Elliana

Elliana
38. Sepiring Berdua


__ADS_3

Minggu pagi yang cerah, sinar matahari dengan gagahnya menyinari bumi. Secercah sinarnya menerobos masuk melalui celah jendela sebuah kamar.


Merasa silau dengan sinar matahari, David membuka matanya perlahan dan melihat ke arah jam dinding yang tergantung disana.


"Ah rupanya sudah pagi..." gumamnya dan beranjak bangun. Ia menoleh sesaat ke sampingnya melihat Ellie yang masih tertidur pulas.


Dengan telapak tangannya ia menghalau sinar matahari yang mengenai mata istrinya itu. Untuk beberapa saat ia mengagumi kecantikan alami istrinya.


David tersenyum mengingat adegan penyatuan semalam bersama sang istri tercinta. Jika tidak karena janjinya untuk mengajak jalan-jalan Ellie, rasanya pria itu hanya ingin bermesraan saja di atas ranjang.


Tak ingin larut dengan suasana, ia akhirnya memilih segera mandi dan menyiapkan sarapan. Membiarkan sang istri tidur lebih lama, ia sadar istrinya pasti kelelahan akibat ulahnya.


David berkutat di dapur sedang memasak sarapan. Aroma harum masakannya menguap ke seluruh ruangan.


Ellie yang masih enggan membuka mata, mau tak mau segera bangun karena indera penciumannya mengendus aroma sedap. Berhasil menggugah perutnya yang terasa kelaparan.


"Hoooaaammm.... Mas David kemana? Hem sedapnya siapa yang masak?" gumam Ellie dan beranjak keluar kamar.


Wanita muda itu berjalan turun menuju dapur sambil sesekali menguap. Tanpa membersihkan tubuhnya terlebih dulu karena rasa penasarannya terhadap aroma masakan yang menggugah seleranya.


"Masss ... Udah bangun dari tadi? Kok gak bangunin aku aja..." sapanya pada suaminya yang sedang asyik mengolah sesuatu. Tangannya membuka pintu kulkas dan mengambil botol air mineral.


Ellie duduk di kursi di depan pantry meneguk air dari botol yang dipegangnya hingga menyisakan setengahnya. Di depannya sang suami menoleh dan tersenyum padanya.


"Kamu suka omlet gak?" tanya David.


"Aku doyan semua makanan Mas..." jawab Ellie tersenyum.


"Oke, tunggu bentar ya!" seru David.


"Aku ke kamar mandi dulu." kata Ellie dan berlalu masuk ke kamar mandi yang ada di sebelah dapur.


David menyiapkan omlet spesial buatannya di atas piring berukuran besar. Tak lupa ia juga membuat teh manis untuk Ellie dan kopi hitam untuk dirinya.

__ADS_1


Ellie keluar dari kamar mandi dengan wajah segar. Ia hanya mencuci muka saja.


"Ih gila, air disini kok dingin banget ya. Bikin males mandi jadinya." gumam Ellie pelan namun masih bisa didengar oleh suaminya.


"Entar aja mandinya, sini sarapan dulu!" David menepuk sebuah kursi disampingnya menyuruh sang istri duduk.


Ellie melangkah mendekat dan duduk di samping David.


"Loh, kok cuma satu piring Mas?" Ellie heran melihat hanya ada satu piring omlet di atas meja.


"Sengaja, biar makin romantis makan sepiring berdua." goda David pada istrinya.


Ellie hanya senyum dan menggeleng pelan digombalin suaminya itu.


Keduanya sarapan dengan sesekali bercanda tawa. Sepertinya saat ini Ellie benar-benar lupa dengan masalah yang tengah dihadapinya dikampus.


Ide David untuk berlibur kali ini memang manjur adanya.


...****************...


Mereka memilih tempat wisata yang dekat dengan villa yakni sebuah taman bunga.


"Mas, boleh gak aku lebih mengenal mu? Ceritakan tentang dirimu dong, kan kita belum lama kenal." kata Ellie memecah keheningan.


"Tentang apa?" David balik bertanya. Tangannya merangkul pundak Ellie.


"Ya apa aja, soal mantan-mantan kamu mungkin." jawab Ellie. Ia melipat bibirnya kedalam.


David menoleh menatap lekat Ellie. "Kamu yakin mau dengar cerita tentang itu?"


Ellie mengangguk tanpa menoleh, ia masih menatap lurus ke depan.


"Selama sekolah dan kuliah disini aku gak pacaran, gak ada waktu. Cuma waktu di London pernah dekat dengan seseorang, tapi ... " David tampak menerawang jauh mengingat masa lalunya.

__ADS_1


"Tapi apa?" sahut Ellie penasaran.


"Gak bertahan lama hubunganku sama dia, dia menghilang sampai sekarang." David menunduk mengingat saat dimana ia ditinggal pergi begitu saja oleh kekasihnya waktu itu.


Deg ...


Ellie terkejut mendengar itu, apa mungkin suaminya masih mencari wanita itu hingga sekarang? Apa mungkin dia masih mencintainya? Karena sampai sejauh ini David sama sekali belum menyatakan cinta padanya.


"Hei Sayang... Ada apa? kok melamun?" tanya David.


"Oh enggak kok, cuma em... a-ku kelilipan... " jawab Ellie terbata. Ia pura-pura mengucek matanya yang tiba-tiba ingin menangis.


David merengkuh pinggang istrinya makin mendekat hingga tak ada jarak.


"Aku mencintaimu Sayang, jangan pikirkan masa laluku itu." ucap David lembut tepat ditelinga Ellie.


Ellie gelagapan dan meremang merasakan deru nafas David yang tepat mengenai tengkuknya. Rambutnya yang panjang ia ikat satu, jadi leher jenjangnya terekspos sempurna.


Ia menoleh menatap tepat ke arah manik mata suaminya. "Kamu serius kan Mas?" tanya Ellie.


"Enggak." seru David cepat dan memutar bola matanya.


Ellie mengernyitkan kedua alisnya heran.


"Aku sangat sangat sangat SERIUS..." jawab David lagi.


Ellie memeluk erat David. "Aku juga mencintaimu, jangan pernah ninggalin aku ya..." ucap Ellie pelan.


"Ia sayang, aku gak akan pernah ninggalin kamu. Percayalah..."


...****************...


bersambung...

__ADS_1


Maaf yaa baru update 🤭


Lagi rempong di dunia nyata soalnya ✌️


__ADS_2