
Pagi hari dirumah David. Di ruang makan yang terhubung langsung dengan dapur cantik, tampak Bik Siti sedang menyajikan beberapa menu sarapan di meja makan bersama bu Ratna majikannya.
"Bik, tolong kamu keatas bangunkan David, ini udah jam berapa? Apa dia lupa hari pertamanya ngajar?" Titah bu Ratna .
"Ehm, tapi nyonya itu anu ehm. Saya gak berani nyah" jawab bik Siti ragu-ragu.
"Kamu kenapa? Gak biasanya begini, kenapa gak berani sama David?" bu Ratna penasaran apa yang terjadi.
"Maaf nyah, Nyonya ke atas sendiri aja. Soalnya tadi malam Mas David pulang bawa cewek"
"What??" suara cempreng bu Ratna menggelegar ke seluruh ruangan. Suaminya yang sedang asyik membaca koran sampai melonjak kaget.
"Ada apa to Mah? pagi-pagi teriak begitu?" tanya Wahyudi suaminya. Ritual tenang pagi harinya mendadak terusik oleh sang istri.
"Kamu ngomong apa sih bik?" bu Ratna saking rasa penasaranya, sampai mengabaikan pertanyaan pak Wahyudi. Ia bergegas naik ke atas menuju kamar David. Pak Wahyudi ikut penasaran, ia berjalan mengekori sang istri.
Tanpa mengetuk pintu yang ternyata tidak dikunci itu, ia mendorong handel pintu dan membuka pintu dengan tak sabar. Betapa terkejutnya ia melihat pemandangan kamar David yang tak sepantasnya. Reflek bu Ratna mengangkat tangan dan menutup mukanya namun jarinya renggang. Alhasil ia masih bisa menyaksikan pemandangan didepan matanya. Oalah bu bu.
__ADS_1
"David, apa-apain ini?" Bu Ratna berteriak kencang. Suaminya yang muncul dari belakang tak kalah kaget dan heran melihatnya.
Merasa terusik dengan suara berisik, David yang masih sangat ngantuk terpaksa membuka matanya dan menoleh ke sumber suara. Ia masih berbaring malas sekali rasanya untuk bangun.
"Mah, ini masih pagi mama ngapain teriak-teriak disini?" Jawabnya polos sambil mengucek mata.
"Siapa gadis itu David?" Bentak kedua orang tau nya hampir bersamaan.
"Gadis apa mah pah?" David bingung dengan pertanyaan mamanya.
"Itu gadis disebelah kamu" bu Ratna menunjuk dengan dagunya.
Lebih kaget lagi si gadis hanya mengapit selimut tebal, lengannya polos dan rambutnya acak-acakan. Nampak sangat berantakan kondisinya. David langsung beranjak bangun namun ia tak langsung berdiri, sadar hanya memakai ****** ***** saja. 'aduh mampus gue malu dong' batinnya.
"Elo siapa? Kok bisa ada disini?" Tanya David penasaran. Ia duduk sibuk menarik selimut untuk menutupi tubuh bagian bawahnya.
Gadis itu hanya diam dan menunduk, lidahnya kelu tak sanggup berkata-kata. Ia juga kaget dan shock dengan apa yang terjadi.
__ADS_1
"Stop David cukup aktingmu, mama butuh penjelasan. Kami tunggu kalian di bawah. Sekarang kamu bersihkan dulu tubuhmu. Dan kamu nak, siapa namamu?" bu Ratna berkata sambil mendekati Ellie.
"Saya E Elliana tante" jawab Ellie terbata masih dengan menunduk ia tak berani menatap wanita disebelahnya.
"Kamu ikut saya sekarang, ayo!" Titah bu Ratna sambil membopong Ellie berjalan keluar kamar.
Ellie melilitkan selimut ke tubuhnya, karena ia hanya memakai bra dan ****** ***** saja.
Pak Wahyudi geleng-geleng kepala tak habis pikir dengan kelakuan putra sulungnya ini. "Baru juga kembali sudah membuat kekacauan kamu. Cepat mandi sana" titahnya sambil berlalu keluar kamar.
Bu Ratna masuk ke kamar yang ada disebelah kamar David. Tertulis nama Dinda di pintu kamar tersebut.
"Masuklah nak, ini kamar Dinda adiknya David. Dia sedang sekolah di luar kota jadi kamar ini kosong. Kamu mandilah dulu, dan sementara pakai baju ini" bu Ratna memberikan baju ke Ellie.
Sekilas tadi Bu Ratna melihat pakaian Ellie kotor dan bau tergeletak di lantai kamar David. Ia yakin gadis itu tak membawa baju ganti.
"Baik tante" jawab Ellie pelan.
__ADS_1
***
Bersambung...