
Sesaat setelah meraih ponsel dari tangan David Ellie bingung, siapa yang akan ia telpon sekarang? Mana mungkin ia hafal nomer Novi, Winda atau yang lain. Setelah berpikir sejenak ia pun mendial nomernya sendiri. Berharap Novi menyimpan ponsel dan tasnya.
Setelah dering ketiga, panggilan tersebut diangkat oleh seseorang jauh disana.
"Hallo, siapa ini?" sahut suara diseberang. Ellie bersyukur dalam hati perasaan lega karena ponselnya berada ditangan yang tepat. Tadi ia sudah berpikiran buruk saja bisa saja ponsel dan tasnya raib ketika di bar semalam.
"Nov, ini gue Ellie. Ak..." Ellie sangat hafal suara yang memegang ponselnya disana tak lain adalah suara Novi sahabatnya. Namun ucapannya terhenti tatkala lawan bicaranya tiba-tiba mulai bersuara dengan kerasnya.
"Ya ampun elo dimana sekarang? Kemana aja sih lo? Pergi sama siapa, tidur dimana elo El, jawab El, elo baik-baik aja kan?" Novi memberondong pertanyaan.
David nampak ikutan kaget, ia dengan jelas mendengar suara itu karena posisinya yang duduk bersebalahan dengan Ellie hanya berjarak pegangan sofa. Sejurus kemudian ia tersenyum.
"Baik, baik gue baik baik aja Nov, nanti aja gue jelasin. Elo tolong bawain keperluan kelas hari ini ya, buku ku ke kampus. Kayaknya gue langsung ke kampus aja biar gak telat" jawabnya.
"Oke-oke, tapi kasitau El, elo dimana sekarang" Novi kekeh dengan pertanyaannya.
"Ehm, gue disini di- anu itu dirumah bibiku" jawab Ellie asal ia membekap bibirnya sendiri takut orang tua David mendengar kebohongannya. Namun David masih bisa mendengarnya ia mengernyit heran. "Udah ya gue tutup, bye" lanjutnya.
"Telpon orang tua kamu di Surabaya nak" titah bu Ratna.
Ellie diam sejenak ia ragu, khawatir ayah dan ibunya salah paham dan menduga hal buruk terjadi.
Terus didesak begini Ellie jadi menurut saja ia akhirnya menelpon ponsel ibunya. Tak mungkin ayahnya bisa-bisa malah kacau jadinya.
__ADS_1
"Assalamualaikum bu, ini Ellie"
"Waalaikumsalaam eh Ellie, kamu nelpon pake hp siapa nak? Kamu baik-baik aja kan?"
Pak Wahyudi memberi kode supaya dia yang berbicara di telpon.
"Ellie sehat bu, oiya ini ada yang mau bicara sama ibu. Bentar ya" Ellie menyerahkan ponsel dengan sopan ke pak Wahyudi.
Sementara pak Wahyudi sedang serius bicara di ponsel. Ellie terus gelisah sambil melirik jam dinding yang menunjukkan pukul sembilan lebih sepuluh menit.
Padahal sebentar lagi tepatnya jam sepuluh dia ada kelasnya Profesor Abdullah yang terkenal tegas tak ada ampun bagi yang membolos kelasnya. 'Aduh gimana nih' rutuknya kesal dalam hati.
David yang menangkap kegelisahan Ellie pun nampak paham, ia pun juga terburu-buru karena ada kelas mengajar di kampus. Dan hari ini adalah hari pertamanya resmi sebagai dosen. Tidak mungkin kan ia mangkir di hari pertamanya menjadi dosen di universitasnya dulu.
"Tentu, kamu harus tetap kuliah sayang. Tenang aja biar diantar David sekalian dia juga berangkat ngajar" jawab bu Ratna.
"Saya sudah bicara dengan orang tua kamu, dan mereka setuju dengan pernikahan kalian. Weekend ini kita ke Surabaya untuk melamar Ellie" pak Wahyudi berkata setelah menutup sambungan telponnya.
David dan Ellie melongo kaget tanpa bisa berkata - kata lagi. 'Ya ampun ada apa sih dengan para orang tua ini' geram david dalam hati. Weekend ini? Itu artinya lusa, karena hari ini sudah hari kamis.
'Haruskah aku terjebak dalam pernikahan sama pria itu tanpa adanya cinta' sungguh hatinya galau. Ellie meremas jemarinya sendiri yang sedang bertautan.
'Ah entahlan urusan besok aja dipikirin lagi, aku harus ke kampus sekarang' batinnya bermonolog.
__ADS_1
"Om, tante maaf Ellie permisi dulu harus ke kampus sekarang" ucapnya sopan.
"Iya silahkan, biar sekalian aja diantar sama David. Kamu juga mau berangkat kan David?" kata pak Wahyudi.
"Iya, aku berangkat dulu mah pah" pamit David pada kedua orang tuanya.
"Hati-hati dijalan ya nak" kata bu Ratna.
Sepasang suami istri tersebut mengantar kepergian dua sejoli sampai ke ruang tamu. "pah, mereka serasi kan? aah bentar lagi aku punya mantu dan cucu duuh senengnya" ucap bu Ratna.
Pak wahyudi hanya menanggapi dengan senyuman lebar, menandakan kebahagian.
.
.
Bersambung...
.
.
.
__ADS_1
Hallo mohon dukungan like komen dan votenya 🥰