
Tanpa sadar Ellie mengagumi pria yang sedang lahap makan di depannya. "Mas, boleh nanya sesuatu gak?" Ellie membuka suara.
"Boleh, tanya apa?" David meneguk air mineral dari botol setelah selesai menghabiskan makanannya. Pria itu sepertinya memang sedang lapar berat, terbukti ia makan secepat kilat.
"Mama kamu gak masak? Kenapa makan diluar?" Tanya Ellie ragu-ragu khawatir lawan bicaranya tersinggung.
"Gak tau" jawab David datar.
"Looh? Emang kamu gak pulang? Atau baru mau pulang dari kampus? Jam segini ngapain aja dikampus mas?" Ellie melihat jam dipergelangan tangannya yang sudah menunjukkan pukul sembilan malam lebih lima belas menit.
"Baru pulang dari kantor, lalu kelaperan trus keinget sama kamu" ucap David jujur.
Bukannya senang mendengar ucapan David, Ellie malah memajukan bibirnya memberenggut kesal "huh apa gue mirip penanak nasi?"
David bukannya minta maaf malah tertawa lebar, tanpa sadar tangannya terangkat menyentuh puncak kepala Ellie mengacak gemas rambutnya "lucu banget sih kamu".
Ellie bak tersengat listrik, ia membeku ditempat. Hatinya berdesir mendapat perlakuan manis dari David barusan. Hanya sentuhan sesaat dirambut saja mampu mengobrak-abrik hatinya.
David beranjak berdiri dari tempatnya "tunggu bentar disini, aku mau bayar" ucap David pada Ellie.
Ellie mengangguk patuh, ia kembali menyeruput teh manis miliknya yang tak lagi hangat. Ia habiskan minuman tersebut sebagai ganti karena tak bisa ikut menikmati betapa lezatnya nasi bebek David tadi.
Setelah membayar, David kembali ke tempat semula dengan membawa sesuatu mirip kantong kresek di tangan kanannya. Ia mengajak Ellie kembali ke kost. Dalam perjalanan pulang mereka terlibat obrolan ringan dan santai.
Tiba-tiba David meminggirkan mobilnya ke tepi jalan lalu mematikan mesin mobil. "Kenapa berhenti disini?" Tanya Ellie menoleh ke samping kanannya.
David tak menjawab ia sedang mengambil ponsel dari saku celananya lalu menatap layar benda pipih tersebut yang sedari tadi tak henti bergetar.
Ekspresinya kaget dan nampak enggan untuk menjawab panggilan tersebut. Namun ponsel tetap setia bergetar menandakan sang penelpon tetap bersikukuh menghubunginya.
"Hallo, ada apa?" akhirnya ia mau menjawab panggilan tersebut. Baru juga satu jam yang lalu David meninggalkan kantornya. Dan sekarang Roy sang asisten menelponnya.
"Gue mau kabarin ke elo soal tawaran yang kita ajukan ke grup ABC seminggu yang lalu" seru suara diseberang sana.
__ADS_1
"Ada apa bilang saja?"
"ABC grup barusan kasih kabar kalau mereka terima tawaran kita, yess kita berhasil Vid yess!"
"Bagus, kamu siapin semuanya besok aja. Ini udah malam pulanglah istirahat. Gue tutup telponnya sekarang. Lagi ada hal yang tak kalah penting juga ini" pungkasnya mengakhiri sambungan telpon tanpa menunggu seseorang diseberang membalas ucapannya.
Mendengar perkataan David, Ellie menoleh "ada hal penting apa sekarang mas?" tanyanya polos.
Setelah memasukkan ponselnya kembali ke saku celana, David tersenyum ke arah Ellie. "Nganterin kamu balik ke kost. Tempat kost mu, ada jam malam bukan?"
"Iya, eh tapi kok kamu tau? Dan juga darimana kamu tau alamat kosan aku. Tiba-tiba tadi udah berdiri aja didepan?" Tanya Ellie penuh selidik bak detektif yang sedang beraksi.
