
Sementara itu di Bar Kharisma, Novi nampak panik dan bingung mencari-cari keberadaan sahabatnya yang menghilang. Ia sudah keliling bar dibantu teman yang lain dan seorang pelayan mencari Ellie mulai dari toilet sampai tempat parkir.
Namun nihil, sahabatnya itu lenyap bak ditelan bumi. Ketika ia menghubungi ponsel Ellie, ternyata ponselnya berada didalam tas dan tas tersebut duduk manis di sofa dimana Ellie tadi duduk.
Ellie meninggalkan tas beserta isinya di Bar. Novi kalut cemas dan berpikir keras apa yang sedang terjadi dengan Ellie.
Ragil dan Dion saling melempar pandangan, Ragil mengepalkan tanggannya kuat-kuat menahan marah karena rencananya untuk meniduri Ellie gagal total.
Mereka menunggu sekitar satu jam lebih, namun Ellie tetap tak kembali.
Dengan perasaan cemas, Novi pulang ke kostnya diantar Winda.
"Udah Nov, elo istirahat dulu ini udah malam. Kita juga kan gak tau harus mencari dia kemana" Winda mencoba menenangkan Novi.
"Mana bisa gue tenang, sedangkan Ellie nasibnya gimana kita gak tau hiks.." tangisnya pecah lagi. Ia merasa bersalah telah memaksa sahabatnya untuk datang ke bar. "Elo sih, tadi nyuruh-nyuruh dia minum, gini kan jadinya gak cuma mabuk tapi dia malah hilang kek gini"
"Kita juga gak bisa lapor polisi, belum 2*24 jam dia menghilang, bisa jadi dia pergi janjian sama cowoknya atau mungkin lagi ehem-ehem gitu" balas Winda.
__ADS_1
"Hus, jangan ngawur. Ellie gak punya cowo saat ini dia jomblo, elu juga tau itu kan Win" sinis Novi.
"Ya udah kita tunggu besok aja, semoga dia pulang dengan selamat" Winda melangkah pergi keluar dari kamar kost berukuran 4x3 m itu.
Novi merebahkan tubuhnya di kasur, ia mendongak ke atas menatap kayu alas tempat tidur Ellie yang kosong 'elo dimana sih El, baik-baik aja kan lo' batinnya.
Novi dan Ellie memang tinggal satu kamar di tempat kost dekat kampusnya. Mereka sama-sama merantau ke Jakarta untuk kuliah. Berkat beasiswa prestasi yang mereka dapat semasa SMA dulu.
Mereka bersahabat sejak sejak SMA, meski beda sekolah tapi mereka sangat akrab dan sering melakukan sesuatu bersama-sama seperti belajar bareng, jalan-jalan bareng dan lain sebagainya.
Rumah Ellie dan Novi dekat satu lokasi perumahan yang berada di sebelah kota Surabaya tak lain adalah Sidoarjo.
Namun saat ini, Ellie hilang dan Novi tak tahu dimana sahabatnya itu sekarang. Apakah dia baik-baik saja? Ya semoga saja Ellie ditolong orang baik.
Sementara itu disebuah sudut jalan, Ragil mengumpat "Sialan rencana gue gatot malam ini, penasaran gue kemana Ellie pergi? Ngumpet dimana dia? Apa dia tau rencana kita huh?"
"Tenang bro, gak ada yang akan tau rencana kita. Cuma gue dan elo aja yang rencanain semua ini. Aku gak bocorin ke siapa pun, suer bro" Dion meyakinkan Ragil.
__ADS_1
Flashback on...
"Maaf Gil, sekali lagi maaf gue gak bisa" Ellie berlalu pergi meninggalkan Ragil yang tengah menyatakan cintanya di taman kampus.
Selama satu tahun ini Ragil memang tengah mendekati Ellie. Ia menyukai gadis itu, entah mengapa Ellie tak pernah menanggapinya. Hanya menganggap teman tak lebih.
Sepeninggal Ellie, Ragil berjalan gontai menuju kantin menemui Dion temannya.
"Pokoknya apapun yang terjadi tuh cewek harus jadian sama gue titik" Ragil berkata penuh penekanan.
"Dia udah berkali-kali nolak elo, lalu apa yang harus kita lakukan supaya dia bertekuk lutut sama lo Gil?" balas Dion.
"Gue punya rencana, kemarilah!" titah Ragil pada Dion untuk mendekat. Mereka berbincang menyusun rencana untuk membuat Ellie takluk pada Ragil.
Flashback of..
***
__ADS_1
Bersambung..