*p bibir itu sekali lagi dan melum*tnya dengan lembut.
Ellie gelagapan, reflek tangannya mendorong pelan dada suaminya agar menjauh.
"M-maassss..." Ellie mengelak, ia menyadari di depan mobil ada seseorang.
"Apa? masih belum kerasa juga? Hahaha..." goda David pada istrinya yang kini wajahnya sudah memerah dan tampak imut sekali.
"Udah kerasa kok. Itu ada orang, malu kan kalau dilihatin..." jawab Ellie, tangannya menunjuk ke arah depan mobil.
"Oh... Itu pak Kirman penjaga villa ini. Ayo turun..." ucap David.
Keduanya turun dari mobil dan menghampiri pak Kirman.
"Assalamualaikum, Mas sudah datang. Ini kuncinya Mas. Kalau perlu sesuatu mas David bisa telpon saya." ucap pak Kirman. Pria ia menyerahkan kunci villa ke David.
"Waalaikumsalaam... Terima kasih Pak. Oh iya kenalkan ini istri saya..." David menerima kunci dan memperkenalkan istrinya.
"Halo Pak, saya Ellie..." Ellie tersenyum ramah dan menyalami pak Kirman.
"Oh iya mbak, saya Kirman penjaga villa disini. Kalau ada perlu apa-apa mbak bisa cari saya atau istri saya. Itu didepan villa ini rumah saya." ucap pak Kirman.
"Iya Pak..." sahut Ellie.
"Kalau begitu saya permisi dulu Mas dan Mbak, semoga betah liburan disini..." ucap pak Kirman lagi dan beliau berlalu keluar dari halaman villa.
David dan Ellie berjalan beriringan masuk ke villa. Ellie tampak melihat ke sekeliling area villa.
Halaman depan yang cukup luas itu penuh dengan bunga-bunga yang berwarna-warni tertata rapih dan sangat bersih. Di sisi kanan terdapat kursi ayunan yang dicat warna putih.
David membuka pintu villa dan menggandeng istrinya untuk masuk ke dalam.
"Mas, villa ini milik kamu?" tanya Ellie. Kini ia berganti meneliti setiap sudut ruangan villa.
"Bukan, villa ini milik keluarga mama. Keluarga dari mama juga ada yang tinggal di sekitar sini. Nanti kalau ada waktu aku ajak mampir kesana."
__ADS_1
"Ooh..." jawab Ellie.
"Kamu mau pilih kamar yang mana? Dibawah ada tiga kamar tapi tanpa kamar mandi dalam. Kalau diatas ada dua kamar masing-masing ada kamar mandi dalam." ucap David menjelaskan.
"Emm... Terserah kamu aja deh Mas!" jawab Ellie dan tersenyum.
"Aku lebih suka kamar atas, pemandangan malam di balkon sangat indah." kata David.
"Oke..."
Keduanya menaiki anak tangga menuju lantai dua tempat kamar yang dipilih David.
Sebuah kamar yang cukup luas dengan balkon yang menghadap ke arah bukit di seberang.
Ellie langsung menuju ke pintu balkon, membuka lebar-lebar pintu itu dan menghirup udara segar yang menyeruak masuk kedalam saat pintu terbuka.
"Wah segar banget disini udaranya..." kata Ellie, ia merentangkan kedua tangannya.
David yang sedang menaruh koper, tersenyum melihat istrinya. Ia melangkah mendekatinya memeluknya dari belakang kedua tangannya ia lingkarkan di perut istrinya.
"Oke kan pilihanku Sayang..." kata David.
"Iyaa Mas..." sahut Ellie. Ia bersandar di dada suaminya.
Keduanya menikmati udara segar dengan saling bersandar, seolah dunia ini hanya milik mereka berdua yang lain cuma ngontrak.
Hening sesaat tapi kemudian suara sesuatu membuyarkan lamunan mereka.
Kruuk... Kruuk... Kruuk...
"Sayang ... Kamu laper?" tanya David.
"Enggak Mas, bukan aku tapi cacing penghuni perutku yang kelaparan. Hahaha ..." ucap Ellie mengelak kemudian tertawa dan perlahan melepaskan pelukan suaminya.
"Ayo turun dulu, memang sudah waktunya makan siang juga ..." kata David.
"Kamu duluan aja Mas, aku mau pipis dulu bentar ..." ucap Ellie dan masuk ke kamar mandi dikamar itu.
