Elliana

Elliana
21. Penculikan (II)


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul satu lebih, rapat dengan ABC grup telah selesai dan mereka sepakat untuk bekerja sama. Perusahaan David akan menyediakan jasa program keamanan untuk komputer di seluruh kantor utama dan cabang ABC Grup selama lima tahun mendatang.


David dan Roy sangat puas atas pencapaiannya ini. Kedua pria itu nampak berbinar sangat bersyukur proyek pertama mereka ini berhasil.


Kedua pria tampan itu sampai dikantornya, keduanya mengobrol diruangan David. Obrolan terhenti saat ponsel David berdering, ia hanya melihat sekilas nomer tidak dikenal. Malas menanggapi ia abaikan begitu saja.


Namun sepertinya si penelpon tak patah semangat, ponsel itu terus berdering hingga ke empat kalinya.


"Jawab aja Bos, siapa tau ada hal penting" ucap Roy.


Dengan malas David menggeser tombol hijau. Entah apa yang merasukinya sampai ia mengikuti perintah asistennya itu.


"Hallo, siapa ini?" sahutnya tak bersemangat.


"Pak David, Ellie diculik" suara seorang wanita dari seberang menjawab.


"Apa maksud mu? Ini siapa?"


"Saya Novi Pak, sahabat Ellie. Tolong ke kampus sekarang Pak, Ellie hilang. Saya tunggu di gerbang depan ya pak" suara Novi terdengar terburu-buru.


Sambungan terputus.


Entahlah kali ini gadis tomboy itu mendapat keberanian darimana, sehingga ia berani sekali menyuruh-nyuruh dosennya itu.


David tampak berpikir sejenak, setelahnya ia bangkit secepat kilat menyambar tas laptop dan menginstruksikan Roy ikut dengannya.


Pria ini ingat kalau Ellie pernah cerita punya sahabat namanya Novi, setelah berbicara di telpon tadi ia tak ragu kalau info ini benar adanya.


Toh tidak banyak orang yang tahu tentang hubungannya dengan Ellie.


Roy yang mengemudi, ia diperintahkan David menuju ke kampus. Tanpa tahu apa yang terjadi ia terus mengemudi dengan gesit memacu mobil warna putih itu dengan kecepatan tinggi bahkan berani menerobos lampu merah.


Insting Roy sangat kuat, dari gelagat bosnya ia sudah tahu pasti ada hal buruk yang sedang terjadi.


David mencoba menghubungi ponsel Ellie namun tidak aktif, berulang kali ia mencoba hasilnya tetap tidak tersambung. Raut mukanya berubah gelap, pria ini menahan amarahnya.


Sekitar dua puluh menit kemudian, mereka sampai di depan kampus. Tak sampai masuk kedalam karena Novi sudah menunggu mereka di trotoar depan.


Meski baru bertemu sekali dan itu pun tak sengaja, namun ingatan David sangat bagus. Ia bisa mengenali kalau gadis yang berdiri gelisah itu adalah Novi.


Begitu mobil menepi, ia langsung bergegas turun menghampiri Novi.


"Apa yang terjadi?" tanya David tak sabaran


"Ini Pak, saya menemukan ponsel Ellie tergeletak di tanah disekitar parkiran" Novi menyerahkan ponsel yang babak belur itu. "Dan sudah satu jam lebih Ellie tak kelihatan di kampus, saya sudah cari kemana-mana tapi dia gak ada" Novi menjelaskan panjang lebar.


"Apa Ellie punya musuh atau ada orang yang tidak suka padanya?" tanya David lagi.


Novi menggeleng pelan "Ellie baik ke semua orang rasanya gak mungkin ada yang tega menculiknya, tapi tunggu apa mungkin dia yang melakukan ini?" Ia tak yakin dengan pernyataannya sendiri.

__ADS_1


"Siapa yang kau maksud dia?" serbu David.


Roy sedari tadi hanya menyimak ia mencoba berbicara kemudian "apa di parkiran ada kamera cctv?"


"Ah iya betul juga" timpal Novi.


Mereka bertiga berpandangan, lalu detik berikutnya bergegas masuk ke halaman kampus menuju kantor satpam.


Ruangan sempit itu berada tak jauh dari area parkir. David masuk lebih dulu, ia menyapa seorang pria bertubuh tinggi kekar yang sedang duduk santai sambil merokok.


Terkejut dengan kedatangan tiba-tiba beberapa orang, pria berseragam putih dan biru navy itu berdiri dan mematikan rokoknya. "Ada apa ini?" tanyanya penasaran.


"Pak Kirman, boleh saya minta tolong sebentar" sapanya dengan ramah.


"Eh pak dosen, ada apa ya pak?" jawab pria itu ia mengenali David. Ia sudah familiar dengan David meski pria itu baru beberapa hari datang. David pernah menolongnya saat motor pak Kirman mogok dan mereka akhirnya saling mengenal.


