Elliana

Elliana
9. Berangkat Bersama


__ADS_3

Akhirnya Ellie bisa sedikit bernafas lega setelah keluar dari rumah itu. Rumah dimana ia semalam tidur satu ranjang dengan pria asing.


Rumah dimana ia tiba-tiba diminta menikah dengan pria yang namanya pun baru dia ketahui sekitar tiga jam yang lalu ooh astaga macam sinetron saja.


Kini ia sedang duduk di dalam mobil yang melaju cepat menuju kampusnya. Setelah sebelumnya ia menyebutkan nama kampusnya pada David yang kini berada disebelahnya sedang mengemudi.


"Kamu ambil jurusan apa?" Tanya David dengan mata tetap tertuju kedepan fokus mengemudi.


"Hukum" jawab Ellie


"Oh" David menanggapinya dengan ber oh ria.


Hening kembali, hanya suara musik yang mengalun pelan. Masing-masing diam dengan pemikirannya.


"Maaf soal semalam, aku mabuk ga ada maksud buat melakukan itu padamu" David berucap lagi menoleh sekilas menatap lawan bicaranya.


Ellie juga menoleh, mereka bersitatap sesaat. "Iya, nggak pa-pa makasih juga kamu udah nolong aku" balasnya singkat. "Aku boleh tanya sesuatu gak sama kamu?" lanjutnya.


"Apa?" jawab david singkat.


"Umur kamu berapa? ehm, maksudku gini biar aku bisa nentuin buat manggil kamu apa biar enak aja ngobrolnya" tanya Ellie.


"Tiga puluh" jawab David jujur.


"Wah wah, harus sopan dong akunya bicara sama orang tua" celetuk Ellie.


"What? Orang tua?" David tertawa terbahak-bahak mendengar dirinya dipanggil orang tua oleh Ellie. "Mas aja panggilnya" sahutnya kemudian.

__ADS_1


"Mas, kamu menyetujui rencana pernikahan ini?"


"Hm" jawab David singkat.


"Hm gimana maksudnya?"


"Iya, aku mau. Apa kamu punya pacar?"


"Enggak sih, tapi apa alasan kamu mau menerima ini"


"Aku cuma nurut sama orang tuaku, dan tentunya aku harus bertanggung jawab"


"Looh, kenapa mobilnya masuk ke parkiran? Tanya Ellie saat mereka tiba dikampus. Dan tanpa sengaja mengalihkan pembicaraan mereka yang tadi tentang pernikahan.


"Aku juga ada perlu disini" sahut David sambil melepas seat bealt. Ia nampak menyembunyikan sesuatu.


"Oh, ya udah makasi tumpangannya. Aku duluan" Ellie bergegas menuju kelasnya. Ia tak ingin kepo dengan keperluan David di kampusnya.


Dengan langkah lebar ia berjalan menuju ruangan dosen. Melirik ke arah jam tangan yang melingkar kokoh di pergelangan tangannya ia pun mempercepat langkah kakinya.


Ellie setengah berlari menaiki tangga, nafasnya terengah-engah matanya sibuk mencari-cari sosok Novi. Tanpa sengaja ia menyenggol seseorang.


Bruk


"Aduh" Seru Ellie ia hampir terjengkang jatuh, untung saja ada tangan kekar yang memegangi lengannya.


"Hei, elo kenapa lari-lari? Trus semalam kabur kemana lo?" Tanya Ragil penuh selidik. Tangannya memegangi lengan Ellie erat.

__ADS_1


"Maaf aku buru-buru" sahut Ellie cepat. Ia menghentakkan tangan Ragil dengan keras. Kemudian bergegas pergi meninggalkan Ragil yang menatapnya dengan perasaan tak menentu.


'Baiklah, lari saja semau mu sekarang. Tunggu aja nanti' geram Ragil sambil terus menatap punggung Ellie sampai tak nampak lagi.


"Huft akhirnya" Ellie lega ia berhasil masuk kelas dan duduk manis sebelum profesor Abdullah datang. Tumben dosen itu belum datang padahal biasanya tepat waktu.


"Elo, lari marathon?" Tanya Novi disebelahnya. Heran dengan kostum yang dipakai sahabatnya itu. Ellie lebih cocok sedang berolahraga daripada seperti mahasiswa yang lagi ada kelas. Saltum alias salah kostum. Novi menepuk jidatnya sendiri.


"Iya, terserah deh yang penting gue gak telat" jawab Ellie dengan nafas masih memburu gara-gara lari dari parkiran lalu naik tangga hingga akhirnya ia bisa duduk dalam kelas seperti sekarang ini.


"Elo utang penjelasan sama gue" senggol sahabatnya tepat mengenai sikunya. "Nih, ponsel lo di dalem" lanjut Novi sembari menyerahkan tas Ellie.


"Iya sabar, entar gue kasi tau semuanya. Makasih y... Mas David.." Ellie tidak melanjutkan kata-katanya. Ia kaget melihat siapa yang masuk kelasnya berjalan beriringan dengan profesor Abdullah. Itu kan David 'waduh jangan-jangan dia...' Lidahnya kelu otaknya mendadak blank tak bisa berpikir.


"Mas David siapa Ell?" Novi penasaran.


.


.


.


Bersambung..


.


.

__ADS_1


.


Gak ada bosannya aku ngingetin buat kasi dukungan ke Elliana. Like komen dan vote ya. makasi 🥰


__ADS_2