
Sayup-sayup suara azan subuh yang merdu terdengar sampai ke kamar Ellie. Gadis itu menggeliat pelan meregangkan tubuhnya yang terasa kaku. Ketika hendak bangun, ia kaget ada tangan kekar yang melingkar posesif di perutnya.
Matanya reflek menoleh ke sampingnya betapa terkejutnya ia muka tampan suaminya sangat dekat dengan wajahnya. Ellie perlahan memutar posisi tubuhnya miring sehingga berhadapan dengan David yang juga posisi miring.
Ellie diam-diam mengamati wajah yang masih terlelap tidur itu. Keningnya putih dan bersih, hidungnya sangat mancung dengan rahang tegas pipinya tirus bibirnya tipis dan berwarna pink kemerahan. Dibawah matanya tampak ada lingkaran hitam.
Ellie adalah gadis normal ia tak tahan untuk tidak menyentuh pahatan sempurna itu. Tangannya reflek terangkat dan mulai membelai wajah suaminya dengan lembut.
Dimulai dengan mengelus rambut hitamnya yang lurus itu lalu turun ke keningnya beralih ke hidung dan perlahan turun ke bibir.
Saat jemari Ellie menyentuh bibir suaminya, ia tersenyum sendiri "kebaikan apa yang gue lakukan dimasa lalu hingga punya suami tampan begini" batinnya bermonolog.
Tiba-tiba David sedikit bergerak namun matanya masih terpejam. Ellie menarik tangannya dengan cepat dari bibir David. Gadis itu hendak bangun dan kabur namun dengan cepat tangan David merengkuh tubuhnya ke dalam pelukan.
"Aw" teriak Ellie yang terkejut mendapat perlakuan mendadak dari David. Tubuhnya menempel sempurna dengan tubuh David. "Eh Mas, sejak kapan kamu bangun?" tanya Ellie malu-malu.
"Sejak kamu membelaiku" sahut David santai. Ia membuka matanya dan tersenyum.
"A-apa? Si-siapa yang membelai mu? Kamu mimpi mungkin Mas" elak Ellie dan berusaha menjauh dari David.
"Hm mimpi yang jadi kenyataan" jawab David lagi.
Dengan sekali gerakan pria itu berhasil mengurung Ellie yang kini berada tepat dibawahnya. Ia mendekatkan wajahnya mengikis jarak. Matanya sedari tadi terfokus menatap bibir mungil nan tipis milik Ellie.
Ellie terkejut lagi dan lagi, hingga ia baru menyadari kalau David tak memakai kaosnya. Pria itu hanya mengenakan celana boxernya saja dan bertelanjang dada.
Pemandangan sempurna terpampang nyata didepan matanya wajah tampan dan dada **** suaminya membuatnya menelan ludah dengan susah payah. Tubuhnya panas dingin jantungnya berdegup kencang.
Perlahan matanya mendongak menatap mata sang suami yang telah berkabut gairah.
"Boleh aku menyentuhmu?" ucap David berbisik meminta izin.
Ellie tampak ragu, namun jauh di hati kecilnya juga menginginkan ini. Diantara kekalutan pikirannya, entah mengapa kepalanya malah mengangguk. Mengiyakan permintaan David.
Detik berikutnya kedua bibir itu saling menempel saling memberi dan menerima begitu intens. Satu tangan David membelai pipi Ellie, tangan satunya lagi bersatu dengan tangan Ellie saling bertautan dengan erat.
Cukup lama keduanya terhanyut dalam kehangatan bibir dan saling meremas tangan. Ellie melepaskan tautan bibirnya, nafasnya terengah-engah pun juga dengan David mereka kehabisan nafas.
Mata mereka saling memandang dan seolah saling berbicara tanpa kata. David mendaratkan ciumannya di kening Ellie agak lama puas dengan kening bibirnya turun ke mata sesaat kemudian geser ke pipi.
__ADS_1
Puas mengecupi area wajah istrinya David perlahan turun ke leher menyesapnya pelan dan ...
"Lepaskan aku pria gendut jelek lepaaass" Ellie tiba-tiba berteriak dan mendorong tubuh David menjauh dengan keras.
David terkejut tubuhnya terpental mundur, ia mendongak menatap tajam ke arah Ellie. Gadis itu terpejam dan menangis ia terengah-engah.
