Elliana

Elliana
23. Di Rumah Sakit


__ADS_3

"Roy kita ke rumah sakit terdekat" titah David pada Roy ketika mereka telah berada di dalam mobil. Ellie sudah berpakaian namun kondisinya sangat memprihatinkan.


Rambutnya acak-acakan, wajah babak belur dan jangan lupakan leher yang tersayat oleh pisau tadi.


Gadis itu duduk di kursi belakang bersama David, David tak malu-malu lagi. Ia terus memeluk Ellie dari samping. Tangan satunya ia gunakan untuk mengenggam erat tangan Ellie.


"Tapi Mas, bukankah kita harus ke kantor polisi dulu?" tanya Ellie.


"Biarkan polisi yang datang ke rumah sakit jika mereka butuh keterangan mu. Kamu korban El, harus dirawat dulu, lihat bahkan lehermu terluka" omel David panjang lebar.


Ellie mengangguk dan diam saja tak berani membantah lagi. David betul juga lehernya terasa sakit sekarang. Dan juga ia sangat lelah butuh istirahat.


Di kursi depan Novi diam-diam mengagumi David yang ternyata sangat peduli pada sahabatnya itu. Ia sepertinya lega David pria yang tepat untuk sahabatnya.


"Oiya Nov, elo ketemu Winda gak? Apa dia juga diculik?" tanya Ellie pada Novi.


"Plis deh El, jangan lagi bicara tentang cewek sialan itu. Elo gak sadar ya? Dia yang menjebak elo" ucap Novi penuh kekesalan.


"Apa? Masak sih?" Salah gue apa ke dia?" Ellie seakan tak percaya pada kenyataan. "Oh iya trus tadi siang elo kemana aja? pamit ke toilet tapi lama bener?".


"Gue dikunciin di toilet" Novi jadi sebal mengingatnya.


"Sekalian saja laporkan dia ke polisi" kali ini Roy yang berkata.


"Jangan, biar gue aja yang ngomong sama dia nanti" Ellie berkata tegas.


"Tuh cewek harus dikasi pelajaran, elo jangan mau maafin dia gitu aja pokoknya" geram Novi.


David menoleh ke arah Ellie, dahinya mengernyit merasa aneh dengan sikap Ellie yang tak mau melaporkan temannya itu.


Tak lama kemudian mereka sampai di sebuah rumah sakit swasta. Roy menghentikan mobilnya tepat di depan ruang yang bertuliskan IGD. David membantu Ellie turun dari mobil. Novi juga ikut turun dan berjalan masuk terlebih dulu untuk mengambil kursi roda untuk Ellie.


"Gue bisa jalan sendiri Nov" elak Ellie saat Novi datang membawa kursi roda.


Sekali lagi David jengah dengan sifat keras kepalanya Ellie "mau duduk disitu apa aku gendong?" ucapnya dengan tatapan tajam.


Ellie kaget, ia segera duduk tanpa berkata-kata lagi. Novi tersenyum sendiri melihat dua sejoli ini.


Ellie sedang dirawat diruangan IGD dan yang lain tak diperbolehkan masuk, David Novi dan Roy menunggu diluar ruangan.


Hari sudah malam sekitar pukul tujuh saat ini. David sedang menelepon papanya memberitahukan kejadian yang menimpa Ellie. Ia juga berpesan supaya orang tua Ellie tidak perlu dikabari karena tak mau mereka khawatir.

__ADS_1


Novi bosan menunggu, ia akhirnya memilih memainkan ponselnya. Roy yang duduk di depannya mengamati gadis itu.


Setelah selesai menelepon, David duduk di samping Roy. "Gue laper Roy, tolong belikan makanan dan air" katanya.


"Beli sekalian empat porsi ya" lanjutnya lagi.


Roy mengangguk dan bergegas keluar mencari warung makanan disekitar rumah sakit. Selain sahabat pria itu juga tangan kanan David, ia memegang kartu kredit yang diberikan oleh David. Jadi jika ia disuruh sesuatu tak lagi meminta uang.


Sekitar satu jam lamanya Ellie diperiksa di dalam. Karena kondisinya yang lumayan tidak baik dan lemah ia harus menjalani rawat inap selama beberapa hari di rumah sakit.


Ellie hanya pasrah saja menerimanya, ia tidak lagi berani menolak. Bisa saja nanti David marah besar padanya.


