Elliana

Elliana
26. Malam Pertama


__ADS_3

Ada getaran aneh di dalam hatinya, perutnya terasa geli seperti sedang dihinggapi puluhan kupu-kupu. Pipinya merona merah mirip jus tomat. Keningnya terasa hangat dan lembab, kecupan itu lama dan bisa ia rasakan ada sebuah ketulusan dan kasih sayang.


David mencium kening pengantin wanitanya sesaat setelah ijab qobul ia lantangkan. Ellie menunduk dan tersipu malu setelah sebelumnya ia mencium punggung tangan lelaki yang telah sah menjadi suaminya beberapa menit yang lalu.


Aura hangat dan harmonis tercipta di ruang tamu rumah sederhana itu. Kedua keluarga sangat berbahagia begitu juga dengan beberapa tamu yang hadir.


Meski bukan acara yang megah dan mewah namun semua tampak antusias menyaksikan pernikahan ini. Menjadi saksi mata sepasang pengantin mengikrarkan janji suci. Beberapa saudara dan tetangga dekat Ellie turut hadir.


Orang tua David, adik perempuannya yakni Dinda serta neneknya dari Semarang juga menyempatkan datang. Mereka tampak bahagia melihat pernikahan David dan Ellie.


"Alhamdulillah, acara inti sudah selesai. Mari semua silahkan menikmati jamuan makanan yang seadanya ini. Ayo silahkan silahkan" ucap pak Ahmad kepada semua yang ada diruang tamu.


Aneka menu makanan sudah tertata rapi di sebuah meja panjang, tak lupa es kopyor untuk penghilang dahaga juga tersedia. Buah-buahan pencuci mulut juga ada mulai pisang, semangka, jeruk dan apel.


Ellie hendak mengambilkan makanan untuk David "Mas, mau yang mana?" ucapnya dengan menyenggol pelan lengan suaminya.


"Ehm..." David nampak berpikir. "Ayam kecap aja deh sama cap cay" lanjutnya.


"Oke, bentar aku ambilin" sahut Ellie. Tangannya dengan cekatan mengambil piring lalu kemudian mengisinya dengan menu yang diminta David.


Setelah selesai ia memberikan piring yang telah terisi pada David. "Duduk disini dulu Mas, aku mau ambilkan minum. Mau air putih apa es kopyor?" tanyanya lagi.


"Apa aja terserah kamu sayangku" balas David ia mengedipkan sebelah matanya pada Ellie.


Ellie terkejut ia menyatukan kedua alisnya dan berkata "apaan sih, malu tau mas!"


"Ngapain malu sih? Kan udah halal!" Seru David sambil menampilkan senyuman manisnya.


Ellie hanya menanggapi dengan geleng-geleng kepala dan segera berlalu menuju meja mengambilkan minuman untuk David. Jika terlalu lama melihat senyuman suaminya itu bisa-bisa ia terkena diabetes di usia mudanya ini.


Saat Ellie hendak mengambil makanan untuk dirinya sendiri, ia melihat Dinda dan neneknya ada disitu dekat meja.


"Hallo Nek, Dinda" sapanya sembari mendekati dua wanita beda usia itu.


"Nak Ellie selamat ya, semoga kalian bahagia selalu dan cepet dikasi anak" ucap nenek.


"Hallo kak Ellie, selamat ya semoga kalian bahagia dan terus bersama sampai maut memisahkan" kata Dinda memberikan do'a terbaiknya untuk kakak iparnya.


"Makasih nek dan Dinda, Ellie senang kalian bisa datang. Dan maaf sebelumnya tadi Ellie gak sempat menyapa" kata Ellie ramah.


"Gak pa-pa Nak, nenek tau pasti tadi kamu gugup" ucap nenek dan tersenyum.


"Udah sana kak Ellie temenin mas David makan tuh, dia sendirian" kata Dinda, gadis yang ternyata seumuran dengan Ellie ini menunjuk ke arah David dengan dagunya.


"Oh iya, aku kesana dulu ya. Silahkan makan yang banyak nek, Dinda jangan sungkan".


Ellie segera mengambil makanan dan bergegas melangkah ke arah David yang tengah duduk menunggunya.