"Besok aja ngobrolnya, waktu kita besok panjang. Sekarang waktu kita cuma tinggal lima menit". David menunjuk jam digital di dashboard mobil dengan dagunya.
"Oh ya ampun" mata Ellie membulat sempurna tak kala ia melihat ke arah yang ditunjuk oleh David. Pukul sepuluh malam kurang lima menit. "Ayo cepetan mas ngebut" titahnya.
Tempat kost Ellie adalah kost khusus cewek kuliah jadi wajar saja kalau ada peraturan jam malam. Yakni jam sepuluh malam tepat pintu pagar akan dikunci dari dalam oleh ibu kost.
Meski semua penghuni punya kunci duplikatnya namun setelah jam sepuluh malam pagar akan ditutup dengan gembok yang berbeda dari dalam jadi tidak bisa dibuka dari depan.
David menyetir dengan kecepatan tinggi, beruntungnya jalanan sudah agak sepi dan lokasi warung tadi tak terlalu jauh dari rumah kost Ellie.
Tepat pukul sepuluh malam mobil David berhenti di depan kost Ellie. Dengan cepat Ellie melepas seat belt dan hendak membuka pintu mobil. Namun ternyata pintu mobil sudah terbuka. Ia mendongak menatap seseorang yang membuka pintu tersebut.
"Novi" seru Ellie terperanjat kaget. Ya Novi lah yang membukakan pintu tersebut. Awalnya ia pikir David, aah kecewa dikit deh si Ellie.
"Buruan turun" titah sahabatnya itu.
Ellie menurut ia hendak turun dari mobil David, saat itu juga David memberikan sebuah bungkusan ke Ellie "Ini untukmu, kalau gak laper bisa kamu makan berdua sama temenmu itu" ucap David.
Ellie nampak sedikit kaget, ia lalu meraih bungkusan tersebut dan mengangguk. Detik berikutnya ia membungkuk sebentar untuk berpamitan ke pria itu. "Makasih mas, aku masuk duluan ya, kamu hati-hati dijalan. Bye" Ellie tersenyum pada David.
David mengangguk dan membalas senyuman Ellie "Besok aku jemput jam tujuh pagi, pesawat kita jam sembilan soalnya" ucapnya sambil berlalu tancap gas perlahan mobil melaju meninggalkan Ellie yang melongo kaget.
__ADS_1
"Kita besok mau kemana?" tanya Ellie heran, dan tentu saja tidak ada jawaban. Karena mobil David sudah berlalu pergi.
Sungguh pria ini penuh dengan kejutan, tanpa sadar hati Ellie menghangat, pipinya merona merah wajahnya masih dihiasi senyuman manis.
Ellie balik badan hendak masuk ke kostnya, namun dihadang oleh Novi yang sedari tadi masih berada disitu. "Kalian besok mau kemana? Naik pesawat segala?" tanya Novi.
Buru-buru Ellie memalingkan muka, ia sangat malu terpergok sedang jatuh hati pada David. Ia memberikan bungkusan ke tangan Novi.
"Apa ini? Sogokan ceritanya nih?" ucap Novi meledek.
"Masuk dulu ada ibu tuh" seru Ellie sambil menunduk hormat pada ibu kostnya. Sang ibu kost berkacak pinggang hendak mengunci pintu pagar.
Kedua sahabat itu pun bergegas masuk ke dalam rumah lalu menuju ke kamar. Setelah menutup pintu kamar, aroma sedap menyeruak menusuk hidung keduanya.
Kompak dua pasang mata itu tertuju pada sebuah bungkusan kresek warna hitam ditangan Novi. "Ayo serbu" kata mereka bersamaan.
...****************...
.
.
.
Bersambung..
.
.
.
Gimana nih, suka gak sama ceritanya? masukannya dong kakaa π
__ADS_1
Daaan jangan lupa dukungan kalian yaa π