"Oke, buruan ya. Aku tunggu di bawah." kata David dan beranjak keluar kamar menuju lantai bawah.
David membuka kotak box yang tadi dibawanya dari rumah. Ia tersenyum puas bibi Siti memang tak pernah mengecewakannya.
Ia mengambil kotak kecil yang berisi ayam kecap dan satu kotak lagi berisi nasi putih. Kotak itu ia masukkan ke microwave untuk dihangatkan.
Beberapa saat kemudian keduanya makan bersama dengan lahap.
"Hari ini aku agak lelah karena tadi menyetir, kita di villa aja ya Sayang. Kamu keberatan gak?" ucap David saat setelah selesai menyantap makanannya.
"Iya Mas, gak masalah. Aku juga lelah walau cuman duduk manis di mobil." jawab Ellie sambil membereskan meja makan.
Ellie mencuci piring kotor dan setelahnya ia membongkar barang bawaannya tadi dan memasukkannya kedalam kulkas.
David telah lebih dulu naik keatas dan beristirahat di dalam kamar. Karena lelah dan merasa perutnya kenyang tak butuh waktu lama ia pun akhirnya tertidur.
Ellie yang telah selesai dengan urusan menata bekal di kulkas. Ia pun menuju ke atas hendak menyusul suaminya ke kamar.
Ketika tiba dikamar dan melihat suaminya sudah tertidur pulas, tanpa sadar ia menghela nafas. "Huft ... cepet banget sih tidurnya!" batinnya kesal.
__ADS_1
Ellie merebahkan tubuhnya di samping suaminya dan ikut tertidur.
...****************...
Hampir tiga jam keduanya terlelap tidur, kini hari sudah mulai petang.
Ellie menoleh ke sampingnya, dilihatnya sang suami masih tertidur pulas. Ia tersenyum bahagia melihat wajah polos suaminya yang tengah tertidur.
"Mas ... Bangun sudah mau jam enam sore nih!" ucap Ellie sambil mengelus pipi suaminya.
"Em ... Iya bentar ..." kata David yang masih terpejam.
Pria itu bergeser mendekati tubuh istrinya dan meraihnya dalam pelukan.
"M-mas ..." Ellie menggeliat dan makin menelusupkan tubuhnya ke dalam pelukan David.
"Mau jalan-jalan atau di villa aja?" tanya David.
"Disini aja, males keluar pasti dingin..." jawab Ellie.
"Oke Sayang ..." sahut David.
Tangan David mulai kelayapan dan menyelinap di balik kaos sang istri. Meraba-raba area sekitar bukit kembar yang mulus itu.
Masih dalam posisi saling memeluk, perlahan tangan Ellie mengusap lembut punggung kokoh suaminya. David mencium kening Ellie sangat dalam.
Ellie mendongak menatap lekat mata suaminya, ia memberanikan diri meraih tengkuk suaminya dan mencium bibirnya.
" Aku harus jadi istri yang sempurna untuk suamiku tersayang, melayaninya dengan baik. Termasuk dalam hal urusan ranjang sekalipun ... "
David yang merasa heran dengan keagresifan istrinya itu tak mempermasalahkannya, ia membalas ciuman itu dengan rakus dan menuntut.
Keduanya hanyut dalam ciuman yang memabukkan, dan entah kapan pastinya kini tubuh keduanya telah polos tanpa sehelai benang pun.
David memundurkan wajahnya menikmati pemandangan tubuh istrinya yang sangat menggairahkan itu. Ellie yang merasa malu menarik selimut hendak menutupi tubuhnya namun ditepis cepat oleh David.
Pria itu mulai memberi kecupan dan sentuhan lembut dimana-mana. Tak lupa ia meninggalkan bekas kepemilikannya juga.
Dengan perlahan namun pasti David memposisikan miliknya ke dalam milik sang istri. Mengikuti instingnya ia mulai menggerak-gerakkan maju dan mundur pelan-pelan.
******* yang entah kesekian kalinya lolos begitu saja dari mulut Ellie, yang makin membuat suaminya bergelora.
Malam yang panjang dan indah itu membuat tubuh keduanya remuk redam. Bagaimana tidak karena entah berapa kali ronde yang mereka mainkan.
Hingga tak terasa sudah pukul dua dini hari, keduanya terlelap dengan saling memeluk dan di bawah selimut yang sama.
...****************...
.
.
.
.
bersambung ....
__ADS_1