Sepasang pengantin baru itu makan bersama dengan sesekali mengobrol. Keduanya tampak sangat serasi tampan dan cantik.


...****************...


Hari menjelang malam, para tamu sudah pulang kerumahnya. Orang tua David, Nenek dan Dinda juga sudah pulang ke hotel. Mereka menginap di hotel yang dekat dengan bandara.

__ADS_1


Di dalam kamar, Ellie tampak kesulitan saat akan melepas baju kebayanya. Resletingnya di bagian punggung dan itu terlalu panjang dari tengkuk sampai ujung bagian bawah.


"Duh susah banget sih ini" Ellie menggerutu sendirian.


Ia tak menyadari kalau David yang telah selesai mandi sudah berada di belakangnya. Pria itu memakai kimono handuk, bagian dadanya terekspos karena kimono itu hanya ia ikat asal saja.


"Sini aku bantu!" seru David. Tangan kanannya mengambil alih reslesting yang dipegang oleh Ellie.


Tangan mereka bersentuhan, Ellie terkejut ia membeku ditempat dan tidak berani menoleh kebelakang. Namun ia bisa melihat dari pantulan cermin kalau itu adalah David.


"Mas, ngagetin aja sih! Kapan kamu masuknya? Kok aku gak denger suara pintu terbuka" ucap Ellie yang setengah mati menahan rasa gugupnya.


Baru kali ini ia berdekatan minim jarak dengan David secara sadar. Jantungnya terasa berhenti mendadak tubuhnya sedikit bergetar.


"Barusan" jawab David santai.


David melangkah maju makin mengikis jarak keduanya, tangannya perlahan menurunkan resleting kebaya Ellie. Seketika pemandangan indah memenuhi penglihatannya.


Punggung putih nan mulus milik Ellie terpampang nyata di hadapannya. Tanpa sengaja jemarinya menyentuh punggung itu, "halus" batinnya. Mendadak hawa panas menyeruak memenuhi keduanya.


Ellie menahan nafas ia masih berdiri terpaku ditempatnya. Tengkuknya terasa hangat oleh hembusan nafas David. Bulu kuduknya meremang, pipinya dengan kurang ajar berubah merona merah dengan sendirinya. Tanpa aba-aba matanya terpejam seakan menikmati sentuhan itu.


Tok tok tok


"Mbak El, ada tamu didepan. Buruan keluar yaa" suara Rena mengagetkan keduanya.


"Uhuk uhuk... I-iya bentaar!" teriak Ellie terbata.


David segera melepaskan tangannya dan segera berbalik ke arah lain. Merasa canggung sendiri ia menggaruk kepalanya yang sedikit gatal.


"Oh iya" jawab David. Tubuhnya berbalik lagi menghadap ke punggung Ellie tangannya dengan cepat menaikkan resleting yang tadi sempat ia turunkan.


"Aku keluar bentar mas" pamit Ellie pada David. Ia bergegas keluar dari kamarnya .


"Hm"


David mengusap kasar wajahnya "huh hampir saja" batinnya kesal.


Ia membuka koper dan mengambil baju ganti.


Setelah berganti pakaian ia mengamati kamar Ellie dengan teliti "rapi" batinnya.


David memilih untuk merebahkan tubuhnya diatas kasur yang bertaburan bunga mawar. Ia sama sekali tak peduli jika bunga itu akan kusut dan berantakan, yang ia pikir sekarang hanyalah segera beristirahat tubuhnya sangat lelah.


...****************...


Di ruang tamu, Ellie terlihat sedang mengobrol dengan Mia sepupunya. Mia baru saja datang, karena tadi siang ia bekerja dan tidak bisa izin untuk menghadiri undangan pernikahan Ellie.


"Wah kamu cantik banget El, oiya selamat ya atas pernikahan kamu. Semoga kalian bahagia dan cepet dapet momongan". ucap Mia. "Oiya mana nih suami kamu? aku penasaran loh, kata papaku suamimu ganteng, hehehe" lanjut gadis itu.


"Makasih Mbak Mia, oh anu ehm mas David dia dikamar" jawab Ellie datar. Ia sedikit kesal dengan Mia yang terang-terangan memuji suaminya.