"Tolong perlihatkan pada kami rekaman cctv di parkiran sekitar satu jam yang lalu Pak" itu suara Novi yang berbicara, ia sungguh tak sabar lagi.


Pak Kirman nampak berpikir sejenak, ia sepertinya ragu. David mengangguk ke arahnya memberi kode. Akhirnya pak Kirman menunjukkan rekaman itu ke mereka.


Melihat rekaman yang sedang diputar menampilkan seorang pria membekap Ellie dan menyeret gadis itu masuk ke dalam sebuah mobil. Tangan David mengepal kuat, rahangnya mengeras amarahnya sampai ke ubun-ubun.


Bugh...


Tak kuasa menahan amarah, tembok disebelahnya menjadi sasaran tinju. David meninju dengan kuat tembok itu. Sontak semua orang yang berada di ruangan tersebut kaget dan melihat ke arahnya.


Novi kaget luar biasa, tangannya reflek terangkat menutup mulutnya. Kakinya lemas seketika, tubuhnya hendak ambruk ke lantai. Untungnya Roy dengan gesit menangkapnya.


"Siapa pria-pria itu? Kau mengenalinya?" pertanyaan David ia tujukan ke Novi.


Novi yang masih syok menggeleng pelan "kalau dugaanku benar, mereka mungkin orang suruhan Ragil Pak" jawabnya lemas.


"Sebenarnya ada sesuatu hal yang baru saya ketahui belakangan ini tentang Ragil tentang kejadian di bar waktu itu" lanjut gadis itu.


"Kita gak ada waktu membahas hal itu sekarang, nanti saja kau ceritakan. Yang penting sekarang kita harus cepat temukan mereka" sergah David.


"Kita harus lapor polisi ini Pak" ucap pak Kirman


"Ya dan itu tugas mu sebagai satpam kampus Pak, segera hubungi pihak berwajib bawa ini sebagai bukti" titah David.


"Roy, ayo" lanjutnya menepuk bahu Roy.


David dan Roy hendak keluar ruangan ketika sebuah suara menyela.


"Saya ikut Pak, siapa tahu saya bisa membantu nanti" Novi berkata dengan mantap.


Sesaat David dan Roy saling pandang, kemudian menjawab hanya dengan menganggukkan kepala.


Mereka bertiga bergegas keluar dan menuju mobil. "Kau duduk depan" titah David pada Novi.

__ADS_1


Meski Novi kaget dan heran, ia mengangguk saja tanpa protes atau bertanya. Tidak ada waktu untuk mengobrol bukan.


Setelah semuanya berada di dalam mobil. David mengambil laptopnya dari dalam tas, dan mulai menyalakan barang keramatnya itu.


"Kau punya no ponsel pria gila itu?" tanya David pada Novi.


"Maksud Bapak Ragil kah?" Novi balik bertanya.


"Ya" sahut David malas, lambat sekali gadis ini batinnya.


"Oh ada, 081...... " Novi mendikte no ponsel Ragil pada David.


David terlihat mengetik sesuatu di keyboardnya. Menggerak-gerakkan mouse dan tak butuh waktu lama ia berhasil menemukan sebuah alamat.


"Pergi ke jalan cempaka perumahan Gardenia" titah David pada Roy.


Tanpa menjawab, Roy hanya mengangguk kemudian dengan cepat tancap gas dan melaju kencang menuju alamat yang disebut oleh David.


Novi tampak bingung namun ia simpan saja pertanyaan yang muncul dibenaknya. Tangannya sudah gatal ingin sekali menonjok wajah sialan pria yang berani menculik sahabatnya.


...****************...


Beberapa pria berbadan tinggi kekar berseragam cokelat turun dari mobil dinas menuju kantor satpam kampus.


Mereka segera menemui satpam yang tadi melaporkan penculikan via telepon. Setelah bertemu dengan pak Kirman, dan melihat sendiri rekaman video cctv.


Para pria itu bergegas pergi lagi pak Kirman juga turut serta masuk ke dalam mobil patroli itu. Suara ponselnya berdering rupanya David yang menelpon.


"Ya pak David, saya sudah bersama polisi" ucapnya setelah menggeser tombol hijau.


"Bagus, pergi ke alamat yang saya kirim Pak" jawab David dari seberang sana.


"Siap Pak" balas pak Kirman lalu memutus sambungan telepon dan membuka aplikasi chat yang detik itu juga ada sebuah pesan masuk dari David.


Pria itu memberikan ponselnya ke polisi dan mereka segera menuju ke alamat yang diberikan oleh David.


...****************...


.


.


.


.


bersambung...


btw kasih dukungannya dong readers terzheyenk 😘😘

__ADS_1


__ADS_2