Elliana

Elliana
28. Nonton Berdua


__ADS_3

Sekitar pukul sepuluh pagi David mengajak sang istri untuk ke hotel menemui keluarganya yang rencananya sore ini mereka akan balik ke Jakarta dan Semarang.


Mereka berdua kembali berboncengan naik sepeda motor menuju hotel. Perjalanan yang seharusnya bisa ditempuh dalam waktu tak lebih dari tiga puluh menit itu berubah menjadi satu jam lamanya. Bukan karena macet tapi karena dengan sengaja David mengendarainya sangat pelan bak siput.


"Romantis juga ya boncengan berdua kayak gini" batin David. Ia senyum-senyum sendiri tak kala melihat jari istrinya saling bertautan di perutnya.


"Mas, cepetan dikit dong panas nih bisa gosong muka aku nanti" sungut Ellie dari belakang. Ia tak tahan lagi dengan cara suaminya menyetir motor itu sungguh pelan.


David pura-pura tak mendengar ucapan Ellie " ngomong apaan? Gak denger!". Sudut bibirnya tertarik keatas membentuk senyum jahil.


Setelah satu jam berkendara bak siput akhirnya mereka sampai juga di hotel. Setelah memarkirkan motornya, kini sepasang pengantin baru itu melangkah masuk menuju restoran yang berada didalam hotel.


Mereka sudah janjian akan makan siang bersama, di salah satu meja sudah tampak menunggu keluarga David.


Ellie tersenyum ramah kearah mertuanya, ia merasa tak enak hati karena telah membuat mereka menunggu lama. "Maaf om tante agak lama tadi jalanan macet" ia terpaksa berbohong sedikit.


Padahal yang sebenarnya adalah David memboncengnya dengan kecepatan tak sampai empat puluh kilometer per jam. Si tersangka hanya senyum-senyum sendiri mendengar ucapan Ellie yang berbohong.


"Loh, kalian sudah menikah jangan panggil om tante lagi dong panggil mama dan papa sama seperti David dan Dinda" kata bu Ratna. Ia sama sekali tak mempermasalahkan keterlambatan anak dan menantunya itu.


"Oh iya, Ellie lupa Mah" sahut Ellie pelan. Ia segera duduk di kursi disamping suaminya.


"Pasti udah pada laper ya? Ayo segera kita mulai makan siangnya saja" kata pak Wahyudi membuka suara. Ia segera memimpin doa.


Mereka makan dengan santai dan sesekali mengobrol ringan.


"Kalau ada waktu liburan ke Semarang ya, Vid ajak istrimu ke rumah nenek" kata nenek pada David.


"Pasti Nek, nanti aku ajak Ellie ke Semarang kalau dia libur semester" jawab David. Ia menoleh ke arah Ellie yang mengangguk tersenyum.


Ellie memperhatikan Dinda yang lebih banyak diam daripada berbicara. Gadis itu tidak nampak ceria hari ini berbeda sekali dengan kemarin. Namun ia tak berani bertanya, lebih baik nanti saja ia tanyakan hal itu pada suaminya ketika sudah pulang.


Setelah acara makan siang selesai, keluarga David bersiap menuju ke bandara. Dinda dan nenek pulang ke Semarang sedangkan kedua mertuanya pulang ke Jakarta.


David dan Ellie hanya mengantar sampai depan hotel saja. Sebetulnya Ellie ingin ikut mengantar ke bandara namun David tak menyetujuinya. Pria itu sepertinya memiliki rencana lain untuk berduaan saja dengan istrinya.


...****************...

__ADS_1


"Loh, kita mau kemana Mas? kok belok ke kanan? Arah pulang harusnya lurus aja" ucap Ellie saat menyadari salah arah. Ia berpikir suaminya belum hafal jalan untuk pulang.


"Waduh, salah dong jalannya? gimana nih?" jawabnya sok alim. Padahal ia dengan sengaja memang akan menuju ke salah satu pusat perbelanjaan di kota tersebut. Setelah sebelumnya ia melihat di GPS arah mall itu.


"Putar balik aja tuh di depan ada belokan!" seru Ellie tangan kanannya terulur ke depan menunjukkan jalan.


Pada saat yang sama David menarik tangan istrinya hingga melengkung dibawah lehernya. Seolah Ellie memeluk David dari belakang. Pria itu tidak putar balik, malah menambah laju motornya dengan kecepatan tinggi.


"Eh, Mas kelewatan jalannya" teriak Ellie yang masih tak mengerti tujuan David sebenarnya. "Lepasin tanganku Mas, malu ih dilihatin orang-orang" lanjutnya.


"Tenang sayang, kita kencan dulu sebelum pulang. Oke!" seru David bersemangat.


"Hah? apa? kemana?" tanya Ellie lagi.


"Udah ikut aja" jawab David. Tangan kirinya masih terus memegangi tangan Ellie yang ia lingkarkan dilehernya. Ia tampak sangat santai menyetir motor hanya dengan satu tangan saja.