Pintu ruang IGD terbuka, seorang pria dan wanita keluar ruangan. Mereka rupanya dokter jaga dan perawat.


"Ada keluarga pasien Elliana?" ucap wanita yang memakai baju serba putih itu.


"Saya dok" jawab David sambil berjalan tergesa menghampiri mereka.


"Saya Amar, dokter yang bertanggung jawab. Pasien Elliana harus dirawat inap dulu beberapa hari disini, kondisinya tidak begitu baik" kata pria yang ternyata adalah dokter itu menjelaskan.


"Luka dilehernya harus di pantau" lanjutnya.


"Maaf, apa anda kakaknya?" tanya dokter itu.


"Bukan, tapi saya calon suaminya" jawab David dengan lantang.


Karena dokter jaga itu seorang pria muda dan entah kenapa David sedikit cemburu padanya.


"Oh begitu" jawab dokter itu singkat. "Baiklah saya permisi dulu" lanjutnya.


"Pasien Elliana akan segera dipindahkan ke ruangan, mohon ke bagian administrasi dulu ya pak" kata perawat yang sedari tadi diam dan ia mengulurkan sebuah map.


David mengangguk namun ia tak meraih map itu, sebaliknya pria itu memberi isyarat pada Roy untuk mengambil map di tangan perawat.


Roy yang baru saja datang dan dikedua tangannya menenteng dua kantong plastik besar. Entah apa saja yang dia beli. "Eh kau tolong pegangi ini dulu" ucapnya pada Novi meminta bantuan.


Setelah map berpindah ke tangan Roy, David menyuruhnya yang pergi ke ruang administrasi dan mengurus semuanya. "Mintakan ruang VIP dan ganti dokter wanita" titahnya.


Novi yang mendengar itu merasa agak aneh namun ia tak berani bertanya hanya diam saja.


"Beres bos" Roy menjawab dengan cepat. Dan segera berlalu pergi. Bosnya ini sungguh keterlaluan ia bahkan belum makan sudah disuruh pergi lagi. Untungnya pria itu tak tak sedikit pun mengeluh.

__ADS_1


Pintu IGD kembali terbuka, Ellie yang sudah berganti pakaian dengan baju pasien terbaring di sebuah brankar. Ada dua orang perawat yang mendorongnya. Ia akan dipindahkan ke ruangan rawat.


"Kami akan membawa pasien ke pavilun mawar, mari ikut kami" kata perawat sambil mendorong brankar.


David, Novi dan Roy yang telah selesai dengan urusan administrasinya berjalan mengekori perawat.


Ellie tengah tertidur saat itu, selain karena pengaruh obat ia juga sangat kelelahan harinya sungguh terasa sangat berat dan melelahkan. Sebuah selang infus melekat di tangannya.


Setelah sampai di paviliun yang tampak bersih dan agak luas. Perawat dengan sigap memindahkan Ellie ke ranjang berseprei putih dibantu oleh David.


Ellie sedikit pun tak terusik ia tetap memejamkan matanya hanya mendesah pelan dan mencari posisi yang nyaman. Meksi masih tampak pucat namun kecantikan alaminya tetap mendominasi.


David masih berdiri terpaku ditempatnya, saat dua perawat berpamitan pergi. Ia asyik mengamati gadis yang terbaring didepannya itu. Merasa bersalah karena tidak bisa menjaganya.


"Ehem" Roy berdehem memecah kesunyian yang tercipta sesaat setelah kepergian dua peeawat tadi.


Roy dan Novi duduk di sofa yang ada di dalam ruangan itu. "Apa dia masih tidur Bos?" tanya Roy pada David yang berdiri di samping ranjang.


"Iya, kalian makanlah dulu. Roy setelah selesai makan nanti kau antarkan Novi pulang pakai taksi saja" ucap David. Ia menarik kursi yang ada di sampingnya lalu duduk.


Pria itu menggenggam erat tangan Ellie, satu tangannya mengelus pipinya lembut.


"Gak perlu repot, saya bisa pulang sendiri kok" ucap Novi kikuk.


"Ini sudah malam, seorang gadis tak baik naik taksi sendirian" ucap Roy sambil mengunyah nasi padangnya.


Novi hanya mengangguk, ia juga mulai menyantap makanannya.


...****************...


.


.


.


.


Bersambung...


jadi gimana nih? Roy dijodohin sama Novi aja kah? setuju? 😁😁

__ADS_1


__ADS_2