
Ellie berjalan keluar meninggalkan ruangan dosen setelah kepergian David yang terburu-buru. Sejujurnya ia penasaran hal apa yang ingin David bicarakan.
Gadis itu memilih untuk pulang ke rumah saja daripada mengikuti kelas toh ia juga sudah terlambat. Selain itu wajahnya yang sembab setelah menangis tadi tak ingin ia perlihatkan pada teman-temannya.
Setelah memesan taksi online dari ponselnya ia kini menunggu di trotoar depan kampus. Tak berselang lama sebuah mobil menghampirinya setelah memastikan mobil itu adalah taksi yang telah ia pesan tadi. Ellie masuk ke dalam mobil itu dan perlahan mobil tersebut bergerak meninggalkan kampus.
Hari masih siang saat ia sampai di rumah, tak langsung menuju ke kamarnya Ellie memilih untuk langsung ke dapur. Sepertinya ia butuh sesuatu yang segar untuk menyejukkan tenggorokannya.
Meletakkan tas di meja makan kemudian ia membuka kulkas, melihat buah tomat merah yang segar hatinya tergerak untuk membuat jus tomat. Setelah membuat satu gelas jus tomat favoritnya, gadis itu duduk di kursi meja bar yang ada di dapur.
Pikirannya melayang kembali pada kejadian beberapa waktu lalu saat ia diculik. Perasaan takut dan sedih bermunculan.
Tak lama kemudian...
"Kamu sudah pulang Nak?" suara bu Ratna mengagetkan Ellie yang tengah melamun.
"Iya Mah, Mama rapi sekali mau kemana?" Ellie mendongak memperhatikan penampilan mama mertuanya.
"Mama mau ke butik nanti sekalian ke supermarket belanja keperluan yang habis. Apa David juga udah pulang?"
"Belum Mah, Mas David lagi di kantornya. Mama mau beli baju di butik?"
"Enggak Sayang, oiya kamu ikut mama saja yuk! Sekalian mama kenalin sama orang-orang di butik. Lagian daripada kamu melamun sendirian kayak tadi mending jalan-jalan keluar, iya gak?"
"Boleh deh Mah, tapi Ellie ganti baju dulu ya sebentar aja kok!"
"Iya, mama tunggu di teras ya Sayang!"
Ellie bergegas menuju kamarnya dilantai dua. Ia membuka lemari dan memilih baju yang cocok untuk dipakai jalan bersama mama mertuanya.
Gaun tanpa lengan warna peach motif bunga kecil-kecil dengan panjang selutut dan kardigan rajut warna putih menjadi pilihannya. Setelah sebelumnya ia mandi kilat kini Ellie tampak sedikit lebih dewasa dengan riasan natural.
Setelah memastikan penampilannya sekali lagi di depan cermin besar yang ada di kamarnya, ia bergegas keluar kamar tak lupa tas jinjing kecil menjadi pelengkap penampilannya.
"Ayo Mah, Ellie sudah siap!" ucapnya pada Bu Ratna yang tengah asyik bermain ponselnya.
"Sudah siap?"
"Sudah" ucap Ellie sambil tersenyum manis.
Kini menantu dan mertua itu sedang asyik mengobrol di dalam mobil yang dikemudikan oleh pak Udin. Ellie baru tahu kalau mertuanya itu punya usaha sebuah butik baju di salah satu ruko pertokoan.
Mereka telah sampai di butik yang lumayan besar dan memiliki tiga lantai itu. Butik yang menyediakan aneka baju wanita dan pria dewasa.
Seorang pramuniaga menyambut kedatangan mereka dan menunduk hormat pada bu Ratna dan Ellie.
"Selamat siang Ibu" sapa gadis cantik itu dengan ramah.
"Siang, oiya tolong kumpulkan yang lain di ruangan saya ya. Ada yang mau saya beritahu." ucap bu Ratna pada gadis itu.
"Ayo Sayang ke ruangan ku dulu di lantai tiga." bu Ratna pada Ellie.
__ADS_1
Ellie mengangguk, ia memandang ke sekeliling butik, terpesona dengan butik milik mertuanya itu. Interiornya beda dengan butik yang lain. Suasana alam mendominasi di salah satu pojok ruangan bahkan terdapat air gemericik mengalir dari dinding batu bagian atas.
Bagian bawahnya ada kolam ikan kecil dan memanjang, beberapa pot tumbuhan hidup juga ada disana. Sungguh menyejukkan mata yang memandang.
Semua pegawai butik telah berkumpul di ruangan bu Ratna, tujuh orang wanita dan satu pria yang merupakan satpam berdiri berjejer di depan meja kerja.
Bu Ratna duduk di kursi kebesarannya dan Ellie berdiri patuh di sampingnya.
"Saya mau memperkenalkan menantu saya yang tak lain adalah istri David. Namanya Ellie" bu Ratna menggandeng tangan Ellie.
"Halo kakak semua salam kenal saya Elliana biasa dipanggil Ellie" Ellie membuka suara menyapa dengan ramah.
"Halo kaak!" sahut pegawai bersamaan.
Setelah itu para pegawai kembali bekerja dan juga bu Ratna sedang memeriksa beberapa laporan yang ada di meja kerjanya.