"Panggilin dong, aku kan juga pengin tau suami kamu El" pinta Mia lagi.

__ADS_1


Ellie memutar bola matanya jengah, sejujurnya ia tidak terlalu akrab dengan Mia. Selain karena jarang bertemu, Ellie dan Mia pernah terlibat kejadian yang tidak mengenakkan.


Dulu saat Ellie masih SMA ia pernah didekati beberapa cowok dan salah satu cowok yang mendekatinya adalah pacar Mia. Mia melabrak Ellie ketika mengetahui bahwa pacarnya menyukai Ellie.


Kesalahpahaman diantara keduanya tidak pernah benar-benar selesai. Karena semenjak saat itu Mia diputuskan oleh pacarnya. Namun Ellie tidak pernah menerima cowok tersebut akan tetapi Mia tidak mengetahui hal ini sampai sekarang.


"Baiklah mbak, tunggu aku panggil mas David dulu" ucap Ellie pada akhirnya.


Tak berapa lama Ellie keluar lagi bersama David. David tampak tampan meski hanya memakai kaos oblong warna army dan celana jeans pendek selutut.


Mia menoleh ke arah David, ia menatap David dengan sangat takjub hingga mulutnya terbuka dan matanya melotot. "Wah hebat juga nih si Ellie suaminya keren gini, tapi lihat aja nanti jangan panggil gue Mia jika gak bisa menaklukkannya" batinnya licik.


"Mbak Mia kenalin ini David suamiku" kata Ellie, ia sengaja menegaskan di bagian kata suamiku pada Mia. Ellie sangat paham siapa Mia dan ia khawatir akan sesuatu hal yang belum tentu akan terjadi.


Mia berdiri dan mengulurkan tangannya "Hai kenali aku Mia sepupunya Ellie" ucapnya pada David.


"Saya David" David menjabat tangan Mia dan tersenyum.


Ketiganya mengobrol santai di ruang tamu, sejujurnya Ellie sudah merasa sangat lelah dan ngantuk namun Mia tampaknya tak ada tanda-tanda akan segera pamit.


drrtt... drrtt...


Getaran ponsel David menolong keadaan, pria itu pamit untuk mengangkat telepon. Dan dengan tahu dirinya akhirnya Mia pun juga berpamitan pulang.


"Huuft akhirnya pulang juga tuh cewek!" seru Ellie kesal. Ia merebahkan tubuhnya di kasurnya yang penuh dengan kelopak bunga mawar. Namun sesaat ia buru-buru bangkit dan bergegas berganti baju mumpung David masih berada diluar sedang menerima telepon.


Setelah selesai berganti baju dengan daster yang sangat nyaman, Ellie bergegas ke kamar mandi hendak membersihkan tubuhnya setelah sebelumnya menyeka wajahnya dengan kapas dan cleanser membersihkan make up.


Ellie masuk ke kamarnya lagi setelah selesai mandi. Ia melihat David, duduk di atas ranjang memangku laptopnya sepertinya serius sekali.


"Mas, kok belum tidur? lagi ngapain?" tanya Ellie. Ia naik ke atas ranjang dan duduk di sebelah suaminya.


Sejujurnya ia gugup dan gelisah, akankah David meminta haknya malam ini? karena malam ini adalah malam pertama mereka setelah sah menjadi pasangan suami istri.


"Ada proposal yang mesti aku revisi. kamu tidur duluan aja, gak pa-pa kan?" David menoleh menatap Ellie disampingnya. "Ini urgent soalnya, maaf ya" lanjutnya lagi. Ia merasa bersalah pada Ellie.


Mungkinkah Ellie mengharapkannya malam ini? Namun disisi lain proposal ini harus segera diselesaikan lalu di e-mail secepatnya ke kliennya.


"Oh tentu aja gak pa-pa Mas, kerjaan kamu lebih penting" kata Ellie. Dalam hatinya merasa sangat lega terbebas untuk malam ini.


...****************...


.


.


.


.


bersambung...


nantikan keuwuan mereka berdua berikutnya yaa.

__ADS_1


jangan lupa like komen vote 😘


__ADS_2