Elliana

Elliana
10. Menang Lotre


__ADS_3

Terdengar berisik suara para mahasiswa kasak kusuk membahas siapa pria tampan yang datang bersama profesornya itu.


David berjalan penuh percaya diri dan terus tersenyum lebar, pandangan matanya beredar menyapu seluruh isi ruangan kelas.


Sama sekali tidak ada wajah garang dan kejam yang biasanya ditunjukkan oleh para dosen-dosen baru. David sungguh nampak berkarisma, meski ia hanya mengenakan kemeja lengan panjang yang lengannya digulung dibawah siku sedikit dan celana panjang jeans hitam serta sepatu kets.


Tok tok "Tolong tenang" profesor Abdullah membuka suara ia mengetuk meja beberapa kali.


"Selamat pagi semua, di samping saya ini dosen baru kalian yang akan menggantikan saya" lanjutnya tegas.


Setelah dipersilahkan bicara David pun membuka suara, profesor melenggang pergi keluar kelas. Bapak tua itu memang terkenal irit bicara dan gak suka basa basi.


"Selamat pagi, saya David Erlangga. Senang bertemu kalian semua. Apa kabar hari ini? Sehat semua?" Suara bariton menggelegar ke seluruh penjuru kelas. Manik mata David menatap sesaat tepat ke arah Ellie, detik berikutnya ia tersenyum.


"Sehaat paak!" Serempak semua mahasiswa menjawab kompak.


"Oke, kita mulai kelas hari ini buka halaman lima puluh tujuh" titah David.


"Pst, Ell kayaknya barusan pak dosen ganteng senyum ke elo deh. Gue gak salah, dia terus menatap elo tadi" Novi berbisik.

__ADS_1


"Bukan gue, senyum ke elo kali" Ellie menghindar. Sudut matanya terus menatap David yang berdiri di depan kelas menerangkan mata kuliah.


Dalam dia Ellie mengagumi pria itu, tampan, pintar, tubuh atletis duh rasanya ia seperti sedang menang lotre. 'Beneran gak sih itu calon suami gue' batinnya bahagia namun juga terselip keraguan didalamnya.


Dua jam lamanya kelas berlangsung, tepat jam dua belas siang David mengakhiri kelas. Setelah memberikan tugas makalah untuk dikerjakan para mahasiswanya. Ia melenggang pergi berjalan keluar meninggalkan kelas.


"Gue bakalan betah meski pak David mengajar kelas lima jam sekali pun, ya ampun mimpi apa gue ketemu dosen yang gantengnya kayak artis-artis di drakor" celetuk sebuah suara gadis yang bersumber dari depan Ellie.


"Iya bener-bener gue juga, aah gue mau terus ikut kelas dia aah" sahut gadis lain.


Dan suara-suara para gadis lain memuja dosen baru mereka. Mereka seperti menemukan idola baru di kampus bersemangat sekali.


"Enak aja makan, bicara dulu kasi gue penjelasan elo ngilang kemana semalam huh?" Novi bersungut menatap tajam sahabatnya.


"Aduh sayangku, gue mana bisa ngomong panjang lebar ngejelasinnya kalo gue dalam kondisi kelaperan gini" Ellie memasang muka lemas sambil bergaya memeluk perutnya sendiri.


Novi cemberut "awas aja lo kalo bohongin gue ya"


Mereka berjalan beriringan menuju kantin yang jam segini biasanya dipadati para mahasiswa. Lapak bu Yati menjadi pilihan mereka, masakan khas Jawa Timur ada disana ada soto ayam kampung, rujak cingur dan tahu tek.

__ADS_1


"Rujak cingurnya dua ya bu, seperti biasa pedes sedang dan pedes sekali" Novi memesan makanan untuknya dan Ellie. "Mau minum apa El? tanyanya pada Ellie.


"Air mineral aja gue Nov" jawab Ellie. Mereka duduk berhadapan di salah satu bangku yang kosong.


Sembari menunggu, Ellie mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya. Ia sibuk mengecek pesan masuk, karena sejak semalam ponsel tak ada ditangannya.


Novi menjawil hidung mancung sahabatnya "Hei girl, aku tau ini bukan bajumu kan? Baju siapa hem? Elo semalam tidur dimana? Seinget gue elo gak punya bibi yang tinggal di Jakarta deh?"


Ellie mendongak menatap Novi, "kita makan dulu" ia mengerling sambil meraih nampan dari pelayan.


Tak perlu menunggu lama, pesanan datang. Mereka sibuk menyantap makanan masing-masing.


***


.


.


.

__ADS_1


Bersambung,


__ADS_2