Ellie tak kuasa menahan rasa bahagianya setelah keduanya sampai di area MALL, ia sudah sangat lama tak pernah jalan-jalan ke MALL. Apalagi sekarang yang mengajaknya adalah sang suami. Saat ini mereka telah berada di dalam MALL yang cukup besar dan megah.


"Kita nonton yuk" ajak David. Pria itu terus menggandeng tangan Ellie dengan posesif seakan menunjukkan pada semua orang bahwa gadis cantik ini hanya miliknya seorang.


"Boleh deh" sahut Ellie tersenyum manis.


Setelah sampai di bioskop mereka memilih film barat genre action, lebih tepatnya David yang memilih film itu. Setelah mengantri membeli tiket David mengajak Ellie membeli minuman dan pop corn. Lalu keduanya masuk ke dalam dan mencari tempat duduk yang sesuai di tiketnya.


"Mas, gak salah nih? kita duduk disini?" tanya Ellie heran. Keningnya mengkerut kedua alisnya saling bertautan. David sepertinya sengaja memilih kursi paling pojok dan paling atas.


"Cuma ini tadi yang tersisa" jawabnya berbohong. Dalam hati ia bersorak gembira.


Mau tak mau akhirnya Ellie duduk juga, ia melepas jaketnya merasa kepanasan. Kepanasan? apa AC nya rusak? Oh tentu tidak. Ia kepanasan karena rasa malu dan gugup sepertinya.


David menyodorkan minuman botol ke arah Ellie dan meletakkan pop corn di pegangan kursi. Pria itu meraih tangan Ellie dan menggenggamnya erat lagi.


Ellie memejamkan mata merasakan tangannya perlahan menghangat. Ia merasa canggung dan bingung mau ngobrol apa. "Mas, aku boleh nanya sesuatu gak?" akhirnya ia membuka suara.


"Hm" jawab David singkat. Ia menoleh ke arah Ellie.


"Aku lihat tadi di restoran Dinda kok kayaknya murung. Ada apa?" tanya Ellie penasaran.

__ADS_1


"Oh itu, dia sebetulnya ingin ikut pulang ke Jakarta masih kangen sama mama dan papa."


"Lalu, kenapa gak ke Jakarta aja?"


"Dia kan besok harus kuliah, sama seperti kamu" David mencolek mesra hidung mancung istrinya.


Seketika muka Ellie merona merah dan jantungnya berdetak lebih cepat. "Oh gitu" jawabnya singkat.


"Kenapa Dinda gak kuliah di Jakarta saja Mas? apa nenek di Semarang gak ada temannya? oiya kakek kemana?"


Mereka memang belum terlalu lama kenal hingga belum tahu banyak tentang keluarga masing-masing.


"Kakekku sudah lama meninggal dan Ceritanya panjang tentang Dinda, suatu saat pasti aku kasih tau kamu. Sekarang filmnya udah mau mulai tuh" balas David ia mengangkat tangannya dan mendaratkan ciuman ke punggung tangan Ellie yang digenggamnya.


Pria ini memang paling jago membuat jantungan istrinya. Untuk kesekian kalinya muka Ellie memerah lagi.


Untuk beberapa saat keduanya bungkam masing-masing fokus melihat film yang tayang di layar super besar yang berada di depannya. Adegan laga dan tembak-tembakan lebih mendominasi namun tak lengkap rasanya jika tanpa adegan romantis.


Ketika aktor pria berhasil menyelamatkan kekasihnya yang di sandera musuh, adegan ciuman pun terpampang nyata di layar. Suara gemuruh para penonton bersahutan.


Ellie salah tingkah sendiri melihat adegan dewasa itu, ia ingin sekali menutupi mukanya dengan tangan satunya. Namun dengan cepat David menahannya ia seolah tahu apa yang akan Ellie lalukan.


"Eh apa mas?"


Detik berikutnya David menangkup kedua pipi istrinya itu yang posisinya tengah menoleh ke arahnya. Mendekatkan wajahnya dan cup mengecup sekilas bibir merah Ellie.


Ellie melotot kaget tak menyangka dengan perlakuan David. "Ini aku suami kamu bukan pria jahat itu" kata David berbisik tepat ditelinga Ellie.


Pria itu melanjutkan ciumannya yang kini lebih intens dan berhasil mendesak masuk ke dalam rongga mulut Ellie. Merasa tidak ada perlawanan dari gadis itu. Dalam hati David bahagia trauma Ellie sepertinya tidak kambuh lagi saat ini.


Ellie perlahan memejamkan matanya dan membalas ciuman suaminya setelah sebelumnya ia memastikan pria yang menciumnya adalah David bukan orang lain.


Kini keduanya tak lagi fokus menonton film yang baru berjalan setengah mainan itu. Karena sedang asyik membuat filmnya sendiri di pojok bioskop.


...****************...


bersambung....

__ADS_1


jangan lupa bagi LIKE KOMEN VOTE nya 😘


__ADS_2