Ellie sedang duduk santai di sofa di dalam ruangan bu Ratna menunggu mertuanya sedang bekerja. Ia bermain ponsel sejenak sambil menunggu.
"El, kalau bosan kamu bisa lihat-lihat baju dibawah. Mungkin ada yang kamu suka, ambil saja tidak apa-apa." ucap bu Ratna.
"Iya, Ellie tunggu dibawah saja ya Mah!" sahut Ellie.
Ellie turun kebawah dan melihat-lihat beberapa baju yang tergantung rapi di rak. Sesekali ia melihat bandrol harganya. "Wah lumayan murah juga ya dan bagus-bagus koleksinya disini" batin Ellie.
Sekitar tiga puluh menit menunggu akhirnya sang mertua turun. "Ada baju yang kamu suka Nak?"
"Eh Mah, udah selesai?"
"Udah. Mana Sayang? Apa ada baju yang kamu sukai?"
"Bener nih?"
"Bener Mah" Ellie tersenyum.
"Ya udah ayo kita ke belanja"
"Ayo Mah"
...****************...
Hari sudah hampir malam, David turun dari mobilnya ia masuk ke dalam rumah dengan wajah lelahnya.
Rumah tampak sepi, ia berjalan gontai menuju ruang makan. "Kemana semua orang Bi?"
Bibi Siti yang tengah menata meja makan dengan menu makan malam itu menjawab dengan lembut. "Tuan ada di kamarnya, kalau nyonya dan mbak Ellie tadi siang belanja bareng Mas."
"Oh" jawab David dengan Malas. "Buatin saya teh manis ya Bi, saya mau mandi dulu" lanjutnya.
"Baik mas David" jawab bi Siti.
Setelah David naik ke lantai atas menuju kamarnya, tak lama berselang Ellie dan bu Ratna datang. Tangan mereka sibuk menenteng kantong penuh dengan barang belanjaan kebutuhan sehari-hari.
__ADS_1
"Nyonya dan Mbak sudah pulang?" tanya bi Siti.
"Sudah, ini Bi tolong simpan ya" kata bu Ratna sambil memberikan kantong belanjaan pada bi Siti.
"Bi, apa mas David udah pulang dari tadi? tanya Ellie.
"Barusan Mbak, ini tadi minta teh"
"Oh gitu, sini Bi biar aku aja yang bawa ke atas teh nya" ucap Ellie sambil meraih nampan dari tangan bi Siti.
"Mah, Ellie ke kamar dulu ya!"
"Iya Nak"
Ellie bergegas naik ke atas dan masuk ke kamarnya. Ia melihat David yang baru saja selesai mandi tengah mengambil baju dari lemari pakaian. Pria itu hanya mengenakan handuk yang dililitkan pada tubuh bagian bawahnya saja.
"Mas, maaf aku baru pulang tadi habis belanja sama Mama" Ellie meletakkan nampan berisi teh di atas meja.
"Iya" David menjawab dengan datar. Ia bahkan tak menoleh ke istrinya.
Ellie merasa aneh dengan sikap datar suaminya tak biasanya pria itu bersikap begini. Ia berinisiatif membantu mengambilkan baju suaminya. Ellie berjalan mendekati David "Aku bantu ambil baju ya Mas?"
David menoleh sesaat "Gak perlu, aku bisa sendiri." David memakai kaosnya dan hendak membuka lilitan handuk untuk memakai celananya. Ellie buru-buru membalikkan badannya merasa malu jika harus melihat suaminya berganti.
David tersenyum sedikit dan dengan cepat berganti baju. Setelah lengkap berpakaian ia melangkah mendekati Ellie dan memeluknya dari belakang.
"Eh aduh Mas ngagetin aja ih!" seru Ellie. Ia menghirup aroma sabun suaminya dengan leluasa. "Mas... Apa kamu marah aku pergi gak izin dulu? Tadi aku lupa gak bilang kamu dulu, maafin aku ya!"
"Iya Sayang gak pa-pa, kan kamu perginya sama Mama. Tapi lain kali kamu bilang dulu ya sama aku kalau mau pergi."
"Iya Mas"
David masih memeluk Ellie dari belakang, pria itu membenamkan wajahnya di leher Ellie sesaat. "Buruan mandi sana, kamu bau nih!" David masih enggan melepas pelukan meski Ellie sedikit meronta.
"Iyaa tapi lepasin dulu Mas, nyuruh mandi tapi di kekepin mulu ih."
"Bentar lima menit lagi, biarin begini dulu"
"Hem tadi katanya bau, tapi--" Ellie tak melanjutkan ucapannya karena bersamaan dengan suara ketukan dari arah pintu kamar.
Tok tok tok
"Mbak Mas ditungguin di ruang makan ya!" suara bi Siti dari luar.
"Iya Bi, bentar" sahut Ellie dan berusaha lepas dari pelukan suaminya.
"Huh hobi banget sih gangguin orang!" gerutu David sedang kesal.
Ellie terkekeh dan segera masuk ke kamar mandi. "Mas itu teh nya di meja, tungguin aku bentar ya!"
...****************...
__ADS_1
bersambung...
Maaf baru up, beberapa hari rem to the pong alias rempong hehehee....