"El, apa-apaan k-kamuu?" David terbata tak bisa berkata-kata lagi. Ia ingat akan trauma yang Ellie hadapi.
Sepertinya dengan sentuhannya tadi malah membuat trauma Ellie kambuh. David mengacak rambutnya frustasi. Ia hendak memeluk Ellie namun gadis itu menepis tangannya dengan kasar.
"Jangan sentuh aku pria gendut" teriaknya lagi. Posisinya sudah duduk memeluk lututnya dengan mata yang masih terpejam.
"Ellie buka matamu, ini aku David suami kamu, bukan orang jahat itu" kata David tegas namun lembut. Ia telah berdiri di samping ranjang dan berkacak pinggang.
Raut mukanya terlihat sangat kacau antara kesal karena aksinya batal dan khawatir karena melihat kondisi Ellie.
Beruntungnya tidak ada orang yang mendengar teriakan Ellie mungkin semua orang di rumah ini masih terlelap karena kelelahan.
"El plis buka matamu dan lihatlah ini aku David" seru David lagi.
Ellie perlahan mengangkat wajahnya dan membuka matanya lebar-lebar. Detik berikutnya ia menangis tersedu bahunya bergetar.
"Hiks hiks... Maafkan aku Mas, maaf!" kata Ellie.
"Sudahlah, jangan menangis lagi. Aku gak masalah kok." ucap David lembut ia masih memeluk Ellie dan mengelus bahunya yang bergetar.
"Nanti di Jakarta kita ke psikiater ya, kamu mau sembuh kan?" lanjutnya lagi.
Ellie mengangguk ia makin erat memeluk suaminya. Aroma maskulin suaminya yang masih bertelanjang dada itu entah mengapa sangat menenangkan batinnya.
"Ayo kamu mandi duluan, kita shalat subuh bersama" kata David sambil mengurai pelukannya.
Berpelukan terlalu lama tidak baik untuknya saat ini. Karena jika hasratnya muncul lagi ia tidak bisa menahan untuk tidak menyentuh sang istri. Dan itu sama saja menyakitinya, karena trauma Ellie pasti kambuh lagi.
Ellie bergegas bangun dan keluar kamar menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan berwudhu. Setelah selesai ia keluar kamar mandi dan bergantian David masuk ke kamar mandi melakukan hal yang sama.
Setelahnya pasangan baru itu shalat subuh berjamaah di kamar mushola. Setelah shalat Ellie merasa lebih baik tak ada ketakutan lagi. Ia mengajak sang suami untuk lari pagi di alun-alun kota.
Hari minggu alun-alun kota telah ramai dipadati warga yang hendak berolahraga atau hanya sekedar jalan-jalan pagi menghirup udara segar. Warung kaki lima rapi berderet di sepanjang jalan di pinggir lapangan.
__ADS_1
Ellie dan David mengendarai motor Rena yang tadi Ellie pinjam sebelumnya. Nyatanya mereka tak hanya berdua saja, ada Rena dan Karin yang ikut serta. Rena dan Karin berboncengan naik sepeda motor milik ibu Dewi.
Mereka berempat sampai di alun-alun dalam waktu tak kurang dari lima belas menit. Karena memang jarak dari rumah sangat dekat.
Setelah memarkirkan motornya mereka lari-lari kecil mengelilingi lapangan bersama warga yang lain.
"Eh eh eh aduh capek, istirahat dulu yuk" ucap Ellie yang tiba-tiba berhenti dan menunduk memegangi lututnya. Padahal baru juga satu putaran.
"Ah mbak Ellie masak segini doang udah capek sih? gak seru ah!" ejek Karin pada kakaknya.
"Bodo amat mau seru apa gak, kalian lari aja gih sono hus hus!" ucap Ellie kedua tangannya ia kibas-kibaskan mengusir kedua adiknya.
"Duduk disana yuk Mas!" pinta Ellie pada David. Nafasnya masih tersengal.
"Mau aku gendong nih?" ucap David menggoda Ellie.
Ellie menoleh sekilas dan memberi David tatapan tajamnya. Detik berikutnya ia melengos pergi menuju bangku semen tak jauh dari tempatnya tadi.
"Hahahahaa..." David tertawa berhasil menggoda istrinya. Ia bergegas mengejar Ellie ke arah bangku.
...****************...
.
.
.
.
bersambung...
ayolah kasih dukungannya ya gaes π
VOTE
LIKE
KOMEN
__ADS_1